Kontroversi Drama The Glory yang Tersembunyi, Mulai dari Kekerasan Sekolah hingga Bermuka Dua

Kontroversi tersembunyi dari drama yang sedang memuncak The Glory 2, masih belum menukan titik terang.
KPOPCHART.NET - Kontroversi dari drama The Glory masih belum usai, semenjak beberapa pemeran hingga sutradara terlibat dalam kasus kekerasan sekolah.
Pada (10/03) lalu, 'The Glory 2' telah dirilis di Netflix, beberapa hari kemudian drama tersebut telah mencatat dengan penonton terbanyak dan masuk kedalam Top Global Netflix.
Dalam waktu 3 hari, The Glory 2 ini mencapai 124,46 juta penonton permenitnya, dan masuk kedalam Top 10 global Netflix.
Serta menduduki nomor 1 di keseluruhan TV dan film berbahasa inggris dan non bahasa inggris, dan menempati peringkat 1 di 23 negara, termasuk Korea Selatan.
Dan berhasil masuk ke daftar 10 besar dari 79 negara, namun The Glory telah di beri julukan sebagai drama kekerasan sekolah, yang disutradarai oleh pelaku kekerasan sekolah juga.
Konroversi tentang sutradara Ahn Gil Ho di masa lalunya masih belum terhapus, pada tanggal 10 Maret tepat sebelum The Glory tayang, berita tentang sutradara pun muncul.
Lalu di hari yang sama sutradara The Glory mengatakan bahwa berita itu tidaklah benar, karena ia bukanlah pelaku perundungan saat di sekolahnya dulu.
Namun, setelah dua hari kemudian Ahn Gil Ho mengakui perbuatannya, dalam wawacaranya dengan Cha Joo Young pemeran drama The Glory pada 15 Maret 2023 lalu mengatakan:
"Saya tidak tahu bagaimana mengverifikasinya, tetapi saya melalui proses untuk memastikan bahwa peran tidak ada hubungannya dengan kekerasan di sekolah", ungkap Cha Joo Young.
Cha Joo Young yang dikabarkan sebagai pemeran pengganti sutradara tersebut, tetapi tim produksi tidak mengklarifikasi fakta dan tetap diam.
"Saya mendekati karakter lebih awal, saya percaya banyak tentang titik awal dari masa sekolah Yeonjin, tetapi tidak ada verifikasi seperti itu. Dan saya tidak yakin itu", tambahnya.
Meskipun pada akhirnya, sutradara Ahn Gil Ho mengakui fakta kekerasan sekolah, namun memproduksi kekerasan sekolah yang hanya di ingat oleh korban, dimana pelaku tidak dapat mengingatnya.
Jika penanganan Ahn Gil Ho atas kontroversi kekerasan sekolah mengecewakan, karena penyangkalannya yang cepat dan pengakuan yang lambat.
Maka tim produksi juga bermasalah, jika tim produksi hanya mengatakan bahwa itu tidak benar, maka komunitas onlie dan media tidak akan terlibat dalam perdebatan apapun.
Tim produksi The Glory tidak boleh melupakan tugas-tugas mereka, untuk mengoreksi ketidak akuratan faktual atau kesalapahaman.
Meskpiun mereka harus bangga dengan drama mereka yang sukses, mereka juga harus bertanggung jawab atas segala kekurangan yang muncul.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.