Tragis! Seorang Guru Memilih Mengakhiri Hidupnya Setelah Tidak Kuat Mengurus Siswa Pelaku Bullying

Seorang guru dilaporkan mengakhiri hidupnya setelah diberikan tugas untuk mengurus kasus bullying di sekolahnya
KPOPCHART.NET - Bullying di Korea nyatanya tidak hanya terjadi dalam drama saja, tetapi juga terjadi dalam kehidupan nyata.
Baru-baru ini, sebuah kabar mengejutkan datang dari seorang guru berusia 23 tahun yang ditugaskan untuk mengurus siswa pelaku bullying atau perudungan kepada temannya.
Naasnya, diduga tidak kuat mengurus siswa pelaku bullying tersebut, sang guru pada akhirnya memilih pilihan ekstrem dan mengakhiri hidupnya.
Baca Juga: Bikin Kaget, Vibes Iqbaal Ramadhan di Postingan Instagram Terbarunya Disebut Mirip Suga BTS, Setuju?
Pada Kamis (20/07), di sebuah sekolah dasar tempat dimana seorang guru konseling dan wali kelas mengakhiri hidupnya terlihat karanga bunga dan sticky notes dari para murid dan rekan guru yang berbelasungkawa.
Di sebuah gerbang terlihat seorang kolega mendiang berusia 30 tahunan menangis dan mengatakan bahwa ia merasakan apa yang di rasakan oleh mendiang.
Sebelumnya, menurut seorang rekan guru dietahui bahwa siswa B mencakar dahi Siswa C yang duduk dibelakangnya dengan pensil di kelas yang dipimpin oleh Almarhum.
Kemudian orang tua siswa C datang ke sekolah dan memberikan protes kepada mendiang dengan mengatakan bahwa mendiang tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang guru.
Orang tua tersebut juga mempertanyakan bagaimana mendiang merawat anak-anak jika memang tidak memiliki kualifikasi.
Menurut Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul dan Komunitas Pendidikan, guru tersebut ditemukan meninggal dunia pada Selasa (18/07) pagi di sekolah.
Atas kejadian ini, Ikatan guru disana kemudian mendesak kantor pendidikan dan kemeterian pendidikan untuk mengambil tanggapan yang tulus.
Menurut Persatuan Guru Seoul seperti dikutip dari Wikitree, guru tersebut mendapatkan berbagai ancaman dan teror dari orang tua murid.
"Almarhum terus-menerus diintimidasi oleh empat orang tua dari wali kelas tahun pertama," dan "Kami mengkonfirmasi konten dari tiga rekan guru. Sepertinya," ujar mereka.
Sementara itu, pihak kepolisan masih menginvestigasi kasus ini dengan mempertimbangkanberbagai kemungkinan dan orang-orang yang terlibat dalam kasus ini.
Pihak kepolisian juga diketahui sudah meminta izin kepada keluarga korban untuk membuka handphone milik mendiang untuk memudahkan investigasi.
Karena kejadian ini, para guru kemudian meminta penghapusan layanan direct Guru-Murid serta meminta percakapan yang dilakukan oleh orang tua dan guru harus selalu direkam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.