Fasilitas Perkemahan Jambore pramuka Dunia di Korea Selatan Membaik, Salah Satunya Toilet!

Sejumlah fasilitas di bumi perkemahan Jambore Pramuka Dunia mengalami peningkatan setelah sebelumnya mendapatkan banyak keluhan.
KPOPCHART.NET - Keadaan keseluruhan di perkemahan Jambore Pramuka Dunia ke-25 tampak mengalami peningkatan bertahap dari hari ke hari.
Setelah mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pemerintah Korea Selatan, lembaga publik, dan perusahaan swasta.
Acara global yang diselenggarakan empat tahun sekali mengalami situasi krisis segera setelah dimulai di wilayah reklamasi terpencil di pantai barat daya pada tanggal 1 Agustus, dalam cuaca yang sangat panas.
Peserta, mayoritas di antaranya adalah remaja dari lebih dari 150 negara, menghadapi masalah seperti gigitan nyamuk dan serangga, serta keluhan tentang kekurangan berbagai fasilitas seperti tempat perlindungan dari panas, toilet, kamar mandi, sanitasi, air dingin, makanan, dan bahkan tempat tidur di rumah sakit.
Baca Juga: Beberapa Delegasi Negara Ditarik, Pemerintah Korea Berusaha Selamatkan Jambore Pramuka Dunia
Namun, setelah melewati beberapa tantangan dan adanya penarikan beberapa kontingen, dukungan dan bantuan yang signifikan dari pemerintah dan berbagai lapisan masyarakat mengalir deras ke kawasan Saemangeum, tempat jambore diselenggarakan.
"Awalnya, kondisi toilet agak kacau. Namun, sekarang kondisinya jauh lebih baik," ujar seorang peserta berusia 16 tahun dari Portugal yang dikenal sebagai Sarah, pada hari Senin (7/8) dengan tersenyum lebar di depan toilet kontainer di Zona Delta perkemahan.
Tak lama setelah perkemahan dimulai, banyak orang menunjukkan bahwa toilet dan kamar mandi tidak higienis serta fasilitasnya buruk.
Panitia penyelenggara yang merasa malu mengenai situasi tersebut telah meningkatkan jumlah petugas kebersihan dari 70 orang menjadi lebih dari 900 orang dan juga memasang 62 toilet kontainer ber-AC dengan dukungan dari pemerintah kota Seoul dan lembaga lainnya.
"Kini, toiletnya jauh lebih bersih daripada sebelumnya. Pengalaman hidup di kamp ini sangat menyenangkan," tambah Sarah.
Baca Juga: Knetz Temukan Bukti Baru Terkait Rumor Kencan Joshua SEVENTEEN, Mulai Dari Barang Couple Hingga Suara Tawa!
Tim wartawan Yonhap yang mengunjungi tiga toilet kontainer menemukan bahwa semuanya terlihat bersih. Di setiap kompartemen terdapat banyak sabun cair dan kertas toilet.
Seorang peserta asal Malaysia bernama Kaishi juga mengungkapkan bahwa lingkungan sekitarnya lebih baik daripada sebelumnya, dan sebagian besar teman-temannya yang berpartisipasi dalam perkemahan juga memiliki pandangan yang serupa.
Tidak kurang dari 260 bus pendingin yang dikerahkan ke Saemangeum sejak Jumat lalu sebagai upaya untuk menghadapi gelombang panas juga berperan penting dalam mengatasi situasi ini.
Selain itu, sekitar 370 tempat perlindungan dari sinar matahari telah dipasang, fasilitas permainan air sementara, lima terowongan air tambahan, dan 200 kipas angin besar juga dipasang di seluruh area perkemahan.
Dalam upaya untuk memastikan setiap peserta mendapatkan cukup cairan, jumlah air es yang diberikan oleh panitia kepada setiap peserta juga ditingkatkan menjadi 10 botol sehari.
Warga negara Malaysia lainnya bernama Jamila memuji efektivitas pendingin bus, "saya berada di dalam bus selama sekitar 15 menit.
Meskipun cuaca panas di luar, di dalam bus terasa sejuk," ungkapnya, sering kali menggunakan terowongan pohon anggur dengan fasilitas pendingin udara saat berkeliling perkemahan.
Banyak peserta pramuka yang lebih muda juga melaporkan bahwa makanan yang disediakan lebih enak daripada sebelumnya.
Di awal acara, terdapat keluhan mengenai makanan yang kurang gizi. Sebagai respons, penyelenggara meningkatkan pasokan buah-buahan dan menyajikan menu dengan lebih banyak kandungan protein dan air.
"Ketika saya baru tiba, hanya makanan ringan yang disajikan. Namun, setelah itu, saya kini bisa menikmati makanan seperti ayam, pasta, dan saus tomat," ungkap seorang peserta berusia 15 tahun asal Maroko, yang juga menyebutkan bahwa ia sering mengonsumsi minuman berperisa lemon.
Fasilitas medis juga mengalami peningkatan dengan ditambahkannya 60 staf medis baru, termasuk 30 dokter, yang tiba di Saemangeum pada hari Kamis sebelumnya.
Obat nyamuk telah disediakan untuk semua peserta dan personel tambahan yang bertugas dalam disinfeksi telah dipekerjakan untuk memberantas serangga di area perkemahan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.