Cuaca Panas Ekstrem Makin Menyengat, Ini 5 Fakta Acara Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan!

Ini yang terjadi ketika Jambore Pramuka Dunia ke-25 menjadi problematic. Cek beberapa fakta yang terjadi di sana, yuk!
KPOPCHART.NET – Acara Jambore Pramuka Dunia seharusnya menjadi ajang anak muda untuk membangun jaringan dan mengembangkan skill.
Namun, Jambore Pramuka Dunia yang ke-25 kali ini harus menelan kepahitan. Pasalnya, acara yang dilakukan di daerah Jeolla Utara, Korea Selatan ini terserang cuaca panas ekstrem.
Tak cuma itu, sejumlah fasilitas dirasa tidak dipersiapkan secara matang oleh penyelenggara Jambore Pramuka Dunia tersebut.
Bahkan, beberapa peserta dikabarkan tidak bisa meneruskan kegiatan yang seharusnya berlangsung sejak 1-12 Agustus 2023 ini.
Netizen pun menjadi ingin tahu sejumlah hal yang yang terjadi di event yang berada di Saemangeum ini.
Berikut sejumlah fakta yang dikumpulkan dari beberapa sumber terkait kegiatan Jambore Pramuka Dunia ke-25 di negara asal KPop tersebut.
1. Temperatur Udara Setempat Terus Naik
Korea Selatan juga dikenal sebagai negara subtropis yang memiliki empat musim.
Seharusnya, suhu udara negeri ginseng ini tidak sepanas negara-negara tropis. Namun, kondisinya tidak seperti yang kita bayangkan.
Dilansir dari Reuters, Korea Selatan tengah menghadapi cuaca ekstrem sejak awal Agustus lalu.
Suhu terpanas mencapai 38,4 derajat Celcius pada 2 Agustus. Angka ini tertinggi selama empat tahun terakhir.
Kondisi cuaca ini bertepatan dengan dimulainya Jambore Pramuka Dunia. Tentunya, ini menjadi perhatian para peserta mengingat banyak yang berasal dari negara tidak beriklim tropis.
Baca Juga: Korea Pindahkan Lokasi Konser KPop di Acara Jambore Dunia, Netizen Geram dan Berikan Kritikan Pedas!
2. Ratusan Peserta Jambore Korban Panas Ekstrem
Dilansir dari South China Morning Post, sekitar 400 orang peserta Jambore Pramuka Dunia ini mengalami gejala gangguan kesehatan akibat gelombang panas saat hari pertama digelar.
Informasi dari Reuters menyebutkan mayoritas korban panas ekstrem menunjukan gejala ringan. Misalnya, pusing atau kelelahan.
Beberapa di antaranya pingsan ataupun ada gejala dehidrasi. Namun, tidak satu pun yang harus mendapatkan penanganan intensif.
Penyelenggara Jambore Pramuka Dunia ini sudah menyediakan enam helikopter dan 70 tempat tidur rumah sakit untuk keadaan darurat.
3. Adanya Penarikan Kontingen Negara
Kondisi yang tidak kondusif itulah yang membuat beberapa negara menarik mundur kontingennya dalam Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan.
Menurut laporan Al Jazeera, Amerika Serikat memindahkan kontingennya ke pangkalan militer yang terletak 175 km dari tempat acara pramuka ini berlangsung.
Asosiasi Pramuka Inggris juga mengambil langkah pemindahan 4000 peserta jambore dari perkemahan ke hotel-hotel terdekat pada Jumat, 4 Agustus lalu.
Sedangkan menurut laporan ABC.NET, tim pramuka dari Australia dan New Zealand sudah meninggalkan perkemahan di Saemangeum menuju akomodasi hotel di Kota Seoul pada Rabu, 2 Agustus.
Baca Juga: Fasilitas Perkemahan Jambore pramuka Dunia di Korea Selatan Membaik, Salah Satunya Toilet!
4. Munculnya Badai Khanun
Ternyata, tak cuma cuaca panas ekstrem yang jadi masalah di Jambore Pramuka Dunia tahun 2023 ini.
Dikutip dari ABC.NET, pada hari Senin, 7 Agustus ini, Pemerintah Korea Selatan memperingatkan akan adanya Badai Khanun yang bergerak menuju negara tersebut.
Untuk itu, Pemerintah Korea Selatan akan melakukan evakuasi 36.000 peserta jambore dari 156 negara pada Selasa, 8 Agustus.
Rencananya evakuasi secara bertahap dilakukan mulai pukul 10.00 KST. Sekitar 1.000 bus sudah dipersiapkan untuk pengangkutan para kontingen negara.
5. Tetap Adakan Konser KPop
Perlu diketahui puncak acara Jambore Pramuka Dunia ini adalah sebuah konser musik yang bisa dinikmati seluruh peserta.
Sejumlah netizen berpikir acara tersebut tidak akan dilanjutkan mengingat kekacauan yang terjadi sejak hari pertama.
Namun, dilansir dari Koreaboo, Pemerintah Korea Selatan justru memindahkan event musik tersebut Jeonju World Cup Stadium pada 11 Agustus mendatang.
Perubahan tersebut berdampak terhadap acara musik Jeonju Ultimate Music Festival (JUMF) yang seharusnya menggunakan venue tersebut pada 11-13 Agustus mendatang.
Aduh, tampaknya banyak sekali masalah dan tantangan bagi penyelenggaraan Jambore Pramuka Dunia ke-25 ini, ya.
Semoga semua bisa kembali lancar dan tidak ada korban jiwa.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.