← Kembali ke Blog
BarbiepatriarkiKoreaKobisfeminisOECDSmugglersMission Impossible Dead Reckoning Part One

Film 'Barbie' Disambut Buruk di Korea, Diduga Sentimen Negatif Feminis dan Budaya Patriarki Muncul!

Egi Nurcahyani · August 4, 2023
Film 'Barbie' Disambut Buruk di Korea, Diduga Sentimen Negatif Feminis dan Budaya Patriarki Muncul!

Film 'Barbie' tidak mendapatkan popularitas yang baik di Korea, diduga adanya sentimen negatif feminis dan budaya patriarki


KPOPCHART.NET - Film "Barbie" disambut dengan sangat buruk di Korea karena munculnya sentimen negatif feminis dan budaya patriarki muncul.

"Barbie" berforma buruk di Korea karena sentimen negatif muncul terhadap sikap feminisme di Korea yang masih sangat tabu.

Berbeda dari Korea, film "Barbie" mendapatkan popularitas yang begitu signifikan di Amerika Utara.

Namun, eksistensi "Barbie" sepertinya tidak seperti negara yang lain, diduga adanya sentimen terhadap gerakan feminisme.

Melalui media Guardian (2/8), "Barbie" buruk di Korea karena adanya ketakutan yang dilabeli dengan feminis.

Menurut Sistem Informasi Box-Offica Korea (KOBIS), film "Barbie" yang dirilis pada 19 Juli telah mencatat kumulatif penonton sekita 460.000.

Baca Juga: Pamer Foto Topless di Kasur, DAWN eks PENTAGON Malah Dikritik Tidak Sopan Karena Salah Satu Posenya!

Dan untuk perbandingan film "Mission Impossible-Dead Reckoning Part One" yang tayang pada 14 Juni telah terjual 3,6 juta tiket dan "Pixar's Elemental" telah terjual 5,8 juta.

Shim Hae In seorang aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Guardian terkait feminis yang masih tabu dan budaya patriarki yang masih kuat.

"Saya pikir 'Barbie' tidak diragukan lagi menyoroti fakta bahwa film yang berpusat pada perempuan dengan humor feminis masih dianggap tabu.

Wanita mungkin ragu untuk pergi menonton film karena ketakutan dicap sebagai feminis di Korea Selatan adalah nyata.

Kata 'feminisme' telah menjadi kata kotor bagi banyak individu di Korea, dan orang-orang tidak mau mengakui dan merasa tidak nyaman menghadapi patriarki yang mengakar kuat yang telah mendorong masyarakat begitu lama."

Menurut media Guardian, Korea masih sangat patriarkal dan menempati peringkat rendah dalam kesetaraan gender diantara negara-negara maju.

Memiliki kesenjangan upah gender terburuk diantara negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Korea terus menempati peringkat terakhir dalam Indeks Plafon Kaca Ekonomi yang mengukur seberapa setara perempuan diberlakukan di tempat kerja.

Korea menduduki peringkat ke 29 dari 29 negara yang di survei pada Maret 2023 dan tetap berada di bawah selama 11 tahun berturut-turut.

Baca Juga: Masakan Korea ini Adalah Rahasia Kecantikan dan Kulit Jadi Glowing, Hanya dengan Bahan Dasar Daging!

Presiden Korea Selatan sendiri diduga berperan dalam budaya patriarki di Korea.

"Yoon Suk Yeol, sekarang presiden negara itu, mengingkari label feminis saat dia mencalonkan diri.

Dia sebelumnya mengatakan bahwa feminisme adalah penyebab angka kelahiran di negara tersebut, yang saat ini merupakan yang terendah di dunia, dan menyatakan bahwa Korea Selatan 'tidak memiliki diskriminasi gender struktural'," tulis Guardian.

Kritikus film Young Sung Eun juga memberikan pendapatnya tentang orang Korea yang pada prinsipnya menyetujui kesetaraan gender, dan dianggap sebagai feminis radikal karena dianggap sebagai masyarakat konservatif.

"Dalam konteks ini, pendidikan kesetaraan gender Greta Gerwig tidak terlalu menarik.

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Gunakan Kaos LGBTQ dan Dapat Pujian, Netizen Komentar Begini!

Karena  'Barbie'  dimaksudkan untuk menjadi film yang menghibur, menyajikan tema-tema sensitif seperti itu secara mencolok mungkin tidak beresonansi dengan baik."

The Guardian juga menyebabkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, feminisme telah diasosiasikan dengan perilaku radikal dan konotasi negatif terutama di komunitas online yang didominasi pria.

Jason Bechervaise adalah kritikus fim di industri perfilman Korea mengaku tidak heran dengan kinerja "Barbie" yang kurang baik di Korea.

Namun, dia juga mengatakan bahwa film Korea dengan pemeran dan alur cerita yang berpusat pada wanita berhasil dengan baik di Korea.

"Beberapa film yang digerakkan oleh wanita telah berjuang secara lokal, dan anti-feminis pasti akan menyerang film semacam itu, tetapi saya tidak melihat ini sebagai satu-satunya alasan Barbie tidak tampil di sini.

Faktanya, 'Smugglers' yang diproduksi secara lokal yang menampilkan pemeran wanita bertubuh besar, menduduki puncak box office lokal."

Baca Juga: YG Masih Belum Pasti! Muncul Spekulasi BLACKPINK Akan Nasib Sama dengan iKON, KNetz Minta Fokus BABYMONSTER?

"Smugglers" sendiri adalah film aksi kejahatan yang dibintangi oleh Kim Hye Soo, Go Min Si, dan Zo In Sung, tentang wanita penyelam bebas yang mulai menyelundup setelah kehilangan pekerjaan.

Jason Bechervaise menambahkan bahwa Korea adalah pasar yang unik, awal tahun ini sebelum perilisan "Barbie", Warner Bros Korea mendapatkan kecaman karena menghapus sebuah kutipan pemberdayaan perempuan.

Sedangkan versi asli memiliki tulisan, "'Barbie' adalah segalanya, dan dia hanya Ken", poster Korea menghilangkan kutipan yang mengangkat topik "Maskulinitas Korea yang rapuh."

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan