Jambore Dunia di Korsel Tinggalkan Stigma Buruk, Pemerintah Saat Ini Salahkan Kepemimpinan Presiden Sebelumnya

Sepertinya Jambore Dunia di Korsel menemukan titik baru yang selain meninggalkan stigma buruk, pemerintah salahkan kepemimpinan sebelumnya.
KPOPCHART.NET - Kegiatan internasional Jambore Dunia di Korsel saat ini memang belum berakhir, dianggap meninggalkan stigma buruk, pemerintah saat ini menyalahkan kepemimpinan presiden sebelumnya.
Kantor Kepresidenan mengkritik mantan presiden sebelumnya terkait Jambore Dunia di Korsel, dan Partai Demokrat berikan reaksi bingung.
Pada (15/8), Partai Demokrat menyerang balik kritik partai yang berkuasa terhadap mantan Presiden Moon Jae In yang sebelumnya menjabat atas keributan yang terjadi di Jambore Dunia di Korsel.
Jambore Dunia Saemangeum sebelumnya mengalami keributan dan berulang kali menarik garis pada teori tanggung jawab pemerintah sebelumnya.
Juru bicara internal Lee So Young mengkritik hal itu dan mengatakan, "Bukankah pemerintah Yoon Seok Yeol memiliki masa persiapan satu tahun tiga bulan dan mereka mengatakan bahwa semua sudah dilakukan."
Sehari sebelumnya, dalam arahan oleh kantor presiden dimana sebuah pertanyaan muncul, "Mantan Presiden Moon memberikan kritik terhadap pemerintah saat ini."
Melalui media Kora menuliskan sebuah berita dengan judul "Bendera Merah dan Keributan."
Pada (13/8), mantan Presiden Moon mengkritik gangguan Jambore di SNS dengan mengatakan bahwa acara tersebut telah kehilangan pamor nasionalnya.
Baca Juga: Netizen Bereaksi Wonbin RIIZE Dibilang Mirip Dengan Ayu Ting Ting: Aku Sebel Soalnya Iya....
Juru bicara internal Lee mengatakan, "Pemerintah sebelumnya selalu dicari oleh pemerintahan Yoon Seok Yool sebagai solusi untuk setiap masalah, tapi kali ini berbeda.
Bagaimana dengan Jambore ini? berakhir dengan stigma manajemen yang buruk total."
Chung Cheong Rae selaku Dewan Tertinggi mengatakan di Radio KBS hari itu, "Memalukan mengatakan hal seperti itu (kepada mantan Presiden Moon)."
Chung mengatakan, "Orang yang saat ini menjadi presiden berkata, 'Saya tidak bertanggung jawab' dan 'Pemerintah sebelumnya yang bertanggung jawab.'
Lalu, apakah mantan Presiden Moon Jae In dari pemerintahan sebelumnya akan melakukan dan bekerja di Yongsan?"
Baca Juga: Han Ji Min dan Kim So Hyun Disorot Media Korea Karena Mengalahkan Popularitas Nam Goong Min!
Sementara itu, Partai Demokrat menyerukan pengunduran diri Lee Dong Gwan, Ketua Komisi Komunikasi Korea, melaporkan bahwa dia akan melaporkan jurnalis yang bersahabat dengan rezim sebagai target seruan dorongan presiden.
Juru bicara Lee menyebutkan bahwa adanya laporan dalam pengarahan dan menunjukkan, "Bukti yang menunjukkan tindakan mengambil alih media terungkap satu demi satu, dimana berusaha membuktikan bahwa Lee Dong Gwan untuk mengklaim dirinya tidak pernah memimpin dominasi media.
Dokumen yang dilaporkan kepada presiden atas nama kandidat Lee Dong Gwan akan mendorong media yang memuji pemerintah saat ini padahal sebelumnya media tersebut mengkritiknya, bisakah ada bukti yang lebih jelas tentang kontrol media?"
Baca Juga: 3 Negara Maju ini Jadi Pemicu Awal Timbulnya Antipati Terkait Toilet di Jambore Dunia Korea Selatan!
Jadi, untuk saat ini partai dalam kebingungan dan pemerintahan juga sedang saling menyalahkan dan pembenaran, belum ada bukti lebih lanjut.
Karena jelas-jelas Jambore seharusnya dikelola oleh pemerintahan saat ini karena pemerintahan saat ini sudah menerima suntikan dana, hingga ditemukan bukti yang diduga digunakan untuk keluar negeri bagi para pejabat yang menjabat saat ini.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.