Yoo Jaesuk Prihatin dengan Anak Korea yang ‘Kehilangan’ Masa Kecilnya, Netizen: Kalo di Indonesia...

Yoo Jae Suk prihatin dengan kondisi anak Korea Selatan zaman sekarang yang tak sempat bermain karena belajar, netizen sebut Indonesia
KPOPCHART.NET – Baru-baru ini, Yo Jae Suk mengungkapkan pendapatnya tentang anak Korea Selatan, netizen turut sebut anak di Indonesia.
Netizen membandingkan bagaimana anak Korea Selatan dan anak-anak di Indonesia setelah Yoo Jae Suk ungkap pendapat pribadinya.
Yoo Jae Suk mengungkapkan keprihatinannya kepada anak Korea Selatan, netizen pun langsung tertuju pada anak-anak di Indonesia.
Pada (05/08), Yoo Jae Suk muncul di Another Summer Vacation is An Excuse yang diunggah di saluran YouTube Fresh.
Dalam unggahan tersebut, terlihat Yoo Jae Suk berbincang-bincang dengan kedua member SEVENTEEN yaitu Hoshi dan Joshua.
Selain itu, ada juga Ji Seok Jin dan Jo Se Ho di acara bincang-bincang ringan tersebut.
Kelima orang tersebut membicarakan banyak hal, hingga tiba giliran Hoshi yang bercerita soal kehidupannya di masa trainee.
Semasa trainee, Hoshi mengatakan bahwa ia harus bersekolah di Namyangju kemudian berlatih sampai subuh di perusahaan.
Hoshi berkata, “Melihat orang tua saya, saya berpikir bahwa saya harus melakukannya dengan baik tanpa syarat.
Ada situasi yang sulit, jadi saya pikir setidaknya saya harus melakukannya dengan baik.”
Mendengar hal itu, Yoo Jae Suk pun terkejut dan memberikan semangat kepada Hoshi.
“Bahkan jika setiap orang memiliki sesuatu yang mereka sukai, melakukannya sebagai pekerjaan itu berbeda,” ungkap Yoo Jae Suk.
Yoo Jae Suk pun mengungkapkan rasa kasihan dan prihatin kepada anak Korea Selatan di zaman sekarang.
Baca Juga: NewJeans Menggeser BLACKPINK, Ini Peringkat Reputasi Brand Girl Group Agustus 2023, Ada Idolmu?
Di playground bahkan sekarang tidak ada anak Korea yang bermain ayunan.
“Tidak ada anak di taman bermain sekolah,” ungkap Yoo Jae Suk.
Yoo Jae Suk juga mengatakan bahwa anaknya sendiri, Ji Ho, juga harus pergi ke tempat les.
“Remaja benar-benar kesulitan,” ungkap Yoo Jae Suk.
Ji Seok Jin turut bersedih mendengar bagaimana anak Korea Selatan sekarang lebih banyak pergi ke tempat les daripada bermain.
Ji Seok Jin bercerita dulu ia memang pergi ke tempat les, namun masih ada kesempatan untuk main bersama di warnet.
Namun, untuk anak-anak sekarang, jika mereka tidak pergi ke tempat les, mereka tidak akan mendapatkan teman.
Jadi, anak-anak pergi ke tempat les agar mereka bisa berteman.
Saat berita tersebut diunggah di Twitter, netizen pun ramai-ramai mengomentari dengan menyebut Indonesia.
Berikut adalah beberapa komentar netizen.
“Jadi inget hansol korea reomit, dia pernah bikin konten sama bandung oppa soal sekolah di Indonesia vs Korea. Bandung oppa ingetan nya cuma belajar doang, sedangkan hansol banyak mainnya.”
“Disini masih aman. Bocah-bocah di rumah masih pada main sepeda, kejar-kejaran sama sholat bareng ke mushola. Walaupun ada yg les tp masih bisa main sama teman-temannya.”
“Aku dulu boro-boro les mahal, engga sanggup. Makanya cari les gratis dan ada. Bareng temen pas SD les bareng gratis, dan les juga feelnya lebih ke main sambil belajar aja.
Engga ada kompetitif dan saling ngerangkul. Emang sih konteks kompetitif tuh tergantung cultural negaranya.”
“Meanwhile ponakan aku nggak jadi berangkat les karna lebih milih main bola sama temen2nya.”
“Sebenernya ini juga terjadi di sini, khususnya anak2 di Jakarta. Beberapa muridku dari kecil udah dilesin baca, berenang dsb. Sekolah aja dari pagi banget udah jalan.”
“Gila ya kompetitif parah di Korea.”
“Di Indonesia juga sebelas dua belas, kalo gak les, gak bisa ngejar pelajarannya. Terutama untuk bahasa Mandarin & Matematika.
Anak2 juga sibuk main hp sendiri di waktu luangnya. Mereka lebih suka main hp daripada mainan beneran, apalagi karena mereka liat ortunya juga main hp melulu.”
“Makanya contoh sekolah di Indonesia. Sekolah bukanlah tempat belajar tapi jadi tempat bermain, wkwkwk,” dan berbagai komentar lainnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.