← Kembali ke Blog
Topan KhanunJambore Pramuka Dunia

Topan Khanun Semakin Mendekat, 40 Ribu Peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan Dievakuasi

R.A Ayu Poernamaningrum · August 9, 2023
Topan Khanun Semakin Mendekat, 40 Ribu Peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan Dievakuasi

Buntut munculnya Topan Khanun, 40 ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia harus dievakuasi ke Kota Seoul. Amankah mereka?


KPOPCHART.NET - Tampaknya masalah yang terjadi pada Jambore Pramuka Dunia 2023 ini tidak ada habisnya, ya. Tak heran banyak delegasi negara yang komplain terhadap pihak penyelenggara. 

Bukan hanya cuaca panas ekstrem, kali ini Jambore Pramuka Dunia yang berlangsung di Saemangeum, Korea Selatan harus menghadapi Topan Khanun. Badai ini sudah menerjang beberapa prefektur di Jepang pada Sabtu (5/8) lalu. 

Pergerakan Topan Khanun yang tidak bisa diprediksi ini membuat Pemerintah Korea Selatan relokasi venue Jambore Pramuka Dunia ke-25 ini. 

Baca Juga: OP Sebut Korea Selatan Tetap ‘Berlutut’ Ke BTS untuk Tampil di Jambore, Dimana Grup Lain yang Berprestasi Ini?

Topan Khanun sendiri sudah berputar-putar di bagian barat daya Jepang selama lebih dari seminggu. 

Badai ini menyebabkan hujan deras, pemadaman listrik, serta sejumlah tempat tinggal mengalami kerusakan.

Dilansir dari Reuters, acara yang melibatkan 156 negara ini seharusnya berlangsung 1-12 Agustus 2023. 

Namun, baru memasuki hari pertama saja, ratusan peserta mulai mengalami gejala ringan heatwave atau gelombang panas

Baca Juga: Setelah NewJeans, Kini ITZY Hingga Mamamoo Dikonfirmasi Akan Tampil di Jambore Dunia, Netizen: Jungkook Juga?

Berdasarkan laporan AlJazeera, sekitar 1.000 bus sudah mendatangi perkemahan yang berada di daerah Jeolla Utara ini pada Selasa (8/8) pagi. 

Sekitar hampir 40.000 peserta Jambore Pramuka Dunia ini dievakuasi ke Ibukota Seoul. Rata-rata usia peserta adalah remaja. 

Itu sebabnya, mereka lebih rentan terkena masalah kesehatan ketika cuaca panas ekstreem muncul.

Bus-bus yang mengantar para anggota pramuka sedunia ini dikawal langsung 273 kendaraan polisi patroli.

Mereka diantar ke 128 lokasi akomodasi yang disediakan Pemerintah Korea Selatan. 

Baca Juga: Konser dan Penutupan Jambore Dunia ke-25 Bakal Digelar Di Stadion Ini! Begini Kata Kementrian Budaya Korea

Dikutip dari ANI News, “Untuk lima hari ke depan, pemerintah tetap akan meneruskan program jambore ini. Kami akan mendukung agar peserta merasakan pengalaman jambore,” ungkap Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Lee Sangmin.

Dilansir dari Arab News, para peserta Jambore Pramuka Dunia yang masih bisa mengikuti acara ditempatkan di asrama universitas, asrama pemerintah, training center, dan juga hotel di sekitar Kota Seoul. 

Sedangkan beberapa kontingen sudah memilih lebih dulu meninggalkan acara internasional ini pada pekan lalu. 

Berdasarkan laporan AlJazeera, 4.500 peserta jambore asal Inggris sudah dipindahkan ke sejumlah fasilitas hotel di Kota Seoul pada Jumat (4/8) lalu. 

Baca Juga: Fandom BTS Buat Pernyataan Penolakan Untuk Tampil di Acara Jambore Dunia: Mereka Menyalahgunakan Kekuasaan!

Sedangkan 1.000 peserta asal Amerika Serikat dikabarkan dievakuasi ke Camp Humphreys. Sebuah pangkalan militer yang berada 70 km utara Kota Seoul.

Berdasarkan informasi dari ABC.NET, kontingen asal Australia dan New Zealand juga melakukan evakuasi sejak Rabu (2/8) menuju sejumlah hotel di Kota Seoul.

Dikutip dari AlJazeera, “Ini pertama kalinya dalam 100 tahun Jambore Pramuka Dunia harus menghadapi tantangan-tantangan yang sulit dan parah,” ungkap Sekretaris Jenderal Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia, Ahmad Alhendawi.

“Ini sangat mengecewakan, Kondisi cuaca yang buruk membuat kami harus mengubah semua rencana yang sudah disusun rapi sebelumnya,” tambahnya.

Baca Juga: Jin dan J-Hope Sedang Wamil, Kemenhan Respon Permintaan Penampilan BTS di Jambore Dunia, Netizen: ARMY Akan...

Tentunya perubahan ini lebih baik dilakukan demi keselamatan para peserta Jambore Pramuka Dunia tersebut. Jangan sampai ada korban jiwa.

Perlu diketahui, berdasarkan perkiraan cuaca. Topan Khanun akan membawa angin kencang dan hujan deras di Korea Selatan pada hari 9-11 Agustus mendatang. 

Pihak Pemerintah Korea Selatan menginstruksikan untuk menutup daerah pesisir, jalur pendakian, tepi sungai, terowongan bawah tanah dan sejumlah tempat lainnya yang rentan akan banjir. 

Semoga semua peserta Jambore Pramuka Dunia selamat. Jangan lupa untuk selalu waspada.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan