Tak Ada Permintaan Maaf, Perusahaan Industri Hiburan Layangkan Kritik Kepada HYBE dan Akan Lakukan Ini

Beberapa perusahaan industri hiburan Korea layangkan kritik kepada HYBE dan ungkap akan akan lakukan hal ini.
KPOPCHART.NET - Beberapa perusahaan industri hiburan kritik HYBE karena kebohongan yang mereka buat.
Hal ini kemudian menimbulkan rasa tidak percaya mereka kepada agensi tersebut.
Bahkan timbul spekulasi bahwa berbagai perusahaan di industri hiburan tidak akan bekerja sama dengan mereka.
Menurut salah satu media Korea Dailian menanggapi dengan mengkritik "kebohongan" HYBE yang menyebabkan perusahaan K-Pop lain mempertimbangkan kembali untuk bekerja sama dengan artis dari HYBE dan labelnya.
Baca Juga: Miliki Perbedaan yang Signifikan, Laporan Internal SM dan HYBE Jadi Sorotan Netizen
Mereka juga mengatakan bahwa HYBE sedang menunggu waktu untuk menyelesaikan masalah alih-alih mengatasi masalah mendasar yang ada.
Namun, perusahaan industri Kpop lainnya tampaknya menginginkan lebih.
Kesulitan dari HYBE berawal dari terungkapnya laporan internal mereka dalam audit yang dilakukan oleh pemerintah.
Dalam dokumen tersebut berisi kritik tajam terhadap artis Kpop, perusahaan, dan bahkan fandom dari agensi pesaing.
Saat dokumen ini keluar, HYBE menghadapi berbagai kritikan keras dari berbagai pihak.
Karena masalah ini, CEO HYBE, Lee Jae Sang telah meminta maaf atas dokumen yang tidak pantas tersebut.
Ia juga mengklaim bahwa telah menghubungi beberapa artis dan juga agensi yang di sebutkan dan meminta maaf secara langsung.
"Kami ingin meminta maaf secara resmi dan penuh hormat kepada para artis yang disebutkan dalam dokumen tersebut dan merasa dirugikan oleh mereka. Kami juga telah menghubungi masing-masing agensi artis yang disebutkan dan meminta maaf secara langsung kepada mereka. Kami juga dengan tulus meminta maaf kepada artis HYBE kami, yang menjadi sasaran kritikan atas perusahaan mereka," ungkap HYBE.
Baca Juga: Keuntungan Bersih HYBE di Q3 Anjlok Turun Drastis Capai 25 Persen? Hingga Membuat KNetz Terkejut!
Namun, agensi Kpop telah memberi tahu Dailian bahwa tidak ada permintaan maaf seperti itu yang diterima.
Seorang orang dalam menyatakan, jika mereka mempertanyakan mengapa HYBE harus melakukan hal seperti itu.
"Sungguh menyedihkan bahwa HYBE, sebagai pemimpin industri, membuat dan membagikan dokumen yang memalukan seperti itu. Kami sangat terpukul dengan situasi ini. HYBE mengatakan bahwa mereka akan menghubungi setiap agensi yang disebutkan dalam dokumen tersebut untuk meminta maaf, tetapi tidak ada tindakan seperti itu yang diambil," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Tampaknya mereka mencoba berpura-pura bahwa hal itu telah dilakukan dan menyembunyikannya, karena bagaimanapun juga itu adalah sesuatu yang sulit untuk diverifikasi."
Sumber lain mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap HYBE karena "merendahkan seluruh budaya K-Pop menjadi budaya berkualitas rendah" melalui tindakannya.
Ia juga berkata bahwa "ada sentimen yang berkembang di industri untuk menghindari kontak dengan HYBE" dalam upaya untuk melindungi artis mereka sendiri agar tidak lagi direndahkan dalam dokumen tersebut.
"Kpop telah lama menghadapi kritik atas komersialisasi idola, dan kami yang berkecimpung dalam bisnis ini telah bekerja keras untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Namun setelah dokumen HYBE bocor, rasanya semua upaya itu menjadi tidak berarti. Fakta bahwa dokumen semacam itu ada, selama itu, menunjukkan nilai dan perspektif HYBE," kata salah satu orang dalam.
Ia menambahkan bahwa artis-artis dari HYBE dan labelnya masih memiliki pengaruh besar dalam dunia K-Pop, jadi akan terus ada permintaan untuk tantangan dan panggung kooperatif.
Namun pemikiran bahwa HYBE akan mengevaluasi artis mereka atau berinteraksi dengan mereka untuk meningkatkan reputasi HYBE sendiri sungguh mengerikan.
"Ada sentimen yang berkembang di industri untuk menghindari kontak dengan HYBE. Kita hanya bisa berharap bahwa tindakan HYBE tidak akan berakhir dengan mereduksi seluruh dunia K-Pop menjadi industri atau budaya berkualitas rendah," akhirnya.
HYBE kemudian didesak untuk berbicara lagi, karena tidak ada pernyataan lebih lanjut yang dikeluarkan sejak permintaan maaf CEO mereka tersebut.
Secara khusus, diamnya ketua HYBE, Bang Shi Hyuk yang telah terlibat dalam memerintahkan penyusunan dan penyebaran dokumen kontroversial tersebut dianggap tidak berbicara banyak ketika kecurigaan dan ketidakpercayaan tumbuh.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.