Menepis Kutukan Tujuh Tahun: Bagaimana TWICE Merajai Industri KPop Hingga Satu Dekade Lebih?

TWICE menepis kutukan 7 tahun KPop, simak kisah suksesnya mendominasi industri musik setelah hampir 10 tahun debut!
KPOPCHART.NET - Dalam ruang lingkup yang dinamis dan seringkali kejam di industri KPop, angka tujuh kerap kali diasosiasikan dengan akhir sebuah grup. Istilah 'kutukan 7 tahun' telah menjadi momok yang menghantui banyak grup idola, merujuk pada kepercayaan luas bahwa masa aktif sebuah grup umumnya berkisar pada durasi kontrak standar mereka dengan agensi, yakni tujuh tahun.
Setelah periode krusial ini, tak sedikit grup yang harus menghadapi kenyataan pahit: bubar, kehilangan anggota, atau berjuang keras untuk mempertahankan kilau popularitas di masa-masa awal debut. Namun, di tengah arus perubahan yang tak terhindarkan ini, TWICE menjadi salah satu grup yang berhasil menerobos stigma tersebut.
Hingga tahun 2025, hampir satu dekade sejak debut mereka di 2015, TWICE tidak hanya bertahan, mereka terus berkembang dan mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan dominan di kancah musik global.
Mini album ke-14 mereka yang bertajuk "Strategy," yang dirilis pada Desember 2024, langsung mencuri perhatian dengan debutnya di posisi ke-4 tangga lagu bergengsi Billboard 200. Pencapaian ini menjadi rekor yang mengesankan, album tersebut secara berturut-turut berhasil menembus jajaran 10 besar Billboard 200, sebuah prestasi yang belum pernah diraih oleh girl group KPop mana pun sebelumnya.
Lagu utama dari album ini, yang menampilkan kolaborasi tak terduga dengan rapper sensasional asal Amerika, Megan Thee Stallion, semakin mempertegas fleksibilitas musikal TWICE.
Karisma dan energi TWICE di atas panggung juga menjadi bukti tak terbantahkan akan kekuatan mereka. Tur dunia mereka yang bertajuk "Ready to Be," yang sukses digelar hingga pertengahan tahun 2024, menjadi sebuah perayaan bagi para ONCE (sebutan penggemar TWICE) di seluruh dunia.
Dengan 51 pertunjukan yang memukau di lima benua, tur ini berhasil menarik lebih dari 1,5 juta penonton dan meraup pendapatan kotor yang fantastis, mencapai $78,4 juta.
Lebih dari sekadar angka, tur ini juga mengukir sejarah baru bagi KPop, menjadikan TWICE sebagai girl group pertama yang berhasil menjual habis tiket di stadion-stadion ikonik seperti SoFi Stadium di Los Angeles, MetLife Stadium di New York, dan Marvel Stadium di Melbourne.
Gelombang kesuksesan mereka tidak berhenti di sana. Pada akhir tahun 2025, TWICE dijadwalkan untuk bergabung dengan band legendaris Coldplay sebagai bintang tamu spesial dalam tur dunia Music of the Spheres di Seoul. Kolaborasi epik ini tidak hanya akan menjadi momen tak terlupakan bagi para penggemar kedua grup, tetapi juga semakin memperkuat jejak global TWICE di industri musik internasional.
Pengaruh TWICE di Jepang, salah satu pasar musik terbesar di dunia, juga tetap tak tertandingi. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2024 menempatkan TWICE sebagai grup KPop paling populer di kalangan remaja Jepang.
Popularitas individu para anggota secara konsisten menduduki puncak daftar idola favorit, semakin memperkokoh dominasi grup generasi tiga tersebut di Negeri Sakura. Prestasi mereka yang stabil di puncak tangga lagu Jepang dan basis penggemar yang solid di seluruh Asia dan Amerika Utara telah memastikan posisi mereka tetap berada di garis depan industri yang kompetitif ini.
Keberhasilan berkelanjutan TWICE terasa semakin luar biasa jika kita mempertimbangkan bagaimana sebagian besar grup idola seringkali mengalami perubahan drastis setelah beberapa tahun berkarier.
Mereka mungkin mengubah konsep musik dan visual mereka secara besar-besaran, berjuang untuk mempertahankan relevansi di tengah gempuran idola-idola baru, atau bahkan menjadi sekadar kenangan samar dari kejayaan masa lalu.
Baca Juga: Jihyo Ungkap Bahwa Permainan Ini Tidak Diciptakan Untuk TWICE Karena Alasan Konyol
Banyak grup yang sangat bergantung pada popularitas satu atau dua anggota bintang untuk menjaga eksistensi mereka. Namun, TWICE selalu memiliki dinamika yang berbeda.
Meskipun masing-masing dari sembilan anggotanya memiliki pesona dan bakat individu yang bersinar, mereka secara konsisten memprioritaskan aktivitas grup sebagai sebuah kesatuan yang utuh.
Identitas tim yang kuat dan solid ini adalah sebuah anomali yang langka di industri KPop. Bahkan, baru setelah memperbarui kontrak mereka dengan JYP Entertainment, para anggota TWICE mulai secara terbuka membahas dan merintis aktivitas solo mereka—sebuah bukti nyata dari persatuan dan komitmen mereka terhadap grup.
Sejak masa-masa awal debut mereka, TWICE telah berhasil mengukir identitas yang otentik dan abadi, yang beresonansi kuat dengan penggemar di seluruh dunia. Dijuluki 'Pretty Girl Next to Pretty Girl' TWICE telah membangun sebuah ikatan emosional yang mendalam dengan basis penggemar mereka.
Kemampuan mereka untuk mempertahankan pesona unik mereka, beradaptasi secara musikal tanpa kehilangan inti identitas mereka, dan tumbuh semakin kuat sebagai sebuah tim adalah faktor-faktor kunci yang membedakan mereka dari grup-grup lainnya.
Di dunia di mana 'kutukan 7 tahun' seringkali menjadi akhir dari perjalanan karier bagi sebagian besar idola KPop, TWICE menuliskan sebuah narasi yang berbeda, sebuah kisah inspiratif tentang umur panjang, evolusi yang berkelanjutan, dan dominasi yang tak tergoyahkan.
Dan seiring berjalannya tahun 2025, dengan segala pencapaian dan rencana besar di depan mata, satu hal menjadi semakin jelas: TWICE tidak hanya berhasil menepis kutukan tujuh tahun, mereka masih berdiri di puncak industri musik global, siap untuk menorehkan lebih banyak lagi sejarah yang gemilang.
Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS!






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.