Imbas gagalnya Beberapa Drama Korea, Platform OTT Ini Rugi Hingga Rumor Basis Produksi Akan Pindah Ke Jepang

Platform OTT diskusikan untuk ganti basis produksi drama setelah beberapa karya mereka merugi dengan biaya produksi tinggi
KPOPCHART.NET – Pada (07/06) dilansir dari naver beberapa drama produksi Disney Plus mengalami kerugian untuk beberapa drama korea yang dipoduksi baru-baru ini.
Terungkap bahwa Disney Plus telah menginvestasikan 24 Miliar Won atau 283 Miliar rupiah untuk drama Blood Free yang dibintangi oleh Han Hyo Joo, dan sekarang Uncle Samsik juga menunjukkan hasil yang kurang memuaskan baik dari segi popularitas maupun penonton.
Hal tersebut memicu pembicaraan terkait peninjauan kembali operasi mereka di Korea. Dengan aturan 52 jam kerja per minggu dan meningkatnya biaya tenaga kerja aktor dan staf, OTT global pada akhirnya akan pindah ke tempat lain yang lebih efisien secara biaya daripada Korea.
Seorang direktur produksi drama mengungkapkan
“Baru-baru ini, ada rumor bahwa seorang pegawai Netflix di Korea dipindahkan ke Jepang, dan spekulasi bahwa basis produksi akan dipindahkan dari Korea ke Jepang.”
Untuk bayaran para aktor korea sendiri mereka mendapatkan jumlah yang sangat besar hanya untuk tampil dalam satu episode.
Baca Juga: Park Bo Gum Lakukan Hal Manis Ini kepada Penggemar yang telah Mendukungnya Belasan Tahun
Hal ini sudah memakan sebanyak seperempat dari total biaya produksi untuk satu series atau drama yang digarap.
Karena biaya produksi yang mahal dan hasil yang kurang memuaskan banyak orang yang merasa kecewa dengan hal tersebut.
Untuk contohnya seorang pelaku industri film mengatakan,
“Song Kang Ho menerima 800 juta untuk film Parasite, jadi sangat mengejutkan bahwa dia mendapat 700 juta atau 8 Miliar per episode untuk drama OTT global. Tampaknya modal domestik tidak mampu bersaing dengan serangan modal besar dari OTT Amerika.”
Sedangkan produser hanya mendapat sekitar 6-7% dari biaya produksi sebagai komisi dan harus menyerahkan semua hak IP, sedangkan penulis dan sutradara semakin menjadi seperti agen perusahaan Amerika, yang menyebabkan masalah kesetaraan yang lebih parah.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.