Saham SM Entertainment Anjlok, Ini Rincian Penjelasannya!

Sejak HYBE resmi melepas saham SM Entertainment, hal ini menyebabkan nilai saham agensi K-Pop terkemuka menjadi turun.
KPOPCHART.NET — SM Entertainment kembali menyita perhatian publik akibat harga sahamnya yang anjlok.
Hal itu terjadi setelah HYBE resmi melepas 14,8 persen saham SM Entertainment yang sebelumnya dijual oleh foundernya, Lee Sooman pada Minggu (12/03).
Pada Senin (13/03), pasar saham kembali bergejolak dengan menyeret saham SM Entertainment menjadi turun lebih dari 23 persen menjadi 113 ribu Won.
Baca Juga: Sunny SNSD Ungkap Situasi SM Entertainment: Saya Tidak...
Hal tersebut akhirnya membuat penawaran Kakao saat ini lebih menarik dengan harga saham 150 ribu Won.
Perwakilan HYBE mengatakan belum memutuskan apakah akan menjual saham SM.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mempelajari kemungkinan jalan untuk berkolaborasi dengan SM dan/atau Kakao namun menolak berkomentar lebih lanjut.
Dengan adanya penawaran tersebut, saham HYBE dan Kakao masing-masing melonjak 3,21 persen dan 4,65 persen.
Di sisi lain, SM Entertainment yang telah memainkan peran kunci dalam popularitas K-pop dan ekspansi luar negeri juga menolak akuisisi HYBE.
Bahkan pihak SM sendiri yang mengecam HYBE sebagai "anticompetitive".
Melansir dari Billboard Pro, para artis dari dua agensi ini dalam beberapa tahun terakhir telah mendominasi berbagai tangga lagu di Korea.
Secara bersama-sama, artis SM Entertainment dan HYBE juga menyumbang hampir setengah dari semua album yang terjual pada tahun 2022 di Circle (Gaon) Chart.
Sebelumnya, penawaran tender untuk meningkatkan kepemilikan HYBE atas SM Entertainment rupanya tidak berhasil dan penawaran tandingan oleh Kakao masih belum selesai hingga 26 Maret mendatang sehingga Kakao memiliki peluang yang lebih besar untuk mengakuisisi saham milik SM Entertainment.
"Kakao berjanji untuk menjamin independensi operasional di SM, menghormati aset dan dorongan terkuatnya, yaitu para karyawan, artis, dan penggemar," ujar kepala eksekutif bagian investasi Kakao, Bae Jae-hyun, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
Ia menambahkan bahwa Kakao dan SM akan menciptakan sinergi baru, berdasarkan sistem produksi dan hak kekayaan intelektual global SM Entertainment serta keahlian dan kapasitas bisnis yang dimiliki Kakao.
HYBE, SM, dan perusahaan saingan lainnya dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong platform eksklusif seperti Weverse dan Beyond Live untuk mendorong komunitas penggemar online untuk semua aktivitas penggemar, baik yang gratis maupun berbayar.
Platform Kakao dan saingannya, mesin pencari Naver, pada tahun 2017 juga menandatangani kesepakatan dengan YG Entertainment, rumah dari girlband Blackpink, untuk mendorong konten artis-artis YG.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.