← Kembali ke Blog
asusilaKorea SelatanAnak dan remaja

Miris! 4 dari 10 Anak dan Remaja di Korea Selatan Jadi Korban Asusila yang Berawal dari Aplikasi Chat?

Zahra Safira · May 3, 2025
Miris! 4 dari 10 Anak dan Remaja di Korea Selatan Jadi Korban Asusila yang Berawal dari Aplikasi Chat?

Data menunjukkan sebanyak 4 dari 10 anak dan remaja di Korea Selatan telah menjadi korban asusila lewat aplikasi chat, berapa persentasenya?


KPOPCHART.NET - Berdasarkan laporan tahun 2024 dari Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga serta Institut Hak Asasi Manusia Perempuan Korea, 4 dari 10 anak dan remaja di Korea Selatan telah menjadi korban asusila.

Lebih parahnya lagi, kasus asusila yang rata-rata dialami anak dan remaja ini berawal dari sebuah aplikasi atau platform chat anonim yang disebut kencan berkompensasi.

Laporan penelitian ini dilakukan dari 17 pusat yang membantu anak di bawah umur yang mengalami eksploitasi asusila.

Baca Juga: Data Tunjukkan Jumlah Penderita Diabetes Muda di Korea Selatan Meningkat Dua Kali Lipat dalam 10 Tahun?

Dari keseluruhan korban, sebanyak 98,5% adalah anak perempuan, dan hampir setengahnya berusia antara 14 dan 16 tahun, usia 17 hingga 19 tahun mencapai 34,1%, dan yang berusia antara 10 dan 13 tahun mencapai 6,1%.

Di zaman sekarang, platform daring telah jadi ancaman terbesar dengan 42,2% korban melaporkan asusila dari aplikasi chat dan 38,7% dari media sosial.

Berdasarkan laporan tersebut, faktor tersebut juga berasal dari teman sebaya dan kenalan yang mengenalkan hingga mencakup 23,3% jalur eksploitasi.

Baca Juga: Miris! Data Tunjukkan Satu dari Tiga Perempuan di Korea Selatan Pernah Mengalami Kekerasan

Bentuk kekerasan yang paling umum adalah kencan berbayar, kejahatan asusila secara digital, penyerangan fisik atau pemerasan, hingga grooming.

Salah satu kasus terjadi pada seorang anak berusia 12 tahun yang dibujuk lewat chat oleh orang dewasa yang berpura-pura jadi teman sebayanya, hingga pelaku akhirnya memaksanya untuk mengirim gambar-gambar eksplisit dan mengancam akan menyebarkannya.

"Anak dan remaja memang semakin rentan terhadap eksploitasi karena meningkatnya penggunaan media sosial terutama aplikasi chat

Baca Juga: Parah! Tingkat Persentase Gangguan Mental Anak-anak di Beberapa Daerah Korea Selatan Naik?

Kami akan pastikan dukungan yang disesuaikan sehingga para korban dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari," ungkap Cho Yong Soo dari direktur jenderal perlindungan hak asasi manusia di Kementerian Gender.***

Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS!

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan