Kejahatan Seksual Terjadi di Sekolah Seni Tempat Beberapa Idol Seperti Anggota BTS, NCT dan Lainnya Bersekolah

Seorang staff di Sekolah Seni yang sangat bergengsi di Korea Selatan dikonfirmasi telah melakukan kejahatan seksual dalam waktu yang lama.
KPOPCHART.NET - Seorang staf di Sekolah Seni yang sangat bergengsi di Korea Selatan dikonfirmasi telah melakukan kejahatan seksual dalam jangka waktu yang cukup lama.
Sports Kyunghyang dalam berita eksklusifnya memastikan bahwa kejahatan yang berlangsung di sekolah seni tersebut setidaknya sudah berlangsung selama 10 tahun.
Hal yang paling mengejutkan adalah bahwa hingga saat ini bahwa hanya lima korban wanita yang dikonfirmasi dan korban-korban lainnya sedang dalam proses penyelidikan.
Sekolah Seni tersebut diketahui dan dikenal sebagai sekolah menengah seni yang telah menghasilkan banyak member idola papan atas.
Dikutip dari Kyunghyang melalui Koreaboo menyebutkan bahwa lulusan sekolah tersebut telah memulai debutnya di grup idola yang sangat terkenal termasuk BTS, TWICE, NCT Dream, dan ITZY .
Sekolah tersebut mendapatkan julukan sebagai "Akademi Idola" karena telah menghasilkan banyak lulusan yang debut sebagai idola dengan sukses.
B yang merupakan seorang aktris musikal mengaku dilecehkan secara seksual di rumah staf A pada usia 18 tahun saat ia bersekolah.
Lebih lanjut, B mengatakan bahwa dia mendapat les privat sampai pagi di ruang latihan, yang berada di dekat sekolah, dan kemudian dipanggil ke rumah staf A, di mana staf A melakukan kontak fisik dengannya, memberinya alkohol, dan menciumnya.
Beberapa siswa lain yang juga mengalami hal serupa, akhirnya turut angkat bicara
Siswa C mengaku dipanggil ke Jepang oleh staf A dengan kedok membantu mempersiapkan pertunjukan di Okinawa pada tahun 2019, tapi alih-alih terdapat orang lain juga ada di sana, ternyata dipenginapan hanya ada siswa C dan staf A.
Dikutip dari Sports Kyunghyang, C mengatakan "A meminta saya untuk minum saat makan malam, dan dia berkata, 'Saya datang ke Okinawa untuk jalan-jalan, bukan untuk bekerja, tapi saya bosan, jadi saya menelepon Anda'."
"Pertama-tama, saya terkejut. Itu sangat menakutkan karena akomodasinya jauh dari kota. Saya hanya berpikir saya harus menemukan cara untuk hidup sendiri."
"Dua hari kemudian, ketika saya kembali ke Korea, saya menerima pesan KakaoTalk yang panjang dari A, 'Aku menelepon karena aku sangat mengingatmu. Jangan terlalu banyak berpikir. Itu adalah konten yang akan saya izinkan untuk Anda audisi'.”
C juga mengatakan bahwa staf A ketika di sekola banyak mengakatan jika dirinya seusia para siswa, ia akan menikah dengan siswa yang ia kehendadi.
Mengingat bahwa ia adalah korban dari kejadian yang menakutkan, C kemudian menegaskan dengan mentakan "Saya mendengar banyak korban yang lebih besar dari saya di antara lulusan dan mahasiswa saat ini. Saya ingin memberi tahu orang-orang bahwa diam bukanlah jawaban."
Beberapa korban lainnya bahkan menyebutkan bahwa staf A lebih mirip dengan pemimpin sekte dari pada staf sekolah.
Siswa D mengaku bahwa dia menjalani kencan alami dengan staf A namun berakhir putus beberapa bulan kemudian.
Siswa E yang masih belajar di sekolah tersebut juga merasa takut dan enggan untuk berbicara, kepada Kyunghyang ia meminta untuk tidak mempublikasikan informasi yang ia berikan secara detail, mengingat ia akan bekerja di industri hiburan kedepannya.
Siswa F yang juga menjadi korban serupa mengtakan bahwa hal tersebut merasa sangat kotor dan menjijikan, hingga hari ini ia masih merasa akan muntah ketika mengingat kejadian menyakitkan yang menimpanya.
Siswa G berkata, “Meskipun ini adalah masalah yang sangat serius, tampaknya sudah bisa diatasi."
"Nampaknya pelaku meninggal dunia dan korban sangat kecewa dan putus asa. Saya ingin membantu entah bagaimana, jadi saya setuju untuk wawancara.”
Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan mengidentifikasi para korban dan mereka mengambil langkah lanjutan seperti membuat sikap resmi terhadap orang tua dan siswa serta melakukan pendidikan kesadaran gender untuk siswa dan fakultas.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.