Setelah Jadi Aib Internasional Jambore Dunia di Korsel Berhasil Tinggalkan Stigma Buruk, War Politik Dimulai?

Sepertinya setelah menjadi aib Internasional, Jambore Dunia yang diadakan di Korsel meninggalkan stigma buruk dan perang politik dimulai
KPOPCHART.NET - Pada (11/8), akhirnya Jambore Dunia yang diadakan di Korsel resmi ditutup melalui konser Kpop Super Live.
Jambore Dunia di Korsel sendiri sebelumnya disebut sebagai aib internasional karena berbagai hal berantakan, dan membuatnya buruk di mata dunia.
Entah ini keegoisan pemerintah, ada pihak yang memanfaatkan acara ini, pasca berakhirnya Jambore Dunia di Korsel perang politik sepertinya akan segera dimulai.
Walau menghadirkan banyak grup dan idol Korea yang top ketika penutupan seperti NCT Dream, The Boyz, Jo Yuri, KARD, Kwon Eunbi, NewJeans, hingga IVE, itu tidak menutup kebobrokan bahwa selama ini Jambore Dunia di Korsel pincang.
Hal itu kembali meninggalkan stigma sebagai acara internasional yang terburuk sepanjang masa, persiapan dan pengoperasian kompetisi dimana semuanya berantakan.
Baca Juga: Terlihat Pembina Jambore Dunia Korsel Asal Indonesia ini Begitu Histeris Ketika NewJeans Tampil!
Hal ini bahkan semakin meningkat menjadi pertempuran politik tentang siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Siapa yang bisa masyarakat percaya? pemerintah atau politisi? lagi-lagi rakyat yang menjadi korban dari keegoisan.
Jambore Dunia Saemangeum dimulai dengan perayaan yang luar biasa, sekitar 40 ribu peserta dari berbagai negara berkumpul dan hal ini adalah yang terbesar.
Presiden Yoon Seok Yeol dan istrinya yang sedang berlibur juga menghadiri upacara pembukaan Jambore Dunia di Korsel.
"Kemandirian dan tanggung jawab yang dikembangkan melalui kepanduan, semangat pelayanan kepada tetangga.
Dan sikap pengabdian kepada negara akan membuat anda menjadi pemimpin yang hebat di masyarakat pada masa depan."
Tindakan telah diambil sebelumnya terkait masalah yang terjadi akibat gelombang panas.
Tanggapan cepat diharapkan, tetapi pemandangan berantakan karena kurangnya tenaga medis dan rumah sakit yang menanganinya.
Mulai dari minimnya fasilitas naungan, toilet, dan kamar mandi hingga masalah kebersihan makanan.
Itu benar-benar berantakan, Lee Ki Soon selaku Wakil Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga mengatakan, "Saya pikir musim hujan lebih lama dari yang kami perkirakan dan gelombang panas jauh lebih tinggi."
Salah satu peserta dari Amerika, Michelle mengatakan, "Unit kami baik-baik saja, tetapi unit lain tampaknya mengalami banyak masalah, saya kecewa karena mereka meninggalkan acara (Jambore Saemangeum telah berjalan setengah acara).
Dalam situasi ini dimana diragukan apakah jadwal yang dijadwalkan dapat diselesaikan, berita buruk tentang topan ditambahkan dan mengakibatkan situasi belum pernah terjadi sebelumnya sehingga acara dihentikan lebih awal.
Persiapan dan pengoperasian kompetisi terlalu buruk untuk dikaitkan dengan kondisi cuaca saja seperti gelombang panas dan topan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.