
Akhirnya Dispatch turut menguak kebenaran yang terjadi antara akibat kontroversi FIFTY FIFTY dengan Ahn Sung Il dan The Givers serta ATTRAKT
KPOPCHART.NET - DISPATCH akhirnya ikut turun tangan untuk mengungkap kebenaran yang terjadi antara Ahn Sung Il (dikenal SIAHN) dan The Givers.
DISPATCH juga mengungkapkan kronologi yang mereka tahu tentang kontroversi FIFTY FIFTY, Ahn Sung Il, dan The Givers.
Gugatan yang terjadi pada FIFTY FIFTY terhadap ATTRAKT dan pihak eksternal Ahn Sung Il dan The Givers diumbar DISPATCH.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, DISPATCH mengungkapkan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran dibalik hubungan FIFTY FIFTY, Ahn Sung Il, dan ATTRAKT.
Sebelumnya pada (3/7), ATTRAKT merilis rekaman panggilan telepon yang melibatkan Warner Music Korea, dimana CEO ATTRAKT, Jeong Hong Joon.
The Givers menanggapi tuduhan karena dianggap memeras ATTRAKT miliaran rupiah untuk label terutama FIFTY FITY.
Sebelumnya, FIFTY FIFTY mengajukan untuk melakukan penangguhan kontrak dengan ATTRAKT pada Juni dengan dua alasan.
ATTRAKT dianggap tidak membayar FIFTY FIFTY dan tidak mengelola kesehatan anggota dengan benar.
Namun berbeda dengan yang ditemukan, DISPATCH menunjukkan sesuatu yang berbeda, ada sedikit yang sangat berbeda.
Ada bukti masalah kesehatan para anggota diabaikan, dan para anggota masih terlilit hutang walaupun mereka menerima kesuksesan atas lagu "Cupid".
1. Siapa yang merencanakan FIFTY FIFTY
Pertama-tama, tiga pemain kunci dalam penciptaan FIFTY FIFTY yaitu Ahn Sung Il, Jeon Hong Joon, dan KAMP.
Menurut Ahn Sung Il, CEO dan produser The Givers dikenal telah menghasilkan penyanyi J-Walk, Eun Ji Won, Rumble fish, dan banyak lagi, dan rumah bagi Son Seung Yon.
Menurut Jeon Hong Joon: CEO ATTRAKT, lahir pda 1964 telah mengelola artis termasuk Cho Kwan Woo, Yang Soo Kyung, Bobby Kim, Yoon Mirae, dan Ha Sungwoon.
KAMP adalah Perusahaan produksi pertunjukan yang berbasis Amerika Serikat dan telah menyelenggarakan beberapa festival Kpop. Ahn Sung Il bekerja sebagai karyawan disini.
Mereka bertiga menjalin hubungan bersama pada 2019 saat KAMP Singapura 2019 yang dimeriahkan Super Junior, GFRIEND, NCT127, Ha Sung Woon. Chung Ha, dan WJSN.
Menurut CEO KAMP, "CEO Jeon Hong Joon mengusulkan proyek untuk memproduksi girl group. Kami memutuskan untuk membantu pemasaran di luar negeri.
Ahn Sung Il adalah seorang produser, jadi kami mengirimnya ke ATTRAKT, namun, pada saat itu KAMP sedang membayar gajinya."
Baca Juga: Menarik Perhatian! Tak Hanya Lee Junho 2PM, Yuqi GIDLE dan Seol In Ah Juga Jadi Cameo di Celebrity!
2. Siapa yang membuat FIFTY FIFTY?
Hingga Desember 2019. Jeon Hong Joon bekerja selama satu tahun dan mengumpulkan trainee hingga Desember 2020.
Dia mulai dengan 12 trainee pada 2020 dan memotongnya menjadi lima pada 2021, dan menyelesaikannya menjadi empat pada 2022.
Perusahaan juga menggunakan evaluasi untuk menentukan debut anggota.
KAMP membantu proses seleksi dan berpartisipasi dalam evaluasi dua bulanan, mulai dari merencanakan strategi globa, mencari komposer asing, dan mengoleksi lagu.
Pada 2021, KAMP sudah tidak lagi terlibat dalam projek karena tidak adanya kesepakatan antara Jeon Hong Joon dan CEO KAMP mengenai strategi global.
Karena perbedaan tersebut KAMP akhirnya menarik diri dari proyek tersebut, dan Jeon Hong Joon akhirnya menemukan agen baru berbasis AS untuk menggantikan KAMP, orang itu adalah Ahn Sung Il.
Pada Mei 2021, Ahn Sung Il mengundurkan diri dari KAMP, dua karyawan lain anggap saja B dan L juga turut mengundurkan diir.
Ketiganya, Ahn Sung Il, B dan L, akhirnya membentuk The Givers bersama.
Jeon Hong Joon mengatakan, "Dari sudut pandang kami, kami membutuhkan tim untuk melayani sebagai base camp di AS.
