Menyelamatkan Jambore, Kpop Super Live Ternyata Merugikan Sektor Sepak Bola Sebesar 1 Miliar KRW, Kok Bisa?

Konser Jambore Kpop Super Live berakhir meriah. Namun penggemar sepak bola justru marah karena kerusakan yang terjadi di stadion usai konser
KPOPCHART.NET – Jambore telah berakhir dan ditutup dengan konser Kpop Super Live yang meriah, namun penggemar sepak bola Korea Selatan justru marah.
Penggemar sepak bola marah gara-gara stadion yang dipakai untuk konser Kpop Super Live Jambore menjadi rusak.
Meski digadang-gadang sebagai penyelamat Jambore, Kpop Super Live rupanya menjadi bencana bagi sepak bola.
Baca Juga: Buruk Saat Sorot NCT DREAM, Netizen Kritik Kameramen Kpop Super Live Jambore: Kayak Kamera...
Sebelumnya, Jambore telah mencoreng nama baik Korea karena buruknya penanganan dan fasilitas yang diberikan untuk peserta Jambore.
Mulai dari tenda di lapangan yang tidak memadai, hingga membuat peserta dilanda gelombang panas dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Selain itu, makanan yang busuk serta dugaan peserta laki-laki yang mengintip di kamar mandi wanita juga menjadi hal buruk yang terjadi di Jambore.
Baca Juga: Peserta Jambore Dunia Pamer Photocard BTS Usai Konser Kpop Super Live, Netizen: Sangat Jinhit!
Karena semua hal tersebut, Jambore akhirnya dibatalkan dan diganti dengan Kpop Super Live.
Hal itu menjadi kontroversi karena pihak Jambore diduga memaksa beberapa artis untuk tampil di acara tersebut.
Dugaan pemaksaan tampil tersebut pun menuai banyak kritik dari publik dan para penggemar.
Pengamanan para pekerja di lokasi stadion juga dianggap buruk dan bisa mengancam para pekerja.
Selain itu, topan khanun juga menghantui selama proses dilangsungkannya Kpop Super Live.
Saat Kpop Super Live dilangsungkan, beberapa tempat di Korea Selatan memang diperkirakan akan terjadi topan, salah satunya di Seoul.
Namun, Seoul World Cup Stadium akhirnya dipilih jadi tempat terakhir untuk mengadakan konser Kpop Super Live tersebut.
Stadion dipilih karena tempat itu bisa menampung peserta Jambore yang jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 45.000 peserta.
Usai dilakukan konser Kpop Super Live, hal itu rupanya menjadi mala petaka di dunia sepak bola.
Pasalnya, Seoul World Cup Stadium baru saja direnovasi besar-besaran dengan menghabiskan anggaran sekitar 1 miliar KRW atau dalam rupiah sekitar 11,5 miliar Rupiah.
Dana tersebut dialokasikan untuk memasang rumput hibrida di area stadion.
Namun setelah konser, banyak rumput yang rusak sehingga semua renovasi tersebut menjadi sia-sia hanya dalam waktu semalam.
Penggemar sepak bola mengkritik mereka karena menggunakan olahraga sebagai pion dalam permainan mereka.
Pemerintah berjanji akan meminimalkan kerusakan dan memulihkan lapangan dengan cepat setelah konser.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.