JMS Tidak Bersalah? Sebuah Audio Diunggah untuk Membuktikannya! Apa Ini Hanya...

Rekaman audio dirilis untuk mendukung JMS. Pihak JMS rilis pendidikan JMS untuk mengontrol para pengikutnya.
KPOPCHART.NET - Serial dokumenter Netflix, In The Name of God: A Holy Betrayal, telah menimbulkan banyak kontroversi.
Banyak yang merasa terganggu setelah melihat kekejaman yang dilakukan oleh sekte-sekte sesat yang ada di dalam seri itu.
Terlebih, banyak yang mengaku jijik dengan kejahatan seksual yang dilakukan oleh JMS atau Jeong Myung Seok.
JMS baru-baru ini dikabarkan sedang melakukan kontrol ketat terhadap para pengikutnya dengan memutarbalikan narasi dari mereka yang menjadi korban pelecehan seksual.
Pada tanggal 16 Maret, sebuah file berisi rekaman suara dengan judul 'Pendidikan mengenai situasi persidangan JMS' telah beredar di internet, yang diketahui dibocorkan oleh mantan anggota sekte tersebut.
Baca Juga: Wanita Tinggi Mantan Pengikut JMS Ini Ungkap Kejadian yang Menimpanya Usai In The Name of God Tayang
Audio itu berisikan diskusi yang mendukung pemimpin sekte, JMS dan tindakannya, yang mana kemudian diketahui bahwa rekaman itu berasal dari sesi pendidikan internal yang diadakan di Pusat Pelatihan Wolmyeong-dong, salah satu fasilitas JMS di Geumsan-gun.
Sekte JMS memperingati hari ulang tahun Jeong Myung Seok pada tanggal 16 Maret dengan perayaan mewah yang disebut '316 Rapture Anniversary' setiap tahunnya.
Menurut informan, identitas pembicara dalam rekaman suara itu diduga salah satu pekerja eksekutif JMS yang juga berpartisipasi dalam pengadilannya JMS.
Dalam rekaman audio itu, sang pembicara menjelaskan pada para pengikut JMS mengenai kata 'aku datang 50 kali' yang ada dalam seri Netflix, In The Name of God: A Holy Betrayal.
Baca Juga: Kyoungyoon DKZ Minta Maaf dan Hardik Diri Sendiri Setelah Keluarganya Terlibat Sekte Sesat JMS
Ia menjelaskan bahwa kata itu bukanlah kata seksual namun dibuat-buat. Di seri dokumenter itu, ada rekaman suara JMS yang diungkap saat ia melakukan pelecehan seksual pada Maple Yip, seorang perempuan mantan pengikutnya.
"Maple mengalami diare, dan guru (JMS) mengatakan 'untuk diare, kamu harus minum banyak air Wolmyeong untuk menghilangkan racun dalam tubuhmu. Berapa kali kamu buang air kecil? aku minum banyak air, jadi aku buang air kecil 50 kali.' mereka mengedit bagian ini." suara dari rekaman itu.
Air Wolmyeong dikenal sebagai air suci bagi para pengikut JMS, karena JMS mengklaim bahwa kuasa kesembuhan ada pada air Wolmyeong itu sendiri.
Meski demikian, Pastor Kim Kyeong Cheon, mantan wakil presiden JMS menyatakan, "itu sepenuhnya bohong! air Wolmyeong hanyalah air biasa di halaman pusat pelatihan di Wolmyeong-dong.
Air memang pada dasarnya baik bagi tubuh. Banyak pengikut yang mengaku bahwa mereka sembuh hanya dengan meminum air Wolmyeong itu," lanjutnya.
Lebih lagi, eksekutif JMS yang berbicara di rekaman audio itu mengatakan bahwa Maple tidak mungkin diserang di lokasi yang dia tuduhkan pemerkosaan terjadi.
Karena ruangan tersebut terbuat dari kaca, ia menjelaskan bahwa pelecehan seksual tidak mungkin terjadi karena ruangan yang tembus pandang.
Pastor Kim Kyeong Cheon kemudian menyangkal, "salah satu tempat terjadinya pelecehan seksual itu dikenal dengan sebutan rumah berlantai biru dimana JMS tinggal di pusat pelatihan Wolmyeong-dong."
"Itu rumah biasa. jadi bagaimana orang luar bisa mengetahui apa yang terjadi diruangan pribadi? yang dia (pembicara eksekutif JMS) klaim adalah kebohongan," tambahnya.
Sang pastor juga menambahkan kalau tempat itu dijaga dari luar, sehingga orang tidak bisa keluar masuk dengan bebas.
Dengan konten pendidikan JMS melawan dokumenter Netflix dirilis, kekhawatiran akan para korban mungkin mengalami bentuk serangan sekunder mulai timbul.
Bagaimana menurut kalian mengenai rekaman suara yang dirilis untuk mendukung JMS ini.
Apa menurut kalian ini juga merupakan usaha JMS untuk mencuci otak para pengikutnya?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.