Ahn Sung Il mengatakan dia adalah orang yang tepat untuk memimpin itu.
Mengingat akan ada kontinuitas karena dia adalah bagian dari KAMP, tidak ada alasan untuk menolak tawarannya.
Saya menandatangani kontrak outsourcing dengan Ahn Sung Il."
3. Siapa yang membesarkan FIFTY FIFTY
Jeon Hong Joon dan Ahn Sung Il bekerja sama, dan Jeon Hong Joon mencari investasi dan uang karena menurutnya itu adalah pekerjaan produser.
Anehnya rekening bank perusahaan dengan cepat dikosongkan, biaya rata-rata memproduksi girl group baru adalah Rp 23.065.380.000 pertahun.
Hal itu dikarenakan pembayaran di muka dari investor dan distributor tidak mencakup jumlah ini.
Jeon Hong Joon mengatakan, "Saya tidak ingin mematahkan semangat artis saya, saya memiliki asrama mereka di Gangnam.
Itu adalah tempat tiga kamar tidur, dua kamar mandi, sewa bulanan adalah Rp 38.055.473, saya juga memberi mereka pelajaran dan pelatihan untuk setiap aspek."
Pada kenyataannya FIFTY FIFTY juga menerima pelajaran vokal, teori musik, rap, dance, Bahasa Inggris, pelatihan pribadi, dan akting.
Baca Juga: Jajan di Korea Malam-malam, Penampilan Nikita Mirzani Dilirik Sinis Warga Lokal, Netizen: Duh...
Perusahaan menghabiskan antara Rp 230.690.071 dan Rp 346.042.800 untuk biaya pelajaran saja setiap bulan.
Lalu ada MV dimana Rp 11.537.196.480 yang diinvestasikan untuk memproduksi MV mereka.
Pada Desember 2021, mereka membuat empat MV cover dan mengirimkan ke ICM, Song Music, dan BGM.
Pada 2022, MV untuk keempat lagu dari album mereka diproduksi dengan memakan biaya produksi lebih dari Rp 5.768.794.675.
Serta tambahan Rp 2.884.397.337,50 untuk memproduksi MV "Cupid".
4. Siapa yang menciptakan FIFTY FIFTY?
Pada April 2023, FIFTY FIFTY memasuki Hot 100 Billboard dengan "Cupid" dan lagu tersebut bertahan di Hot 100 selama 14 minggu, dan mencetak rekor girl group.
Hal tersebut adalah prestasi dan menjadi kebangkitan dari perusahaan kecil dan menengah.
Saat itu produser SIAHN mendapatkan perhatian, FIFTY FIFTY mengungkapkan rasa terimakasih selama konferensi pers di Korea.
Nama SIAHN tentu saja diambil dari inisial nama Ahn Sung Il, Ahn Sung Il memberi tahu DISPATCH dengan arah yang dia tuju melalui lagu "Cupid".
Ahn Sung Il mengatakan, "Lagu itu harus dalam bentuk K-Pop. Tapi agak sulit untuk memanggil 'Cupid' K-Pop dengan tepat… Saya ingin memastikan bahwa pendengar biasa tidak akan tahu jika lagu itu adalah K-Pop."
Strategi Ahn Sung Il berhasil, pada saat yang sama "Cupid" muncul sebagai tren di media sosial.
Faktanya, "Cupid" ditulis oleh siswa dari Sekolah Musik Swedia yaitu Adam Von Mentzer, Mac Fellander-Tsai, Louise Udin, sementara Ahn Sung Il mengaransemen lagu tersebut agar sesuai dengan tujuannya.
Baca Juga: Jajan di Korea Malam-malam, Penampilan Nikita Mirzani Dilirik Sinis Warga Lokal, Netizen: Duh...
4. Apakah FIFTY FIFTY menghasilkan uang?
Memang Ahn Sung Il berhasil memilih permata dari 2000 lagu, dan dia juga yang paling diuntungkan dari "Cupid".
DISPATCH juga menemukan perincian yang tepat dari pemegang hak cipta "Cupid" berikut rinciannya.
Ahn Sung Il (SIAHN) - 28,65 persen
Karyawan B (AHIN) - 4 persen
Song Ja Kyung (Keena) - 0,5 persen
The Givers - 66,85 persen.
Anehnya, para pelajar Swedia yang awalnya memproduksi lagu tersebut menghilang dari distribusi hak cipta.
Dispatch juga membagikan cuplikan singkat percakapan antara Jeon Hong Joon dan Ahn Sung Il pada 26 April 2023.
Jeon Hong Joon: SIAHN, royalti, hak cipta akan sangat besar, selamat.
Ahn Sung Il: Saya pemegang saham minoritas, jadi tidak akan banyak.
Jeon Hong Joon: Aigoo, lain kali buat lebih tinggi sebagai penulis.
