← Kembali ke Blog
Korea Selatanpenipuanpenyeranganyoutuber

Geger! Seorang YouTuber Pria Asal Korea Selatan Didakwa Usai Lakukan Penyerangan dan Penipuan

Zahra Safira · April 28, 2025
Geger! Seorang YouTuber Pria Asal Korea Selatan Didakwa Usai Lakukan Penyerangan dan Penipuan

Seorang YouTuber pria asal Korea Selatan didakwa usai melakukan penyerangan dan penipuan. Apa saja kejahatannya dan apa hukumannya?


KPOPCHART.NET - Baru-baru ini, beredar kabar bahwa seorang YouTuber pria asal Korea Selatan (sebut saja A) didakwa usai melakukan kejahatan beberapa waktu lalu.

Pada tanggal (26/4/2025), pengadilan Distrik Jeonju menjatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan kepada A yang berusia 20 tahunan atas kasus penyerangan dan penipuan.

Pada bulan November 2023 hingga April 2024, A telah melakukan penyerangan kepada pelanggan sebuah restoran dan bar di Jeonju dan Gwangju.

Baca Juga: Miris! Data Tunjukkan Satu dari Tiga Perempuan di Korea Selatan Pernah Mengalami Kekerasan

A melemparkan pecahan kaca dan mengayunkan kursi besi hingga membuat pelanggan tersebut mengalami cedera.

A juga telah melakukan penipuan dengan menggelapkan uang 12,5 juta KRW dari seorang kenalan dan gagal bayar biaya pengasuh 600 ribu KRW setelah memakai layanan tersebut.

Ia juga dilaporkan tidak membayar ongkos setelah menaiki taksi hingga menyerang seorang sopir taksi lanjut usia di dekat Terminal Bus Jeonju pada bulan Februari 2024.

Baca Juga: Parah! Tingkat Persentase Gangguan Mental Anak-anak di Beberapa Daerah Korea Selatan Naik?

Yang semakin membuat publik marah besar, A melakukannya untuk mempromosikan kanal YouTube-nya.

Promosi tersebut berupa penyantuman kata kunci "Penyerangan Sopir Taksi" dan "Penyerang Bertato" untuk menaikkan jumlah subscriber.

A juga telah meningkatkan pendapatan dari kanal YouTube-nya dengan mengunggah video perkelahian dengan YouTuber lain.

Baca Juga: Seorang Pria di Korea Selatan Bakar Apartemen dengan Penyembur Api Darurat, Ini Kronologinya!

Setelah pendakwaan tersebut, A memang mengakui kesalahannya dan telah mencapai kesepakatan dengan beberapa korban.

Meski begitu, pengadilan menyebut bahwa kekerasan yang berulang dan penggunaan benda-benda berbahaya tak memberikan pilihan selain hukuman penjara.

Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS! 

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan