Rahasia Diet Sehat Roh Jeong Eui The Witch yang Disetujui Medis, Ternyata Aman dan Mudah Ditiru!

Pemeran Park Mi Jung di The Witch (2025), Roh Jeong Eui ungkap metode diet sehatnya lewat vlog yang diunggah di kanal YouTube NAMOOACTORS.
KPOPCHART.NET - Pemeran Park Mi Jung dalam serial The Witch (2025), Roh Jeong Eui baru-baru ini mencuri perhatian dengan menunjukkan diet sehatnya dalam sebuah vlog pribadinya.
Pada 18 Maret, kanal YouTube resmi Namoo Actors mengunggah video berjudul Vlog yang hanya berisi teriakan "Roh Jeong Eui menggemaskan" sampai akhir.
Video berdurasi sekitar enam menit tersebut menunjukkan momen saat aktris kelahiran 31 Juli 2001 itu hendak berangkat ke Austria untuk melakukan syuting drama The Witch.
“Aku akan pergi ke Austria untuk syuting drama The Witch. Tapi sekarang aku sangat lapar, jadi aku masuk ke lounge untuk makan,” kata Roh Jeong Eui dalam vlog-nya itu.
Baca Juga: Roh Jeong Eui, Lee Chae Min, dan Jo Joon Young Ungkap Dinamika Karakter dalam Drama Crushology 101
Setelah mengambil tempat di salah satu sudut lounge bandara, aktris kebangsaan Korea Selatan itu membagikan menu sarapannya kepada para penonton.
“Karena masih pagi, aku memulai dengan makanan ringan seperti yogurt dan salad,” ujarnya.
Ia terlebih dahulu menghabiskan piring yang berisi kubis, tomat ceri, dan yogurt. Setelah itu, ia mengambil piring lain yang berisi susu, sereal, dan roti.
Setelah selesai makan, Roh Jeong Eui berkata bahwa makan pagi dengan kenyang membuat perasaannya lebih baik.
“Makan pagi dengan kenyang seperti ini membuatku merasa lebih baik,” kata pemeran NJ dalam drama Our Beloved Summer (2021) itu setelah menyelesaikan sarapannya.
Baca Juga: Tampil Mempesona! Roh Jeong Eui dikelilingi Oleh Cowok Tampan dalam Drama Terbaru Crushology 101
Metode makan yang diterapkan oleh Roh Jeong Eui ini dikenal sebagai reverse eating order, yaitu pola makan yang mengikuti urutan serat, protein, kemudian karbohidrat.
Metode ini diklaim punya banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan berat badan dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Manfaat Reverse Eating Order
Seperti dilansir Kpop Chart dari Health Chosun, metode reverse eating order merekomendasikan konsumsi makanan dalam urutan serat, kemudian protein, dan terakhir karbohidrat. Pola ini diyakini membantu mengontrol berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Mengonsumsi makanan kaya serat sebelum mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, protein, atau lemak dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba setelah makan (blood sugar spike) yang beresiko bagi kesehatan.
Selain itu, makanan berserat tinggi seperti salad dan sayuran rebus cenderung perlu dikunyah lebih lama sebelum akhirnya ditelan. Mengunyah makanan lebih lama dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan atau mengonsumsi makanan tidak sehat.
Mengunyah dengan perlahan dan juga dapat meningkatkan produksi hormon leptin, yaitu hormon yang menekan nafsu makan, serta mengurangi kadar hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar.
Penelitian soal Reverse Eating Order
Sebuah penelitian dari tim peneliti Universitas Cornell Amerika Serikat melakukan eksperimen terhadap 124 pria dan wanita.
Mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama mengonsumsi buah dan sayuran terlebih dulu, sementara kelompok kedua mengonsumsi telur dan bacon terlebih dulu.
Hasilnya, kelompok pertama cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori. Kelompok pertama juga memiliki tingkat keinginan yang lebih rendah terhadap makanan tinggi lemak atau gorengan dibandingkan kelompok kedua.
Bagaimana Cara Menerapkan Reverse Eating Order?
1. Mulai dengan Serat
Makanan berserat tinggi seperti sayuran hijau, salad, atau kacang-kacangan sebaiknya dikonsumsi terlebih dulu. Serat memperlambat penyerapan gula dalam tubuh sehingga membantu mengontrol kadar gula darah.
2. Lanjutkan dengan Protein
Setelah serat, konsumsi makanan berprotein seperti daging, ikan, telur, atau tahu. Protein tidak mudah berubah menjadi lemak dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan karbohidrat.
Protein nabati seperti kedelai atau tahu lebih dianjurkan dibandingkan protein hewani, karena bisa meningkatkan kadar gula darah lebih lambat.
3. Terakhir, Konsumsi Karbohidrat
Karbohidrat tetap diperlukan sebagai sumber energi utama bagi otak, tubuh, dan otot. Meskipun diet ini menyarankan konsumsi karbohidrat di akhir, bukan berarti anda harus menghindari konsumsi karbohidrat.
Namun, disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum, oat, buckwheat, atau quinoa.
Hindari karbohidrat olahan seperti tepung terigu dan nasi putih karena memiliki indeks glikemik yang tinggi dan dapat meningkatkan gula darah secara cepat.
Tertarik untuk mencoba metode diet reverse eating order?




Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.