← Kembali ke Blog
GyeonggiSeongnamchoiYoonChoDaedeok DaejeonSeochoSillim

Buntut Kejahatan Penusukan, Korea Akan Pertimbangkan Untuk Penjara Seumur Hidup!

Egi Nurcahyani · August 4, 2023
Buntut Kejahatan Penusukan, Korea Akan Pertimbangkan Untuk Penjara Seumur Hidup!

Buntut penusukan dimana-mana di Korea, kepolisian Korea bersiap untuk mempertimbangkan adanya penjara seumur hidup tanpa pengampunan


KPOPCHART.NET - Pemerintah kembali mempertimbangkan untuk memperkenalkan penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat untuk kejahatan serius.

Serangkaian kejahatan dimana mengancam serangan muncul di seluruh negeri di Korea menyusul amukan di penikaman Stasiun Sillim Seoul Selatan dan sebuah departemen store di Seongnam, Gyeonggi.

Pada Kamis malam, seorang pria berusia 22 tahun bernama Choi menabrakkan kendaraannya ke pejalan kaki di luar department store dekat Stasiun Seohyeon di Seongnam, Gyeonggi.

Dia menyerang seorang pembeli dengan pisau di dalam gedung, serangan tersebut menyebabkan 14 orang luka dengan dua kondisi kritis dan berisiko mengalami kematian otak, (4/8).

Baca Juga: Tak Seperti HIGHLIGHT, Ini Cara Jitu INFINITE Yakinkan Woolim Entertainment Untuk Dapatkan Trademark Grup!

Serangan itu mirip dengan serangan penusukan bulan lalu di luar Stasiun Sillim di Seoul selatan.

Dimana seorang pria berusia 33 tahun bermarga Cho menyerang 4 pria dengan pisau dan menewaskan satu orang dan melukai 3 lainnya.

Insiden ini telah memicu pola yang mengkhawatirkan dari kekerasan yang serupa dan ancaman serangan peniru online.

Pada hari Jumat, seorang pria tak dikenal berusia akhir 20-an menikam seorang guru sekolah menengah beberapa kali di wajah dan dada di sebuah sekolah menengah di Distrik Daedeok Daejeon, 139 kilometer selatan Seoul. 

Tersangka dilaporkan memasuki gerbang depan setelah memperkenalkan dirinya sebagai lulusan sekolah dan mencari korban di kantor guru. 

Baca Juga: Terlihat Bossy, Ahn Bo Hyun Minta Staff Untuk Pegang Naskahnya saat Syuting, Netizen Tak Nyaman: Lewati Batas

Setelah penyerangan, guru tersebut melarikan diri ke kantor administrasi dan melaporkannya ke polisi, sementara tersangka melarikan diri.

Polisi menangkap tersangka, yang diidentifikasi sebagai mantan siswa yang pernah diajar oleh korban, tujuh hingga delapan kilometer dari tempat penyerangan terjadi sekitar dua jam kemudian dan sedang menyelidiki motifnya. 

Korban dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar dan menjalani operasi.

Dalam insiden terpisah, seorang pria bersenjatakan pisau berusia 20-an ditangkap di lantai dasar Terminal Bus Ekspres Seoul di Distrik Seocho, (4/8).

Menurut Kantor Polisi Seocho, polisi menerima laporan tentang dia pada pukul 10:39, dan menangkap pria tersebut, yang ditemukan membawa dua pisau dapur di lantai pertama terminal, sekitar enam menit kemudian, tidak ada korban yang dilaporkan.

Baca Juga: Penggemar NCT dan NewJeans Ditipu Selama 2 Tahun, Seorang Pria Dijatuhi Hukuman Penjara!

Polisi sekarang sedang menyelidiki 11 postingan yang dibuat di komunitas online DC Inside dan melalui messenger Telegram, di mana pengguna secara eksplisit mengancam akan melakukan serangan serupa, meniru serentetan penusukan baru-baru ini.

Ancaman ini, yang merinci waktu dan lokasi kemungkinan serangan baru, telah menimbulkan ketakutan publik, terutama karena tersebar secara online melalui tangkapan layar. 

Lokasi serangan yang diperingatkan terutama di stasiun kereta bawah tanah di Busan, Seoul dan kota-kota di Provinsi Gyeonggi dekat tempat amukan hari Kamis terjadi. 

Meski beberapa postingan telah dihapus pada Jumat sore, ketakutan publik semakin meningkat karena tangkapan layar postingan tersebut tersebar secara online. 

Baca Juga: Tampil Chic dan Flawless, Hanni NewJeans Pancarkan Citra Muda dan Keren di Pemotretan ELLE!

Patroli polisi telah meningkat di area tertentu, dengan petugas darurat tambahan dan layanan ambulans siaga.

Menanggapi rentetan kejahatan tersebut, polisi dan Kementerian Kehakiman menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap kejahatan berat.

Komisaris Jenderal Badan Kepolisian Nasional Korea Yoon Hee-keun memberikan pernyataan kepada negara di markas besar badan tersebut di Seoul, Jumat, di mana ia menyatakan "Pemolisian (Segala upaya atau strategi polisi untuk menciptakan dan memelihara Kamtibmas baik dan tindakan preventif, preemetif, maupun represif) khusus terhadap kejahatan serius sampai kekhawatiran masyarakat mereda."

Yoon mendesak petugas polisi untuk menggunakan senjata api dan senjata bius terhadap pelaku di lokasi penusukan yang mengamuk dan mengatakan polisi akan melacak dan menghukum berat mereka yang memposting ancaman online yang mengumumkan kejahatan peniru. 

Kementerian Kehakiman juga mengumumkan, Jumat, bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk menerapkan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat bagi pelaku kejahatan berat.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan