← Kembali ke Blog
Jeong Yoo Jung

Fobia Merebak, Aplikasi Bimbingan Belajar Kena Imbas Kasus Jeong Yoo Jung: Ratusan Mahasiswa Keluar

Muliani Maulidiyah · June 6, 2023
Fobia Merebak,  Aplikasi Bimbingan Belajar Kena Imbas Kasus Jeong Yoo Jung: Ratusan Mahasiswa Keluar

Satu per satu mahasiswa yang tergabung dalam aplikasi bimbingan belajar yang menawarkan jasa les keluar, imbas kasus Jeong Yoo Jung di Busan


KPOPCHART.COM - Ketakutan akan aplikasi bimbingan belajar merebak di Korea Selatan imbas kasus pembunuhan yang dilakukan Jeong Yoo Jung kepada guru les bahasa inggrisnya.

Diketahui sebelumnya, Jeong Yoo Jung telah mencari target kejahatan melalui aplikasi perantara les.

Buntut Kasus Jeong Yoo Jung, menyebar fobia aplikasi bimbingan belajar di sekitar mahasiswi berusia 20-an.

Mengutip upinews.kr, seorang mahasiswi A pada tanggal 5 Juni memposting di komunitas Everytime, komunitas yang digunakan para mahasiswa untuk mengelola study mereka.

"Saya tinggal di Busan, dan saya pusing memikirkan bahwa Jeong Yoo Jung mungkin telah melihat informasi saya." "katanya.

Baca Juga: Nilai Tes Psikopat Jeong Yoo Jung Sudah Dianalisis, Levelnya Lebih Tinggi dari Deretan Pembunuh Sadis Ini!

Berdasarkan laporan view.asiae.co.kr, pada 5 Juni mahasiswa B, yang sering menggunakan aplikasi perantara bimbingan belajar baru saja mengatakan di komunitas Everytime, ia baru saja ditelpon pria paruh baya.

"Saya baru saja menerima telepon dari seorang pria paruh baya. Pria ini juga mengirimi saya pesan yang mengatakan, 'Saya tidak tertarik dengan les, bicara saja. Saya akan memberi Anda jumlah yang Anda inginkan.'

Pada tanggal 6, masih di komunitas yang para mahasiswa juga memposting hal yang sama.

"Saya keluar dari aplikasi les karena saya malu dengan insiden Jeong Yoo Jung", ungkapnya.

Baca Juga: Kementerian Kesejahteraan Terseret Kasus Jeong Yoo Jung, Profesor Psikologi Kriminal: Tak Ada Langkah-Langkah

"Saya membatalkan jadwal les saya hari ini karena saya takut.", ungkap mahasiswa yang lain.

Sebagian besar postingan tentang 'Saya menghapus aplikasi bimbingan belajar karena saya pikir saya mungkin menjadi korban'.

Melansir joongang.co.kr, meski belum ikut keluar aplikasi, tidak sedikit orang yang berpikir untuk berhenti atau mencari alternatif.

"Saya khawatir memposting informasi pribadi seperti foto, jadi saya mempertimbangkan untuk keluar dari grup." kata Lee Mo (19) mahasiswi di Ewha Womans University.

 “Demi keamanan, kami mengubah dari les tatap muka menjadi les video.” Jeong Mo (21) mahasiswi di Universitas Sogang.

Baca Juga: Kantor Kejaksaan Busan Bentuk Tim Investigasi Khusus dengan 3 Kantor Kejaksaan Untuk Kasus Jeong Yoo Jung

Beberapa orang telah mengubah les tatap muka menjadi les video, dan mengatakan bahwa mereka enggan untuk les tatap muka.

Dalam aplikasi bimbingan belajar yang diketahui telah digunakan oleh Jung Yoo Jung, wajah tutor, latar belakang akademis, dan bahkan tempat tinggalnya ditampilkan.

Namun, siswa dan orang tua hanya perlu memverifikasi identitas mereka dengan ponsel mereka.

Sedangkan siswa dan orang tua tidak perlu mengungkapkan informasi detail seperti nama, tempat tinggal, atau sekolah.

Pada tanggal 3, aplikasi bimbingan belajar ini memposting pemberitahuan di beranda.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Jeong Yoo Jung Diungkap Kepolisian Busan: Sempat Pulang dan Belanja

Mereka berjanji untuk 'memperkuat verifikasi identitas untuk siswa dan orang tua, dan mengubah wilayah tempat tinggal dan foto pribadi di profil guru dari wajib menjadi opsional'.

Pada tanggal 26 bulan lalu, Jeong Yoo-jung mendaftar sebagai 'orang tua' di aplikasi bimbingan belajar.

Kemudian mendekati korban yang merupakan guru les bahasa Inggris  (20-an, perempuan) dan berkata , "Saya mencari seseorang untuk mengajar putri saya les bahasa Inggris," dan kemudian pergi ke rumahnya dan dituduh membunuhnya dengan senjata.

Menurut Badan Kepolisian Metropolitan Busan pada hari ini, polisi yakin bahwa motif Jung atas kejahatan tersebut tidak jelas dan sedang melakukan tes diagnosis psikopat sebagai penyelidikan tambahan.

Baca Juga: Pelaku Jeong Yoo Jung Berusia 23 Tahun, Netizen: Dunia Menjadi Semakin Menakutkan Usia Pembunuh Semakin Rendah

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui bahwa Jeong tidak termasuk dalam kategori normal.

Tes diagnostik psikopat terdiri dari total 20 pertanyaan dan dinilai dari 40 poin. Skor 25 atau lebih di Korea dan 30 atau lebih di Amerika Serikat dianggap sebagai psikopat. Masyarakat umum biasanya mendapat skor sekitar 15 poin.

Selain skor, penilaian komprehensif dibuat berdasarkan data seperti perilaku masa lalu, proses pertumbuhan, diagnosis psikiatri, perilaku kriminal masa lalu, dan hasil wawancara profiler.

Badan Kepolisian Nasional diketahui menyerahkan hasil komprehensif ke kejaksaan paling cepat pada tanggal 7. Jaksa berencana melanjutkan penyidikan hingga tanggal 11, saat batas waktu penahanan berakhir, dan kemudian memperpanjang masa penahanan sekali lagi jika perlu.

 

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan