Michael, Anak Indonesia Ini Jadi Sorotan Media Korea Usai Lakukan Operasi di Seoul Karena Penyakit Langka

Michael, anak dari Indonesia ini mendapatkan sorotan media Korea usai lakukan operasi di Rumah Sakit Severance Seoul karena penyakit langka
KPOPCHART.NET – Michael (7) seorang anak yang berasal dari Indonesia menjadi sorotan media Korea usai lakukan operasi di Seoul karena penyakit langka.
Karena penyakit langka ini, Michael, anak dari Indonesia ini melakukan operasi di Seoul hingga jadi sorotan media Korea.
Media Korea bernama News1 menyoroti bagaimana Michael, anak dari Indonesia ini mendapatkan harapan hidup usai operasi di salah satu rumah sakit yang ada di Seoul.
Baca Juga: NMIXX Bawakan 'The Feels' by TWICE di KCon LA 2023, Netizen: Mereka Bisa Jadi Grup Teratas Jika...
Michael menderita penyakit langka bernama Ectopia Cordis, dimana hanya ada 5 dari 1 juta orang terkena penyakit langka ini.
Ectopia Cordis adalah penyakit langka dimana jantung tidak berada di tempat semestinya atau berada di luar tubuh.
Lebih dari 90% bayi baru lahir dengan penyakit langka ini akan meninggal atau hidup kurang dari tiga hari.
Baca Juga: Aksen Inggris Jang Wonyoung IVE Saat Jadi MC di KCon LA Digibahin Netizen: Suara dan Aksennya Kok...
Begitu juga dengan Michael, staf medis Indonesia memvonis Michael akan hidup kurang dari dua tahun setelah kelahirannya.
Michael tidak bisa mendapatkan perawatan yang layak karena kondisi ekonomi keluarganya yang kesulitan.
Michael juga tidak bisa beraktivitas dan bermain dengan teman-temannya karena kondisi jantung Michael yang berada di luar tubuh, dalam kasus Michael jantungnya berada di dada bagian luar.
Jika jantung Michael terkena sentuhan sedikit saja, maka jantungnya akan berdegup kencang dan rentan terkena serangan jantung.
Seorang pastor dari salah satu gereja di Indonesia, dimana Michael sering datang ke gereja tersebut, mencoba menghubungi berbagai tempat agar bisa menolong Michael.
Sang pastor akhirnya berhasil terhubung dengan tim kerja sosial Rumah Sakit Severance Seoul melalui perusahaan berbagi cinta global.
Rumah Sakit Severance memilih Michael sebagai kandidat untuk 'Global Severance, Global Charity', sebuah program perawatan untuk pasien dari negara-negara yang kurang terlayani.
Para profesor di Rumah Sakit Severance Seoul yaitu Profesor Han Seok Joo (bedah anak), Jeong Won Won (kardiologi anak), dan Shin Yu Rim (bedah kardiovaskular) segera menjadwalkan operasi usai memeriksa CT jantung Michael dan data tes lainnya.
Jantung orang normal biasanya memiliki dua ventricle, namun Michael hanya memiliki satu ventricle.
Baca Juga: Doyoung TREASURE Ungkap Agama yang Dianutnya, Netizen: Udah Seagama, Tapi Kapan Sehatinya?
Selain itu, tidak adanya arteri pulmonalis untuk memompa darah ke paru-paru, dan hanya ada satu katup jantung yang seharusnya empat, menyebabkan darah mengalir mundur.
Kedua darah tersebut bercampur di dalam jantung, mengakibatkan hipoksia kronis, menimbulkan kekhawatiran akan penurunan fungsi jantung serta organ lain seperti otak.
Operasi Michael berjalan cukup sulit. Profesor Han Seok Joo dan Shin Yu Rim, yang melakukan operasi, pertama kali membuat bahan buatan baru untuk diafragma, otot yang memisahkan dada dan perut, untuk memasukkan jantung ke dalam tubuh.
Tidak ada cukup ruang di dada untuk menampung jantung, jadi harus menggunakan perut.
Selain itu, reseksi septum atrium, yang memungkinkan darah bercampur dengan baik di dalam ventrikel tunggal, dan operasi plastik katup, yang mencegah regurgitasi katup, dilakukan pada waktu yang bersamaan.
Pada tanggal 17, Rumah Sakit Severance Seoul mengumumkan bahwa operasi Michael telah berjalan dengan lancar dan menunggu pemulihan sebelum kembali ke Indonesia.
Sejak 2011, Rumah Sakit Severance telah mengundang pasien asing yang menderita masalah ekonomi dan keterbatasan standar medis ke Korea melalui 'Global Severance, Global Charity' untuk memberikan pengobatan.
Hingga saat ini, 226 pasien dari 29 negara, termasuk Haiti dan Kenya, telah diundang dan dirawat melalui total dana dukungan internal dan eksternal sebesar KRW 8,8 miliar.
Operasi dan rawat inap Michael, senilai sekitar 300 juta Won, juga dilakukan melalui program ini.
Profesor Han Seok Joo berkata, "Ada banyak pasien yang menderita penyakit langka seperti Michael, tetapi kebanyakan dari mereka tidak dapat menjalani operasi."






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.