Tapi kenyataannya, Ahn Sung Il memiliki 95,5 persen saham hak cipta dimana dia menggabungkan dengan The Givers.
Baca Juga: Proud! Kritikus Asal Inggris Metro K Beri BLACKPINK Bintang 4, Netizen: Sebanding Beyonce!
Dan untuk para pelajar Swedia, Dispatch mengkonfirmasi bahwa Ahn Sung Il membayar mereka sebesar Rp 134.968.500 untuk membeli hak cipta tersebut pada Januari 2023.
Pembelian itu sendiri sah dan legal, tetapi situasinya berubah ketika yang membayarnya adalah Ahn Sung Il bukan perusahaan.
Dispatch juga membagikan faktur pembelian, seperti yang ditunjukkan.
Jeon Hong Joon mengatakan, "Dana saat itu tidak terlalu bagus, jadi saya meminta Ahn Sung Il untuk mengirimi saya berapa harga lagu itu terlebih dahulu.
Kami menerima sejumlah investasi pada Maret dan mengembalikannya kepada The Givers, ternyata Ahn Sung Il yang memegang hak cipta."
5. Siapa yang mengguncang FIFTY FIFTY
Kesalahan yang dilakukan Jeon Hong Joon adalah menaruh kepercayaan penuh kepada The Givers.
Misalnya dalam pengelolaan anggota dipercayakan kepada karyawan B dari The Givers, termasuk melakukan komunikasi kepada orang tua FIFTY FIFTY.
Pada (2/5), Aran menjalani operasi pervakapan mereka pun dibagikan Dispatch.
Jeon Hong Joon: Penyakit yang sebenarnya?
Jeon Hong Joon: Apakah operasi berjalan lancar? Apakah Anda berkomunikasi dengan baik dengan staf perusahaan dan orang tua? Agar mereka tidak merasa sedih.
Jeon Hong Joon: Pagi ini… aku berdoa! Bahwa itu akan berjalan dengan baik.
Ahn Sung Il: Ya. Operasi adalah yang keempat dalam jadwal [operasi]. B bertanggung jawab atas orang tua dan berkomunikasi dengan baik dengan mereka. Saya berbicara dengan ibu Aran secara pribadi kemarin.
Ahn Sung Il: Tidak perlu menyebutkan penyakit yang sebenarnya. Kami akan mengatakan bahwa dia menjalani operasi karena dia merasa tidak nyaman di suatu tempat.
Ahn Sung Il: Dan setelah operasi selesai, kami berencana mengunggah foto.
Baca Juga: Tak Hanya LE SSERAFIM dan Park Soo Jin, Beberapa Bintang Korea ini Juga Dapatkan Perlakuan Istimewa!
Pada saat itu, karyawan B juga mengirim pesan kepada Jeon Hong Joon, "CEO, mereka mengatakan operasi Aran akan berjalan lancar dan dia akan dipindahkan ke kamar rumah sakit untuk pemulihan. Operasi saat ini berjalan dengan baik, tapi saya akan terus memantau karena mereka mengatakan kami harus memperhatikan kondisinya.
Saya akan memberi istirahat kepada anggota lain sementara Aran pulih, apakah tidak apa-apa? 10 Mei hingga 28 Mei, anggota lain harus kembali ke asrama sebelum 28 Mei.
Awalnya, Jeon Hong Joon membalas dengan hanya memberi mereka libur seminggu dan karyawan B menanggapinya dengan setuju.
Pada akhirnya Jeon Hong Joon memberi tahu karyawan B agar mereka beristirahat hanya 25 Mei 2023, dua minggu, bukan satu minggu.
Pada saat mereka membicarakan partisipasi FIFTY FIFTY terhadap film "Barbie", Jeon Hong Joon mengatakan akan mengecek kesehatan dari para anggota kepada Ahn Sung Il.
Menurut Jeon Hong Joon, ia tidak dapat mengabaikan kesehatan para anggota, dan mempercayai karyawan B dalam pengelolaan kesehatan anggota FIFTY FIFTY.
Bahkan B berkata akan merawat FIFTY FIFTY dengan baik jadi Jeon Hong Joon mempercayainya.
Jeon Hong Joon meneteskan air mata sambil mengatakan hal diatas, namun dia tidak memiliki cara untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya secara pribadi kepada anggota FIFTY FIFTY.
Karena semua komunikasi kepada anggota melalui The Givers, dilansir dari koreaboo.
Dispatch juga menunjukkan akun Linkedln pribadi Ahn Sung Il dan tertera disitu bahwa dia menyatakan sebagai CEO ATTRAKT.
Gugatan Jeon hong Joon dan ATTRAKT terhadap The Givers akan dimulai pada 5 Juli 2023.
Komentar netizen:
"Bye karir," "kacang lupa kulit," "akhirnya Dispatch turun tangan," dan banyak lagi.






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.