← Kembali ke Blog
RMBTSDokdoJimin

Gunakan Nama BTS Untuk Mengklaim Kepemilikan Pulau Dokdo, Unggahan Netizen di Jepang Tuai Kontroversi

Ananda Resti Ayu · July 22, 2024
Gunakan Nama BTS Untuk Mengklaim Kepemilikan Pulau Dokdo, Unggahan Netizen di Jepang Tuai Kontroversi

Unggahan seorang netizen dengan nama sayap kanan Jepang tuai kontroversi, karena membawa nama BTS untuk mengklaim pulau dokdo


KPOPCHART.NET - Sebuah kelompok di Jepang menuai kontroversi karena menyeret nama BTS dalam parodi mereka dalam mengklaim kepemilikan Dokdo.

Dilansir dari Xports News, baru-baru ini, seorang netizen dengan nama sayap kanan Jepang mengunggah video yang membuat klaim tentang Dokdo menggunakan BTS melalui layanan jejaring sosial, sehingga menimbulkan kontroversi.

Video yang dimaksud menampilkan leader BTS, yakni RM , yang dengan riang menyanyikan lagu populer Korea, "Dokdo Is Our Land."

Baca Juga: No Kaleng-Kaleng! Akun Instagram Milik V BTS Ikut Difollow YouTuber Nomor Satu di Dunia

Perlu diketahui, Kepulauan Dokdo merupakan wilayah sengketa antara Korea dan Jepang, dengan kedua negara mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut.

Menanggapi hal ini, profesor dari Universitas Wanita Singshin, Seo Gyeong Deok, mengatakan "Saya mengetahuinya melalui laporan dari banyak penggemar BTS, dan ketika saya memeriksanya, ternyata sudah dilihat sekitar 20 juta kali dan menemukan bahwa kekuatan sayap kanan Jepang menimbulkan kontroversi."

Akun tersebut juga diketehui mengejek 'wanita penghibur' militer Jepang dengan menambahkan penjelasan, "pemimpin BTS mengenakan pakaian wanita penghibur (hanbok) dan menyanyikan bahwa Takeshima (nama Pulau Dokdo yang diklaim Jepang) adalah tanah Korea."

Baca Juga: Keren! Seven Milik Jungkook Berhasil Masuk Dalam Playlist Lagu Terbaik 2023 Pada Platform Ini

Sebelumnya, kelompok sayap kanan Jepang menimbulkan kontroversi di negara tersebut ketika anggota BTS Jimin muncul di siaran dengan mengenakan kaus untuk memperingati Hari Pembebasan dan RM memposting tweet peringatan di media sosial untuk memperingati Hari Pembebasan.

Mengenai hal ini, Profesor Seo menyatakan, "Seiring dengan berkembangnya pengaruh K-pop di seluruh dunia, keluhan kelompok sayap kanan Jepang tampaknya semakin meningkat dari hari ke hari."

Secara khusus, ia menekankan, "Kita harus secara konsisten menunjukkan persepsi dan tindakan historis mereka yang salah, baik di dalam maupun luar negeri dan mengambil tindakan untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi."

Baca Juga: Padahal Hiatus! BTS Tetap Berhasil Duduki Posisi Puncak di Brand Reputasi Boy group Juli 2024

Terkait kontroversi ini netizen Korea pun menyuarakan keberatan mereka dengan mengatakan "Pakaian wanita penghibur…Apakah mereka sudah gila?” dan “Distorsi sejarah benar-benar membuatku gila, LOL.” serta “Mereka memutarbalikkan sejarah kita. Apakah mereka semua waras?”

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan