Cerita Gelap di Balik Festival Waterbomb 2025, dari Pelecehan Seksual, Penyemprotan Alkohol, hingga Tindak Kekerasan Pengunjung

Festival WATERBOMB 2025 menuai kecaman setelah muncul laporan pelecehan seksual terhadap Kwon Eunbi dan sejumlah penonton wanita
KPOPCHART.NET - Festival musik musim panas WATERBOMB SEOUL 2025 yang digelar baru-baru ini kembali menyita perhatian. Sayangnya, bukan hanya karena kemeriahan atau performa bintang tamu seperti Kwon Eunbi, tapi juga akibat berbagai insiden tak menyenangkan yang mencuat ke publik.
Nama Kwon Eunbi memang menjadi sorotan utama setelah penampilannya dinilai terlalu sensual. Meskipun banyak yang mengapresiasi keberaniannya, tidak sedikit pula yang menyampaikan komentar yang tidak pantas.
Di tengah perdebatan tersebut, muncul sebuah cerita mengejutkan dari salah satu warganet. Lewat unggahan di media sosial, ia mengklaim menyaksikan langsung insiden pelecehan seksual yang dialami Eunbi di sebuah festival universitas di Daejeon.
Menurut warganet itu, saat Eunbi sedang menyanyikan lagu sambil mengarahkan mikrofon ke arah penonton, seorang pria justru berteriak komentar tidak senonoh soal tubuhnya. Peristiwa tersebut terjadi di depan umum dan langsung membuat suasana canggung.
Unggahan tersebut kini sudah dihapus, namun sempat viral dan memancing diskusi hangat di berbagai forum. Banyak yang mengungkapkan keprihatinan atas keselamatan serta kebebasan Eunbi di atas panggung.
Cerita ini juga memicu banyak orang untuk berbagi pengalaman buruk mereka selama mengikuti WATERBOMB. Beberapa menyebut festival tersebut bukan lagi sekadar pesta air yang menyenangkan, melainkan penuh dengan aksi pelecehan yang mengkhawatirkan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Festival, Waterbomb Seoul 2025 Jadi Ajang Unjuk Kekuatan ARTMS dan tripleS
Seorang pengunjung mengaku temannya terkena tembakan pistol air bertekanan tinggi tepat ke mata, menyebabkan lensa kontak terlepas dan pembuluh darah pecah. Mereka harus menerima perawatan medis akibat kejadian tersebut.
Ada pula yang menyaksikan perilaku tak senonoh dari sekelompok peserta yang bercanda vulgar soal menyemprot area tubuh perempuan. Beberapa bahkan dengan sengaja menyasar bagian pribadi pengunjung wanita.
Sejumlah komentar juga menyebut penggunaan bir sebagai isi pistol air, bukan air biasa. Hal ini tentu menimbulkan risiko tambahan, terlebih saat cairan tersebut ditembakkan ke wajah dari jarak dekat.
Baca Juga: Queen is Back! Solois Kwon Eun Bi Tampil Berani dan Memuka pada Acara Festival Waterbomb Seoul 2025
Salah satu pengunjung menceritakan pengalaman traumatis saat disiram ember dari atas kepala hingga kesulitan bernapas. Ia mengaku dikelilingi oleh pria-pria yang justru tertawa dan menembakkan air ke wajahnya saat ia tak bisa membuka mata.
Menurutnya, pengalaman itu membuatnya merasa sangat ketakutan dan terjebak, sampai akhirnya harus ditarik keluar oleh temannya sendiri. Ia bersumpah tidak akan pernah kembali ke festival tersebut.
Meski konsep festival ini awalnya bertujuan untuk menyegarkan musim panas dengan cara menyenangkan, faktanya di lapangan jauh dari ideal. Banyak peserta yang merasa tidak aman, terutama perempuan.
Baca Juga: Tampil Perdana di Waterbomb, ITZY Turun Panggung dan Hujani Penonton dengan Semangat Musim Panas!
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai pentingnya pengawasan dan keamanan di acara hiburan besar. Banyak penggemar menuntut agar panitia WATERBOMB meningkatkan kontrol dan memastikan kenyamanan semua pengunjung.
Tak hanya publik, sejumlah aktivis pun mulai menyerukan perlindungan yang lebih ketat terhadap performer perempuan. Mereka menilai bahwa apapun busana atau konsep panggung yang dibawakan, tak ada yang membenarkan pelecehan dalam bentuk apapun.
Kwon Eunbi sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini. Namun para penggemarnya terus memberikan dukungan agar ia tetap kuat dan mendapatkan perlindungan yang layak sebagai seorang seniman.
Netizen menyuarakan keprihatinan mereka dengan komentar seperti, “Perempuan seharusnya bebas berekspresi tanpa harus dihina atau dilecehkan,” dan “Festival ini butuh aturan lebih ketat, bukan hanya sekadar pesta air.”
Tak sedikit pula yang berharap agensi hiburan lebih aktif dalam menjaga keselamatan artis mereka di acara umum. Sebuah penampilan tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan tindakan melecehkan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan aman dalam industri hiburan adalah tanggung jawab semua pihak. Termasuk panitia, pengunjung, dan penyelenggara acara.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.