← Kembali ke Blog
HYBEBTSKPop

HYBE Bakal Terjun di Industri Properti dan Bangun 'Kota KPop'? Publik Menentang Singgung Kesuksesan BTS!

Nabila Sahma Libriyanti · August 23, 2023
HYBE Bakal Terjun di Industri Properti dan Bangun 'Kota KPop'? Publik Menentang Singgung Kesuksesan BTS!

Jadi sorotan, keputusan HYBE berkecimpung di dunia properti dan bangun 'Kota KPop' tuai kontroversi, nama BTS disinggung publik.


KPOPCHART.NET - HYBE, agensi BTS, SEVENTEEN, TXT, LE SSERAFIM, ENHYPEN, NewJeans, dan idol KPop populer lainnya dikabarkan akan terjun ke bisnis properti bertajuk 'Kota KPop'.

Citra BTS dkk takut terseret, keputusan HYBE untuk terjun ke industri properti atau real estate bertajuk 'Kota KPop' jadi sorotan publik.

Keputusan si agensi BTS, HYBE yang bakal berkecimpung dalam proyek 'Kota KPop' dilaporkan Herald Economy pada hari Rabu (23/08).

Dilansir dari Herald Economy, HYBE tertulis berpartisipasi sebagai pemegang 5% saham dalam proposal 'Proyek Kota Incheon Sangdo K-Contents (KPop)'.

Baca Juga: 'Seven' Sukses Berat, Jungkook BTS Diprediksi Bakalan Menang Daesang! KNetz: Tapi NewJeans dan IVE...

Jenis properti yang akan digeluti oleh HYBE tersebut nantinya akan dibangun dalam bentuk konstruksi apartemen di The Incheon Economic Zone (IFEZ), Songdo International City Blok R2.

HYBE diduga mendapat perlakuan istimewa, tempat dibangunnya apartemen tersebut akhir-akhir ini jadi perbincangan dan menuai kontroversi karena agensi BTS dkk tersebut jadi pemegang saham yang diikutsertakan dalam rencana pembangunan real estate berskala besar.

Proyek properti HYBE tersebut dimulai pada 26 Juli dan siaran pers berjudul 'Kota KPop Memasuki Songdo' dirilis.

Singgung kesuksesan BTS, dalam proposal juga disebutkan, "Kota Internasional Songdo Incheon akan tumbuh menjadi kota budaya dan seni KPop global dimana perusahaan hiburan tergabung dalam grup idola kelas dunia ikut serta."

Baca Juga: Iklankan Samsung Galaxy Z Flip 5, Jimin BTS Tunjukkan Pengaruhnya Berhasil Buat KNetz Ramai Bilang Gini!

Proyek pengembangan 'Kota KPop' tersebut diperkirakan menelan biaya 6,8 Triliun Won atau lebih dari 77,9 Triliun Rupiah termasuk biaya lahan.

Awalnya, pengusul proyek (KC) berencana untuk mendirikan perusahaan investasi pembiayaan proyek (PFV) dengan Hyundai, Meritz Securities, pengembang real restat Nexplan, HYBE, dan perusahaan investasi asing.

Namun, proyek tersebut berubah menjadi proposal penawaran umum ketika kantor ekonomi Incheon mencoba melakukan promosi melalui kontrak swasta, tetapi menjadi kontroversial karena perselisihan tentang perlakuan istimewa.

Dalam proposal proyek 'Kota KPop' tersebut, HYBE nantinya akan berpartisipasi dalam menciptakan industri budaya, seni, dan pariwisata global serta membangun kompleks perumahan berskala besar dengan tema konten KPop.

Baca Juga: Tampil Bersinar, Momen V BTS di Bandara Menuju Jepang Jadi Topik Hangat Netizen Korea: Pagi-Pagi kok...

Proyek 'Kota KPop' tersebut mencanangkan untuk membangun total 7958 hunian termasuk 7180 apartemen dan 774 perkantoran.

Karena temanya sendiri adalah 'Kota KPop', HYBE dikhawatirkan pemegang saham yang lain mendapatkan perlakuan instimewa.

Padahal, faktanya dalam proposal tertulis hanya 5,09% dan 4,52% fasilitas yang terkait dengan 'KPop Dome' dan 'K-Contents', tetapi dijadikan sebagai fasilitas inti dan jika kedua fasilitas tersebut digabungkan, maka jumlahnya kurang dari 10% dari total area proyek.

Diketahui, tujuan utama proyek pengembangan proyek tersebut sebenarnya hanyalah pembangunan komplek perumahan, tapi secara khusus HYBE disebutkan mengajukan diri untuk berpartisipasi.

Sukses dengan BTS dkk, HYBE dengan kepemilikan saham 5% nya di proyek real estate tersebut tuai perhatian publik karena memasuki yang bukan bidangnya dan akan memasukan unsur budaya dan seni.

Seorang pejabat dari industri bisnis bahkan menentang terlibatnya HYBE pada proyek pembangunan real estate 'Kota KPop' karena takut merusak citra sang agensi dan para artisnya, BTS dkk.

Apalagi, dalam proposal disebutkan 'grup idola dunia ikut serta', yang dalam hal ini adalah BTS, grup besutan HYBE.

Meski tidak ada larangan bagi perusahaan hiburan dalam membangun properti, menurut pejabat industri bisnis blok Songdo R2 sangat kontroversial karena perlakuan instimewa.

"Untuk ekspansi bisnis, tidak ada undang-undang yang mengatakan perusahaan hiburan tidak boleh berpartisipasi dalam pembangunan apartemen, tetapi blok Songdo R2 sangat kontroversial karena perlakuan instimewa, jadi sepertinya melakukan itu akan jadi sesuatu yang salah dan bahkan dapat merusak citranya," jelas pejabat industri bisnis dilansir dari Herald Economy.

Netizen Korea Selatan tampaknya juga memiliki penilaian yang sama dengan pejabat industri bisnis tersebut, berikut beberapa komentar mereka pada kabar bergabungnya HYBE di proyek 'Kota KPop' dengan menyertakan nama BTS:

"Kenapa perusahaan hiburan sangat terobsesi dengan hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia hiburan?"

"Ini sudah keterlaluan,"

"Apakah kamu berusaha untuk jadikan BTS grup Chaebol?"

"Oh aku membencinya. Artikelnya bilang proposal menyebut-nyebut nama Bangtan, seharusnya sebut saja nama Bang Si Hyuk,"

"Kalau HYBE cuma pegang 5% saham di untuk pembangunan dome bukankan keterlaluan berkecimpung terlalu banyak di sana?"

"Itu dibilangnya Kota KPop, tapi apartemen jadi bangunan utamanya hahaha,"

"Bilang aja mau bangun stadion konser,"

"Kalau bisa, buat saja venue konser yang bagus.. Masuk akal nggak sih di negara perintis KPop tapi nggak ada venue yang proper?" dan beragam komentar lainnya.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan