KBS Bangkrut? Serikat Aktor Minta Iuran TV Dikembalikan Seperti Dulu

Serikat Aktor desak pemerintah kembalikan sistem iuran gabungan demi selamatkan KBS dari krisis keuangan dan PHK massal
KPOPCHART.NET - Situasi keuangan KBS semakin memprihatinkan. Setelah diberlakukannya kebijakan pemisahan penagihan iuran TV pada tahun 2023, pendapatan dari iuran KBS mengalami penurunan drastis.
Kebijakan ini dianggap sebagai penyebab utama memburuknya kondisi finansial KBS, yang saat ini menghadapi defisit besar dan kesulitan dalam memproduksi konten berkualitas.
Menanggapi hal ini, Serikat Pekerja Aktor Penyiaran Korea menyuarakan keprihatinan mereka.
Baca Juga: Na Yeong Seok PD Ungkap Rasa Rindu pada KBS, Tempat Ia Pernah Ingin Menghabiskan Seluruh Kariernya
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 14 April, serikat tersebut mendesak pemerintah dan parlemen Korea Selatan untuk segera merevisi Undang-Undang Penyiaran, guna mengembalikan sistem penagihan gabungan iuran TV seperti sebelumnya.
Mereka menilai langkah ini penting untuk menyelamatkan penyiar publik dan menjamin keberlangsungan pekerjaan para aktor.
“Pasar sedang lesu, dan para aktor kehilangan pekerjaan. KBS, sebagai lembaga penyiaran publik, tidak bisa bertahan tanpa dukungan keuangan yang stabil,” demikian isi pernyataan serikat.
Baca Juga: Xiumin Gagal Tampil di Music Bank, KBS: Sulit Terima Semua Permintaan Tampil
Mereka juga menegaskan bahwa penurunan pendapatan iuran berdampak langsung pada pengurangan produksi konten publik, yang selama ini menjadi kekuatan KBS dalam menghadirkan program-program bernilai edukatif dan budaya.
KBS sendiri telah lama menjadi ujung tombak penyiaran nasional Korea, dan dikenal berkontribusi besar dalam mengangkat budaya Korea melalui drama, dokumenter, dan berita.
Namun kini, KBS harus bersaing ketat dengan platform OTT global seperti Netflix, Disney+, dan YouTube, sementara dana operasional mereka terus menyusut.
Baca Juga: Resmi! KBS Tunda Penayangan Kontes Menyanyi Nasional dan Gag Concert Karena Kebakaran Hutan Meluas
Hal ini menjadi tantangan berat dalam mempertahankan kualitas produksi dan daya saing di tingkat internasional.
Tak hanya masalah konten, kerugian akibat kebijakan pemisahan penagihan iuran juga berdampak secara sistemik.
Menurut laporan serikat, KBS kini mengalami kerugian hingga 120 miliar won (sekitar 1,4 triliun Rupiah) per tahun akibat meningkatnya biaya administrasi dan finansial.
Situasi ini dikhawatirkan akan mempercepat keruntuhan ekosistem penyiaran publik di Korea Selatan.
Serikat menekankan bahwa masalah KBS bukan sekadar isu internal, tetapi menyangkut keberlangsungan industri penyiaran secara keseluruhan.
Mereka meminta agar pemerintah dan parlemen tidak tinggal diam, dan segera mengambil tindakan konkret untuk mendukung penyiaran publik.
Salah satu solusinya adalah dengan mengembalikan sistem penagihan gabungan iuran TV yang dinilai lebih efisien dan stabil.
Dengan harapan besar, Serikat Pekerja Aktor menyerukan agar revisi Undang-Undang Penyiaran segera disahkan.
Mereka percaya bahwa melalui dukungan publik dan langkah legislasi yang tepat, KBS dapat kembali berdiri kuat sebagai penyiar publik yang melayani masyarakat luas, serta terus memproduksi konten berkualitas yang mampu bersaing di panggung global.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.