Sering Menerima Ancaman, Produser In the Name of God: A Holy Betrayal Bagikan Pengalamannya Saat Produksi Film

Produser Cho Sung Hyun mengatakan bahwa dirinya menghadapi banyak ancaman saat syuting In the Name of God: A Holy Betrayal
KPOPCHART.NET - Film dokumenter terbaru Netflix, In the Name of God A Holy Betrayal, tengah menjadi topik hangat di kalangan masyarakat khususnya di Korea Selatan.
Dokumenter ini menceritakan kisah nyata tentang sekte sesat yang berkembang di Korea dimana para pemimpinnya mengaku sebagai mesias atau utusan Tuhan.
Baru-baru ini, dalam unggahan Youtube terbaru dari MBC Radio, Produser In the Name of God A Holy Betrayal telah membagikan pengalamannya selama proses produksi film dokumenter tersebut.
Dalam sesi wawancara di program tersebut, produser Cho Sung Hyun yang juga merupakan produser dari MBC menyatakan bahwa ia menghadapi banyak kesulitan saat menggarapnya.
Cho Sung Hyun menyatakan bahwa ia tidak menyangka jika proses pengerjaan film dokumenter ini akan memakan waktu yang cukup lama bahkan hampir 2 tahun.
Ia juga mengatakan, “aku tidak menyangka bahwa aku akan diikuti, diancam bahkan diretas saat syuting”
Baca Juga: Jadi Film Dokumenter Peringkat 1 Netflix Korea, In The Name of God Dihujat Netizen: Bikin Muntah!
Melanjutkan ucapannya sebelumnya, “Bahkan pada saat itu, para pengikut sekte tersebut menunggu di bandara hongkong saat salah seorang korban dari sekte tersebut akan berangkat ke Korea untuk wawancara. Mereka bahkan berkata ‘apakah kamu melihat keluar jendela?’
Mereka juga dengan berani mengirimkan pesan seperti ‘hujan turun’ dan pesan lain seperti ‘jangan berikan respon apapun saat interview’ pada menit-menit menjelang interview”
Melihat betapa bahayanya proses syuting ini, Cho Sung Hyun bahkan mencurigai semua orang yang terlibat dalam produksi film.
“Aku mencoba berbagai cara seperti membocorkan informasi yang merupakan kebalikan dari aslinya, aku juga tidak membagikan jadwal syuting karena aku berpikir ada salah satu pengikut (sekte sesat) di tim ku.”
Namun para anggota tim produksi pun diketahui mengalami gangguan psikologis setelah proses syuting.
“Anggota tim ku juga mengalami trauma dan tidak sanggup beraktivitas selama seminggu setelah mereka melakukan syuting”
Hal ini karena mereka berupaya untuk menjelaskan secara detail tentang perilaku keji yang dilakukan oleh para pemimpin sekte.
Dirilis pada 3 Maret lalu, In the Name of God A Holy Betrayal, berhasil masuk dalam Netflix Top 10 Tv Shows di Korea Selatan hanya dalam waktu 4 hari.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.