← Kembali ke Blog
Yoon Jae HyunChoi Dong Hoon

Industri Film Bioskop Korea Dianggap Kalah Saing Dengan Layanan OTT, Netizen: Saya Merasa Lebih Jijik Karena..

Aa Hermawan · March 26, 2023
Industri Film Bioskop Korea Dianggap Kalah Saing Dengan Layanan OTT, Netizen: Saya Merasa Lebih Jijik Karena..

Netizen Korea ramai-ramai mengomentari sebuah artikel yang mengatakan bahwa Industri Film Korea sedang mengalami krisis


KPOPCHART.NET - Yoon Jae Hyun seorang master di industri film Korea mengatakan bahwa film Korea mengalami masa-masa sulit dari sebelumnya.

Pangsa penjualan film Korea (19,5%) dan pangsa pemirsa (19,8%) terendah pada Februari sejak 2004.

Yoon menyatakan penyesalannya saat memprediksi masa depan kelam film Korea. Ia juga membandingkan bagaimana industri film Korea selama pandemi masih ada beberapa film yang layak untuk di rilis.

Tetapi, setelah pandemi berangsur berakhir menurutnya hanya ada sedikit investor yang berinvestasi dalam film Korea.

Baca Juga: Menjelang Perilisannya IU Bagikan Foto Keseruan Dibalik Layar Film Terbarunya, 'Dream'!

Yoon Jae Hyun juga dengan berani mengatakan bahwa masa depan film Korea tidak begitu cerah seperti yang ia pikirkan.

Namun, masalah yang lebih besar adalah pandangan publik terhadap krisis industri film Korea yang hanya bersifat apatis.

Sutradara Choi Dong Hoon mengatakan bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menurunkan harga tiket.

Selain malah tiket, Choi Dong Hoon juga menyebut bahwa adanya pandangan dingin bahwa film-film Korea belum mampu secara konsisten menghadirkan karya-karya yang pada dasarnya layak untuk ditayangkan di Bioskop.

Baca Juga: Resmi! Berikut Daftar Film Korea yang Telah Dikonfirmasi Tayang Pada Bulan April Mendatang

Ketika para pegiat di industri film mengatakan bahwa mereka sedang mengalami krisis, nyatanya, penonton juga tidak merasakan krisis.

Sebagai informasi, layanan penayangan film di bioskop biasanya dipatok pada kisaran 15.000 won atau setara dengan sekitar 175 ribu rupiah.

Sementara itu, OTT (layanan video online) terus menuangkan kualitas tinggi dan karya-karya yang berbeda.

Netizen pun memberikan reaksi yang beragam atas permasalahan tersebut.

Mereka mengungkapkan bukan tidak ingin mereka pergi ke bioskop sembari menikmati popcorn, mereka merasakan harga tiket yang sangat mahal terutama bagi kalangan muda.

Baca Juga: Film Korea Peraih Piala Oscar, 'Parasite' Diadaptasi Menjadi Drama Jepang

Beberapa netizen juga mengatakan bahwa kualitas OTT saat ini mampu menyayangi kualitas film bioskop Korea.

Berikut beberapa komentar netizen lainnya:

"Saya merasa lebih jijik karena mereka terus meneriaki saya untuk menonton film seolah-olah mereka mempercayakan kesuksesan industri film kepada publik yang hanya sebagai konsumen"

"Harga tiketnya terlalu mahal, jadi saya tidak menonton kecuali itu adalah film yang dibuat dengan sangat baik. Buatlah film yang bernilai sebanyak itu atau turunkan harga tiketnya"

"Sudah ku bilang turunkan harga tiketnya"

"Saya akan menonton Netflix"

"Kualitas film yang jelek dan harga tiket yang selalu naik, apakah masalah ini bisa diselesaikan dengan memancing emosi masyarakat?"

"Saya tidak akan menonton film sampai harga tiket turun"

"Itu mahal!!! Tunggu sebentar dan tonton ott, seseorang akan menonton dua atau tiga episode dengan uang itu"

"Ott sudah mengambil tempatnya, dan ini hanya aliran. Saya tidak merasa secara psikologis sangat mahal meskipun hanya 1 won, jadi saya tidak membabi buta
menarik konsumen untuk menonton film, tetapi saya perlu bukti 'mengapa kita perlu menyelamatkan industri film' di akhir artikel," dan beragam komentar lainnya.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan

e.transform=''; btn.style.boxShadow='0 10px 15px -3px rgba(0,0,0,0.1)'; }); } })();