← Kembali ke Blog
BTSBLACKPINK

Para Kritikus ini Percaya Kepopuleran BTS dan BLACKPINK akan Menjadi Faktor Umur Panjang K-Pop, Kenapa?

Dinda Fibria · March 18, 2023
Para Kritikus ini Percaya Kepopuleran BTS dan BLACKPINK akan Menjadi Faktor Umur Panjang K-Pop, Kenapa?

Para kritikus ini mengatakan jika BTS dan BLACKPINK menjadi penentu umur panjang K-Pop di dunia industri masa depan.


KPOPCHART.NET - Baru-baru ini dunia industri hiburan mulai menunjukkan kekhawatiran mereka tentang masa depan industri.

Mengutip dari KBIZoom, seorang ahli mengatakan bahwa ada dua grup besar di k-pop ini yakni BTS dan BLACKPINK yang akan menjadi faktor penentu terkait umur panjang dunia K-Pop.

Park Ji Won selau direktur eksekutif HYBE, berbicara tentang potensi kehancuran industri yang membuatnya khawatir dengan suatu hari nanti terjadi.

"Saya khawatir suatu hari nanti, orang tidak akan mendengarkan K-Pop lagi," ungkapnya, disaat direktur eksekutif HYBE khawatir dengan masa depan k-pop, berbeda dengan laporan dari Bea Cukai Korea.

Baca Juga: Pimpinan HYBE Sebut BLACKPINK Jadi Standar Untuk Girl Group K-Pop?

Menurut Layanan Bea Cukai Korea, total ekspor album k-pop adalah 305,3 miliar Won atau sekitar 3,5 triliun Rupiah, tiga kali lebih tinggi dari tahun 2019.

Beberapa kritikus percaya bahwa, terlepas dari meningkatnya popularitas K-Pop secara umum, ketiadaan BTS menjadi penyebab kematian dunia industri K-Pop.

BTS pernah menjadi grup di papan atas Billboard Korea dan masuk nominasi Grammy, kemudian BTS menghentikan aktivitas grupnya dan memulai dengan projek solonya dan beberapa member mulai wajib militernya.

Kritikus musik Kim Do Heon mengatakan "K-Pop masih menikmati masa kejayaanya saat ini, terbukti dengan penjualan album yang masif dan penayangan YouTube.

Tetapi industri K-Pop harus sepenuhnya mempersiapkan masa depan untuk menghindari digulingkanya oleh genre lain," jelas kritikus tersebut.

Baca Juga: Bang Si Hyuk Beberkan Alasan K-Pop Sedang Dilanda Krisis: Karena Tidak Ada BTS!

"Jika wawasannya lebih jauh ke berbagai bidang seperti metaverse, ia akan dapat memperoleh lebih banyak daya tarik seiring berjalannya waktu," tambahnya.

Meskipun demikian, kritikus Kim Do Heon mengenali perbedaan musik yang biasanya dibandingkan, yakni musik J-Pop dan musik K-Pop.

J-pop berada di popularitasnya pada tahun 90-an dengan grup-grup band rock dan mengandalkan basis penggemar domestik.

Sedangkan K-Pop menjangkau dukungan internasonal, sehingga kedua musik tersebut memiliki landasan dan lintasan yang berbeda.

Lee Hye Jin asisten profesor komunikasi klinis di University of Southern California mengatakan "Jumlah aliran yang relatif kecil merupakan bukti kurangnya popularitas K-Pop secara umum," jelasnya.

"Saat saya mengajar kursus tentang budaya pop atau media, kurang dari 20% mereka menunjukkan ketertarikan pada K-Pop," lanjutnya.

Saat menjelaskan masa depan K-Pop di Amerika Serikat, Lee Hye Jin yakin BTS dan BLACKPINK adalah dua grup yang menjadi faktor penentunya.

"Apakah semua anggota BTS akan dapat bersatu kembali di tahun 2025, dan apakah BLACKPINK akan melanjutkan kontraknya dengan YG Entertainment, dua masalah utama yang dapat memberikan petunjuk masa depan K-Pop di Amerika Serikat," jelasnya.

kemudian ia menambahkan "Semua mata orang Korea saat ini tertuju pada kemungkinan kolaborasi antara HYBE dan SM. Tapi kerja sama mereka ini cenderung tidak berdampa menyeluruh di popularitas K-Pop di Amerika Serikat dalam jangka panjang."

Bahkan dia menyimpulkan bahwa selera musik pendengar Amerika Serikat akan berubah dan platform media sosial juga akan berbeda.

Dan dapat menentukan masa depan K-Pop, saat ini penyanyi Amerika Serikat mencoba memenangkan hati masyarakat umum, dan akan menjadi tantang berat untuk bintang K-Pop.

Lee Hye Jin percaya K-Pop harus mengalihkan fokusnya pada kancah K-Pop yang pernah dan telah ramai.

Asia Tenggara adalah wilayah yang dapat pengaruh bagi grup K-Pop untuk menjangkau pasar Amerika Serikat.

Dimana para generasi muda biasanya mengharapkan selebritas untuk mempertimbangkan berbagai masalah sosial.

Seperti yang dikatakan penggemar yang berusia 20-an sebagai penggemar K-Pop "Sebagai penggemar K-Pop lama, saya sering merasa bahwa dunia K-Pop saat ini lebih tentang perusahaan daripada artis dan penggemar," ungkapnya.

"Saya pikir fokusnya harus dialihkan ke arah yang benar, sehingga penyanyi kami lebih bersinar di atas panggung," tambahnya.

Karena saat ini semua grup K-Pop tergantung darimana perusahaan yang menaungi mereka, yang menjadi grup tersebut terlihat popularitasnya di dunia industri.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan