← Kembali ke Blog
Decision to LeaveParasitebargainingalienoidEmergency Declaration

Dunia Perfilman Korea Selatan Disebut Sedang Berada di Kondisi Kritis, Netizen: Semuanya Membosankan…

Tim Kpopchart · March 28, 2023
Dunia Perfilman Korea Selatan Disebut Sedang Berada di Kondisi Kritis, Netizen: Semuanya Membosankan…

Netizen berdiskusi alasan mengapa perfilman Korea Selatan disebut sedang berada di masa kritis karena sepinya penonton film di bioskop.


KPOPCHART.NET – Popularitas industri hiburan Korea Selatan tak hanya melulu soal K-Pop saja, melainkan juga dunia perfilman Korea Selatan juga kerap menjadi buah bibir para penikmat film.

Industri perfilman Korea Selatan sendiri dikenal memiliki sejumlah alur cerita yang tak kalah menarik dengan serial dramanya.

Walau kerap kali kalah saing dengan drama-drama yang dinilai lebih terkenal, kualitas perfilman Korea Selatan patut diacungi jempol.

Tak hanya melulu bahas soal percintaan, film-film asal negeri ginseng tersebut juga banyak yang bergenre horror, fantasi, thriller, misteri, hingga film bertemakan slice of life.

Baca Juga: Industri Film Bioskop Korea Dianggap Kalah Saing Dengan Layanan OTT, Netizen: Saya Merasa Lebih Jijik Karena..

Banyak dibintangi oleh bintang berbakat menjadikan film asal Korea Selatan kerap kali masuk dalam ajang penghargaan bergengsi berskala internasional.

Salah satu film Korea terbaik yang menjadi telah ditonton oleh banyak orang dari berbagai negara ialah film "My Sassy Girl" yang dipopulerkan oleh aktris Jun Ji Hyun.

Baru-baru ini sebuah komunitas online membahas mengenai eksistensi dunia perfilman Korea Selatan yang disebut tengah berada di kondisi kritis.

Netizen secara khusus membahas beberapa film yang baru-baru ini beredar, beberapa diantaranya ialah "Alienoid", "In Our Prime", "Decibel", Confession", hingga "Bargaining".

Film-film tersebut menggaet banyak bintang berbakat yang selama ini mengembangkan karir beraktingnya di dunia perfilman atau yang selama ini dikenal dengan sebutan 'Chungmuro'.

'Chungmuro' sendiri merupakan nama jalan yang pernah menjadi pusat rumah produksi dan industri perfilman pada tahun 1960-an, namun sekarang istilah 'Chungmuro' kerap dikaitkan untuk para selebritis kelas A di Korea Selatan.

Namun, sejak pandemi yang melanda dunia beberapa waktu lalu, perfilman Korea Selatan juga ikut turut berdampak.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Drama dan Film Berdasarkan Kisah Nyata yang Menguras Emosi!

Pasalnya, industri hiburan Korea Selatan menjadi salah satu hal yang digenderungi banyak orang, sehingga pihak produsen banyak mencari celah agar karyanya bisa dinikmati banyak orang di belahan dunia.

Salah satu usaha yang dilakukan ialah menayangkan karyanya melalui platform-platform yang dapat menjangkau penonton internasional.

Namun, rupanya usaha ini tak selalu berujung baik lantaran karena adanya OTT, bioskop-bioskop di Korea Selatan perlahan ditinggalkan oleh para penonton.

Dilansir melalui Pannchoa, netizen membahas mengapa perfilman Korea Selatan dianggap sedang berada di masa kritis.

“Tiket film terlalu mahal saat ini hahaha”

“Film Korea sekarang membosankan. Tiketnya juga mahal jadi tentu saja tidak ada yang mau menontonnya”

Baca Juga: Menjelang Perilisannya IU Bagikan Foto Keseruan Dibalik Layar Film Terbarunya, 'Dream'!

“Tiketnya mahal dan plotnya terlalu klise. Juga, jika Anda menunggu sebentar, itu akan diunggah di OTT jadi mengapa malah menontonnya di bioskop? Tidak ada salah satu dari mereka juga yang layak untuk ditonton.”

“Tidak ada yang perlu ditonton...”

“Uhm... semuanya terlihat membosankan”

“Saya bahkan tidak akan membayar 9.000 KRW (sekitar Rp 100 ribu) untuk menontonnya.”

“Selain 'Decision to Leave' yang dirilis tahun lalu, aku belum pernah ke bioskop sejak Covid haha...

“Semuanya ada di OTT sekarang…”

Bagaimana menurut pendapatmu?

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan