Mantan Rapper Asal Amerika ini Hina J. Cole dan J-Hope BTS Karena Buat Lagu Bersama

Mantan rapper Amerika, Joe Budden hina J. Cole dan J-Hope BTS terkait kolaborasi keduanya untuk lagu 'On The Street'.
KPOPCHART.NET - Seorang mantan rapper asal Amerika ini melalui channel YouTubenya telah menghina J.Cole karena membuat lagu bersama J-Hope BTS.
Setelah pengumuman J-Hope BTS akan menjadi member selanjutnya yang akan menjalankan kewajiban militer.
J-Hope memberikan hadiah kepada penggemar yakni sebuah lagu yang dimana dirinya berkolaborasi dengan seorang rapper asal Amerika yakni J. Cole.
J-Hope merilis single "on the street" pada 8 Maret, yang dimana ini adalah kesempatan besar bagi J-Hope karena dia bisa bekerja sama dengan sang idolanya.
Lagu J-Hope ini mendapatkan respon positif, bahkan meraih kemenangan pertamanya di M!Countdown serta menempati posisi pertama di berbagai chart musik.
Mengutip melalui Koreaboo, pada tanggal 8 Maret seorang mantan rapper dan pembawa acara podcast ini telah menghina J. Cole karena bekerja sama dengan anggota BTS.
Joe Budden membagikan video podcastnya yang berjudul "Joe Budden FIRES at J. Cole for 'PANDERING' After BTS Collab" pada channel YouTubenya.
Di awal klip, Joe Budden dan rekan pembawa acaranya berbicara tentang lagu terbaru J. Cole dengan J-Hope BTS yang berjudul "On The Street".
Kemudian ia mengatakan jika bahwa J. Cole menggunakan ketukan produser YouTube untuk sebuah lagu, dengan menyebutnya bahwa itu adalah Pandering atau calo.
Sebelum menyebutkan BTS adalah salah satu contoh sebagai pandering lainnya, dia beberapa kali menyebut J-Hope BTS sebagai "pria K-Pop yang seharusnya menjadi tentara", karena beredarnya J-Hope yang akan mejalani wajib militernya.
Rekan pembawa acara lainnya mengakui jika lagu tersebut lumayan, sementara Joe Budden terlihat melakukan sesuai di balik layar.
Kemudian ia berjalan ke kamera dengan membawa papan tulis kecil yang terdapat tulisan "coons".
Coons adalah cercaan yang umumnya digunakan terhadap orang-orang keturunan Afrika dan berakar pada karikatur anti-kulit hitam.
Joe Budden menyebut bahwa rekan pembawa acaranya yang menyukai lagu tersebut, menyamakan dengan J. Cole sebagai Coons.
Karena menikmati musik yang menampilkan J-Hope BTS dan menentang 'kegelapan' mereka.
Lebih buruknya lagi, di akhir acara, Joe Budden dengan acuh tak acuh memberitahu salah satu pembawa acara yang membela lagu tersebut.
Mengatakan jika BTS sering mengatakan kata yang tidak pantas dalam lagu tersebut, yang kemungkinan merujuk pada momen ketika kata Korea 'naega' digunakan.
Fans dan netizen yang menonton video tersebut membela J. Cole dan J-Hope dengan berkomentar di video podcast Joe Budden.
"Saya bahkan bukan penggemar BTS, tapi saya harus membela mereka di sini.
Mereka mengatakan 'nega', yang merupakan kata dengan arti yang sama sekali berbeda di Korea.
Dan jangan lupa, pria itu orang korea, mereka tidak benar-benar berbicara bahasa Inggris, itu hanya kebohongan"
"Jika kita berbicara pandering, bagaimana kalau kita berbicara tentang Joe Panders sepanjang waktu"
"J-Hope berharap telah menjadi penggemar J. Cole yang sukses dengan berkolaborasi dengan idolanya. Tapi untuk mengatakan bahwa ini menjadi Pandering itu sangat liar"
Dan ini bukan pertama kalinya Joe Budden mengatakan sesuatu yang negatif tentang BTS di channel YouTubenya.
Saat ia memenangkan penghargaan di GRAMMY 2022 ia mengungkapkan perasaannya tentang BTS dan mengatakan jika ia membenci BTS saat BTS tampil di acara tersebut.
Fans yang geram dengan Joe Budden yang terus mengungkapkan kebenciannya terhadap BTS tanpa alasan yang pasti.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.