Sedang Tak Aman! Berbagai Ancaman Hingga Pembunuhan Terhadap Para Wanita di Stasiun Hallim Korea Selatan

Telah terjadi ancaman, penikaman bahkan pembunuhan di stasiun kereta bawah tanah Sillim kepada wanita di Korea Selatan yang memakan korban
KPOPCHART.NET - Di Korea Selatan, tepatnya pada daerah stasiun kereta bawah tanah Sillim di Seoul menjadi area yang sangat berbahaya terutama untuk kaum perempuan.
Bagaimana tidak? Belum lama ini rentetan kejadian mengerikan telah terjadi di daerah tersebut.
Dimulai dari ancaman, penikaman, bahkan pembunuhan terhadap wanita terjadi baru-baru ini.
Pada tanggal 21 Juli KST, Seoul menyaksikan tragedi yang mengerikan ketika seorang pria menikam empat orang asing di stasiun kereta bawah tanah Sillim di Seoul.
Diketahui tragedi tersebut memakan satu korban yang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka berat.
Baca Juga: Gempar di Korea! Jeong Yoo Jung Bunuh dan Mutilasi Orang Yang Baru Ditemui Karena Ingin Bunuh Aja
Masyarakat pun mengambil aksi meninggalkan minuman dan bunga di Stasiun Sillim untuk menghormati korban yang kehilangan nyawanya karena penikaman tersebut.
Dan untuk kabar selanjutnya polisi telah menangkap pelakunya, yang merupakan seorang pria yang berusia 30-an.
Pada 26 Juli, mereka mengungkapkan identitasnya kepada publik, dengan namanya yakni Cho Sun beserta foto wajahnya terungkap.
Baca Juga: OP Sebar Kalimat Intimidasi Orang Tua yang Buat Guru Nekat Bunuh Diri: Egois Sampai Akhir...
Belum cukup sampai disitu, ternyata dalam waktu kurang dari seminggu setelah kejadian penikaman tersebut, terdapar ancaman lain di Stasiun Sillim yang muncul secara online.
Pada tanggal 25 Juli, sekitar pukul 22.00 KST, sebuah postingan diunggah di forum online.
Seakan memanfaatkan kejadian sebelumnya, dalam unggahan tersebut, penulisnya mengisyaratkan akan ada tragedi mengerikan lainnya yang akan terjadi di lokasi yang sama.
Ia menuliskan, “Memperkosa dan membunuh wanita di dekat Stasiun Sillim”.
Unggahan tersebut kemudian dihapus, tetapi untungnya polisi telah mendapat pemberitahuan unggahan ancaman tersrbut.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi mengirimkan total 11 kendaraan patroli untuk menggeledah daerah tersebut.
Sayangnya mereka tidak menemukan tanda-tanda ancaman kejahatan tersebut. Badan Kepolisian Metropolitan Seoul dikatakan masih melacak penulisnya.
Baca Juga: SMCU PALACE 2023 Jakarta segera Digelar, Netizen Bernostalgia Ingat Momen Indah SMTOWN 2012
Namun, ini bukan ancaman online pertama yang muncul setelah tragedi penusukan di Stasiun Sillim.
Pada hari Selasa, 25 Juli, polisi menempatkan seorang pria berusia 20-an di bawah penahanan darurat karena dicurigai menjadi penulis mengunggah postingan online tersebut.
Diketahui, poster tersebut menggunakan kata “hannyeo”, yang merupakan istilah hinaan yang digunakan untuk menggambarkan wanita Korea di komunitas anti-feminis tertentu.
Diketahui ternyata tersangka telah menyerahkan diri, dan para pejabat berencana untuk meminta surat perintah penangkapan untuknya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.