Penayangan In The Name of God: A Holy Betrayal Picu Pemboikotan Pada Salah Satu Toko Album Terkenal Ini

Kisah Kim Ki Soon ramai diperbincangkan usai penayangan In The Name of God: A Holy Betrayal picu boikot besar-besaran pada bisnisnya.
KPOPCHART.NET – Jagat maya sedang ramai perbincangkan serial dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal.
Pasalnya dalam serial In The Name of God A Holy Betrayal ungkap banyak kisah kelam kultus yang ada di Korea Selatan.
Serial ini rupanya banyak membuat para penggemar industri hiburan Korea Selatan soroti sekte The Baby Garden.
Sekte Aga Dongsan atau The Baby Garden merupakan sebuah aliran yang dipimpin oleh Kim Ki Soon.
Mulanya, Kim Ki Soon sendiri merupakan pengikut dari suatu aliran yang cukup terkenal juga, yaitu Gereja Juhyeon yang dipimpin oleh Lee Gyobu.
Namun, karena kerap kali lakukan tindak penganiayaan, Lee Gyobu kemudian dijatuhkan hukuman penjara 2,5 tahun.
Dipenjaranya Lee Gyobu buat para pengikutnya seakan kehilangan arah, dari sinilah Kim Ki Soon muncul akui bahwa roh Lee Gyobu masuk ke dalam tubuhnya.
Pengakuan itulah membuat para pengikut setia Lee Gyobu beralih mengikuti Kim Ki Soon.
Dalam serial Netflix In The Name of God A Holy Betrayal, Kim Ki Soon selaku pemimpinnya dipanggil dengan sebutan Aga atau Bayi.
Namun, yang membuat aliran ini berbeda adalah Kim Ki Soon tampak seperti memanfaatkan para pengikutnya untuk melakukan kerja paksa.
Kerja paksa yang dilakukan para penganutnya ini disebut-sebut merupakan usaha untuk membuat dunia baru yang lebih bahagia.
Seorang reporter yang meliput insiden ini menyebut bahwa The Baby Garden merupakan kultus yang sangat tertutup.
“Kultus lain membawa orang luar untuk memperluas gereja mereka, tetapi Aga Garden dapat mengeksploitasi tenaga kerja orang dalam untuk melakukan apa pun yang diinginkan pemimpin agama. ada,” ungkap Reporter Yang.
Dilansir dari Chosun, jika ada pengikut yang menentang Kim Ki Soon, maka pengikut tersebut akan dipukuli sampai mati.
Kemudian pada 1997, Kim Ki Soon divonis bersalah atas delapan dakwaan, termasuk pembunuhan dan penipuan, ia kemudian dihukum 4 tahun penjara.
Setelah dibebaskan, Kim Ki Soon diketahui kembali bangun suatu bisnis yang berkembang cukup pesat hingga sekarang.
Bisnisnya bahkan sangat terkenal dikalangan penggemar K-Pop tidak hanya nasional bahkan internasional, yakni Synnara Records.
Synnara Records sendiri merupakan salah satu distributor album yang sering kali cetak rekor penjualan album terbanyak.
Para pimpinan Synnara Records bahkan diketahui dulunya merupakan bagian dari Agadongsan atau Baby Garden dan merupakan orang terdekat Kim Ki Soon.
Penayangan In The Name of God A Holy Betrayal tampaknya berdampak picu adanya pemboikotan atas Synnara Records.
Bagaimana Menurutmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.