Alasan Big Hit Tak Debutkan Girl Group selama 6 Tahun, Pernah Punya Girl Group yang Terkena Banyak Scandal?

Pernah debutkan girl group yang anggota memiliki beberapa masalah, Big Hit putuskan untuk tak mau memiliki girl group selama enam tahun.
KPOPCHART.NET - Big Hit meruapakan perusahaan hiburan Korea Selatan yang memiliki beberapa artis sukses.
Namun, grup yang dinaungi oleh Big Hit, semuanya merupakan boy group, contohnya BTS dan TXT.
Meskipun begitu, melalui HYBE Label, Big Hit bisa mendebutkan beberapa girl group yang naik daun di Korea Selatan dan di dunia.
Tetapi hal itu berlangsung sangat lama sebelum HYBE berani mendebutkan grup seperti LE SSERAFIM dan NewJeans.Terdapat pertanyaan kenapa Big Hit tidak mendebutkan girl group selama enam tahun lamanya?
Walaupun produser Bang Si Hyuk tidak pernah mengkonfirmasi, kebijakan khusus untuk mendebutkan grup laki-lakinya mungkin berasal dari kegagalan total GLAM, girl group pertama Big Hit Entertainment.
Sebelum BTS terbentuk, produser Bang Si Hyuk, bermitra dengan Source Music, dan memutuskan untuk membuat girl group.
Pada Juli 2012, GLAM memulai debutnya sebagai group kolaboratif, dengan produser Big Hit Entertainment dan Source Music sebagai pengelola.
Awalnya, GLAM terdiri dari lima anggota. Mereka pernah membawakan lagu utama debut Bang Si Hyuk dan Pdogg "Party(XXO)" dengan SeeU, seorang vocaloid yang suaranya dimiliki oleh salah satu anggota group, Dahee.
Pasca promosi, anggota bernama TRINITY tiba-tiba meninggalkan grup pada tahun 2012. Source Music menjelaskan keputusan itu didasarkan atas alasan pribadi.
Namun, penggemar mengetahui fakta bahwa dia dikabarkan telah menjadi sasaeng (penggemar ekstrim) dari Leeteuk Super Junior. TRINITY dikatakan telah melecehkan Leeteuk hingga sesaat sebelum debut.
Sebagai group beranggotakan empat orang, GLAM kembali pada tahun 2013 dengan lagu berjudul "I Like That" yang diproduksi oleh Bang Si Hyuk, Pdogg, dan RM BTS.
Group tersebut mempromosikan lagu ini dan lagu lainnya, "In Front of the Mirror", tanpa mendapatkan banyak keberhasilan.
Pada Februari 2014, GLAM merilis "Special Gift [Give it 2 U]", sebuah lagu yang menjadi lagu terakhir grup.
Upaya untuk terus berjuang bersama GLAM kemudian hancur ketika Dahee ditemukan terlibat dalam salah satu skandal terbesar Korea Selatan dengan aktor yang sudah menikah, Lee Byung Hun.
Pada September 2014, Dahee yang nama aslinya adalah Kim Si Won, ditangkap karena mengancam Lee Byung Hun.
Dia, dan seorang kaki tangannya yang diketahui adalah model bernama Lee Ji Yeon, meminta sang aktor untuk membayar 4,5 juta dolar AS jika tidak mau video Lee Byung Hun yang direkam pada pertemuan pribadi disebarkan.
Video tersebut dikatakan menunjukkan Lee Byung Hun yang sempat membuat komentar cabul dan tidak pantas.
Ketika Lee Byung Hun melaporkan Dahee ke polisi, Dahee berusaha mencari tiket penerbangan untuk menghindari penyelidikan.
Oleh karena itu, otoritas mengeluarkan surat perintah, dan secara resmi menangkap Dahee pada 3 September 2014.
Sejak saat itu, Dahee mengajukan beberapa pernyataan tertulis yang mencerminkan tindakannya dan meminta keringanan hukuman.
Pada Januari 2015, pengadilan memutuskan Dahee bersalah atas percobaan ancaman. Dalam persidangan pertama, dia dijatuhi hukuman satu tahun penjara.
Ketika dia mengajukan banding, pengadilan menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.
Dia akhirnya keluar dengan jaminan 20.000 USD atau sekitar Rp300 juta, dimungkinkan karena Lee Byung Hun tidak menginginkan hukuman berat.
Baca Juga: Jungkook BTS Dirumorkan Akan Debut Solo Bulan Juli, Begini Tanggapan Big Hit Music
Pada titik ini, Big Hit Entertainment mengonfirmasi bahwa group tersebut telah membatalkan kontrak dan secara resmi dibubarkan.
Pada Mei 2018, Dahee menjadi joki siaran di Afreeca TV, dan sudah memiliki lebih dari 4.000 pengikut. Sekarang dia adalah seorang streamer yang sukses, menghasilkan penghasilan yang banyak per tahun dalam bentuk donasi dan pendapatan streaming.
"Saya telah bekerja paruh waktu dan menjadi model. Saya rindu bernyanyi. Saya dulu melakukan kehidupan Instagram, tetapi beberapa teman saya membantu saya mengaturnya," ucap Dahee.
Pendukung agensi juga percaya bahwa selain masalah GLAM, tidak ada alasan bagi Big Hit Entertainment untuk mengambil risiko memproduksi girl group lagi, terutama ketika mereka sekarang memiliki pengetahuan untuk mengelola boy group seperti BTS. .
Namun, banyak hal berubah, karena HYBE (perusahaan induk Big Hit) bekerja sama dengan Source Music sekali lagi untuk menyelenggarakan audisi girl group kolaboratif. Girl grup ini akhirnya menjadi LE SSERAFIM.
HYBE juga telah mendapatkan kesuksesan besar dengan NewJeans, grup yang menggemparkan dunia dengan konsep jadul dan gaya lagu mereka.
Rilis terbaru mereka yaitu mini album berjudul "Get Up" telah melampaui 1,7 juta penjualan album dan memuncaki tangga lagu di seluruh dunia.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.