Hanya Modal Tikar, KNetz Heran Akomodasi Peserta Jambore Dunia Asli Korea dan Negara Lain Bak Langit dan Bumi!

Netizen Korea dibuat heran dengan akomodasi yang diterima oleh peserta Jambore Dunia asal Korea dan negara lain bak bumi dan langit
KPOPCHART.NET - Baru-baru ini netizen Korea kembali dikagetkan dengan akomodasi Jambore Dunia di Korsel dan negara lain yang berbeda jauh bak bumi dan langit.
Banyak desas-desus bahwa kontingen dari Korea di Jambore Dunia mendapatkan perlakuan yang tak sama alias di diskriminasi dan tingkatkan perhatian.
Bahkan saat ini peserta Jambore Dunia di Korsel dipindahkan ke gereja dan auditorium hanya beralaskan tikar, sedangkan negara lain mendapatkan akomodasi yang begitu nyaman.
Setelah peserta Jambore Dunia pindah ke Seoul dan sekitarnya, klaim diskriminasi terhadap anggota Korea karena kondisi akomodasi mereka yang berbeda dan peserta lain.
Baca Juga: Dewan Audit Akan Lakukan Inspeksi Jambore Dunia di Korea Selatan, Rekening Pemerintah Dalam Bahaya?
Pada (9/8), KBS News 9 melaporkan bahwa setelah peserta Jambore Dunia asli Korea pindah ke daerah Seoul karena topan khanun mendekat, mereka bermalam di sebuah auditorium, namun kondisi tidak ideal.
Orang tua juga ketika diwawancarai mengungkapkan ketidakpuasan mereka dan menyatakan bahwa perlakuan peserta Korea jelas berbeda dari peserta asing.
Dilaporkan bahwa peserta asing mendapatkan kamar tunggal atau ganda di akomodasi yang di sponsori oleh perusahaan.
Salah satu orang tua mengklaim anak mereka bahwa mereka merasa seperti pengungsi.
Baca Juga: Visual RIIZE Dikritik Beda dari Foto dan Dianggap Tidak Cocok Debut di SM: Niel TEENTOP Redebut?
Pramuka asal Korea dipindahkan ke Gereja Saeeden di daerah Gyeonggi, mereka masing-masing diberi handuk dan matras yoga untuk tidur dan berada di dalam auditorium.
"Itu hampir seperti kamp pengungsi… Mereka hanya meletakkan satu tikar yoga di lantai, menyediakan handuk besar, dan hanya diberitahu bahwa mereka harus tidur di sana. sehingga mereka harus tidur di sana," kata salah satu orang tua.
Selain itu, fasilitas tersebut tidak memiliki shower sehingga selang shower dihubungkan ke wastafel di kamar mandi.
Hingga seorang netizen yang mengenal salah satu Pramuka Korea membagikan percakapan pesan teks mereka yang mengonfirmasi situasi akomodasi mereka.
A: Hei, apakah kamu benar-benar tidur seperti ini?
A: [Foto]
B: [Foto]
B: Ya, saya dalam kekacauan ini.
A: Itu agak kasar
Di sisil lain, dilaporkan bahwa Pramuka dari negara lain tinggal dan difasilitasi seperti hotel.
Baca Juga: Visual RIIZE Dikritik Beda dari Foto dan Dianggap Tidak Cocok Debut di SM: Niel TEENTOP Redebut?
Jambore Dunia dari Finlandia dan Belanda menginap di empat pusat pelatihan serta hotel bintang lima yang disediakan Hyundai Motor Grup.
Pramuka diberi berbagai makanan dan camilan khas Korea, Barat, dan fusion, Hyundai Motor juga menawarkan kesempatan bagi Pramuka untuk merasakan budaya Korea melalui program-program seperti kunjungan lapangan dan mengajari mereka tentang industri otomotif Korea.
Setelah Finlandia, ada Pramuka Meksiko yang tinggal di Kampus Osan dari Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia Lotte yang disediakan oleh Lotte Group.
Lotte menyediakan makanan ringan, air kemasan, dan minuman untuk Pramuka dan membuka situs bisnis grup sehingga peserta Meksiko dapat merasakan budaya Korea.
Pada 10 Agustus, mereka pergi ke taman hiburan, Lotte World, menonton pertandingan baseball, dan mengunjungi pabrik produksi Lotte Wellfood.
Secara terpisah, Lotte Hotels & Resorts membuat program pengalaman budaya Korea untuk Pramuka Inggris yang mengundurkan diri dari acara lebih awal, mereka juga menginap di Hotel Lotte.
Tak hanya Finlandia dan Meksiko, Jambore Dunia dari Italia juga menginap di perumahan Posco Human resource Creation Center yang disediakan POSCO Group.
Pramuka dari Yunani, Bosnia, dan Zambia tinggal di GS Engineering & Construction Elysian Learning Center, yang disediakan oleh GS Group.
Dengan 166 kamar, Elysian Learning Center memiliki kamar double, single, dan VIP, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi, TV, kulkas, tempat tidur, dan meja. Fasilitas ini juga memiliki gym, sauna, dan ruang binatu.
Pramuka Jambore Dunia dari Jepang juga berkunjung dan tinggal di Kuil Guinsa karena ingin merasakan tinggal di kuil.
Menanggapi perbedaan akomodasi antara Pramuka dari negara lain dan Korea, netizen Korea mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan tidak adil yang didapatkan oleh Pramuka Korea.
Di sisi lain, beberapa netizen mengaku paham karena Pramuka dari luar negeri adalah tamu di negaranya dan pantas diperlakukan lebih baik.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.