Agensi Big 4 HYBE, SM, YG, dan JYP Alami Defisit pada Kuartal Pertama Tahun 2024, Ini Alasannya!

Agensi Big 4 HYBE, SM, YG, dan JYP alami defisit pada kuartal pertama 2024. Penurunan penjualan album sampai rumor kencan jadi alasannya.
KPOPCHART.NET - Agensi Big 4 yakni HYBE, SM Entertainment, YG Entertainment, JYP Entertainment telah melaporkan keuntungan mereka di kuartal pertama 2024.
Dari laporan tersebut ditemukan bahwa seluruh agensi Big 4 mengalami defisit atu penurunan pendapatan.
Beberapa alasan seperti penurunan penjualan album, konflik agensi, dan rumor kencan disebut sebagai alasan defisit agensi Big 4.
Baca Juga: Di Antara Big 4 SM, JYP, YG, dan HYBE, OP Pilih Penampilan Vokal Live Grup KPop yang Menjadi Bencana
Pertama, HYBE diketahui akhir-akhir ini tengah berkonflik dengan anak perusahaan mereka, ADOR yang dipimpin CEO Min Hee Jin.
Pada tanggal 2 lalu, HYBE melaporkan laba operasi untuk kuartal pertama tahun 2024 sebesar Rp168 miliar rupiah, defisit sebanyak 72,6 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Di sisi penjualan dan laba bersih, HYBE juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 12,1 persen dan 87,4 persen.
Selanjutnya, SM Entertainment mengumumkan laba operasi untuk kuartal pertama tahun 2024 sebesar Rp181 milir rupiah, defisit sebanyak 85,1 persen dari tahun lalu.
Sedangkan laba bersih SM Entertainment juga menurun sebesar 45,9% atau sekitar RP145 miliar rupiah.
Kemudian, YG Entertainment pada tanggal 10 mengungkapkan laba operasi mereka pada kuartal pertama berubah menjadi defisit sebesar Rp82 miliar rupiah.
Begitu juga dengan JYP Entertainment yang menurunkan target harga sahamnya menjadi 3 persen karena defisit laba operasi.
Penurunan penjualan album dianggap sebagai faktor utama defisit agensi Big 4 tersebut karena saat ini sulit menemukan orang yang mendengarkan musik di CD, kebanyakan melalui platform musik online.
Pembelian album hanya dilakukan bagi mereka yang benar-benar merupakan penggemar, bahkan mereka bisa membeli lusinan atau ratusan album untuk mengumpulkan photocard atau menerima tiket fanmeeting.
Dengan begitu, banyak agensi menerima kritikan karena menjadikan penggemar untuk menghasilkan uang.
Selain itu, banyaknya kasus album yang dibuang ke tempat sampah menjadi sorotan karena dampaknya telah mencemari lingkungan.
Bagaimana menurutmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.