Seorang Ayah Pukul Pembully Sebanyak 100 Kali, Diluar Dugaan KNetz Malah Beri Dukungan: Bunuh!

Sang ayah dari korban bully ini menampar pelaku dengan 100 kali, tapi malah banjir dukungan netizen Korea, hingga bilang untuk bunuh mereka
KPOPCHART.NET - Seorang ayah di Korea ini memukul pembully sebanyak 100 kali, dan banjir dukugan dari KNetz.
Di Korea memang sering terjadi pembullyan, bahkan baru-baru ini seorang guru bunuh diri karena stress menghadapi pembully.
Kebanyakan korban yang dibully di Korea akan merasakan ketakutan untuk mengatakan kepada orang terdekat.
Baca Juga: Kaget Dengan Umur Hong Eunchae LE SSERAFIM, Baekhyun dan Chanyeol Goda Xiumin EXO: Seumuran....!
Bahkan korban juga biasanya mendapatkan ancaman baik secara fisik dan psikis, sehingga membuat mereka menyimpannya sendiri, hingga akhirnya mereka memutuskan bunuh diri.
Melalui situs Pann, OP membagikan cerita, "Ayah korban kekerasan sekolah menampar pelaku SMA sebanyak 100 kali."
Hal itupun membuat KNetz mengomentari hal itu dan memberikan dukungan, bukan tanpa alasan sang ayah memukul mereka.
Berawal dari ayah dari korban menemukan pelaku pembully di sekolah menengah atas memukul 100 kali di bagian tulang kering, perut dan bahkan kepala mereka.
Pengadilan menghukum mereka dengan pelayanan masyarakat karena kejahatan yang tidak disengaja saat mabuk.
Cara mereka mengelabui sangat pintar, dan sebagai informasi adalah, di Korea hukuman akan lebih ringan ketika kamu melakukan kejahatan saat mabuk, dan KNetz pun berkomentar:
"100 tamparan? Dia baik, seharusnya membunuh mereka saja."
"Saya bisa memahami kemarahannya. Anak-anak ini harus bersyukur bahwa dia tidak membunuh mereka."
"Ini pertama kalinya aku lega dia minum."
"Dia keren."
"Mereka tidak akan dipukuli jika mereka tidak memulai kekerasan di sekolah sejak awal.
Ini tidak seperti seseorang memaksa mereka untuk melakukan kekerasan di sekolah."
"Wow hahahahaha Ini sangat menyegarkan."
"Bagus."
"Ini pendidikan sejati hahahahahahahahahahaha."
"Ugh, dia seharusnya memukuli mereka lebih banyak."






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.