SEVENTEEN Raih Daesang Setelah 10 Tahun Debut, Mingyu dan Joshua Cerita Arti Pentingnya Penghargaan tersebut

Mendapatkan daesang di MAMA Awards setelah sepuluh tahun debut, Mingyu dan Joshua berbagi cerita perjuangan mereka.
KPOPCHART.NET - SEVENTEEN, boy group asal Korea Selatan, baru-baru ini bercerita tentang kemenangan mereka di MAMA Awards tahun lalu.
Kemenangan tersebut terasa spesial karena diraih setelah sepuluh tahun mereka debut.
Mingyu, salah satu member SEVENTEEN, bercerita bahwa saat debut mereka di MAMA, mereka tidak menerima penghargaan apapun, termasuk penghargaan untuk artis baru.
Baca Juga: IU Kembali Tebar Kebaikan di Hari Anak dengan Donasi 100 Juta Won atas Nama Dirinya dan Penggemar
Cerita tersebut terungkap dalam salah satu konten di Kanal YouTube Jeong Jaehyung, dengan mengundang Mingyu dan Joshua sebagai bintang tamu.
Mingyu bercerita jika penampilan mereka pun dibatasi menjadi dua lagu dengan durasi singkat.
"Sepuluh tahun yang lalu kami seperti itu, dan tahun lalu adalah pertama kalinya kami menerima daesang setelah sepuluh tahun," kata Mingyu.
"Kami mendengar dari orang lain bahwa hampir tidak ada tim yang memenangkan daesang dalam sepuluh tahun. Biasanya grup akan menjadi popular dan memenangkannya dalam 2-3 tahun," jelasnya.
Mingyu melanjutkan, melihat teman-teman dan senior mereka yang debut sekitar waktu yang sama meraih daesang membuat kemenangan tersebut terasa semakin besar artinya.
"Bagi kami, makna di balik daesang ini sangat besar," tutur Mingyu.
"Tapi kami juga ingin menyampaikan pesan bahwa kalian akan mencapainya suatu hari nanti jika kalian konsisten melakukannya. Jadi rasanya sangat berarti," Jelas Mingyu.
Jaehyung, pembawa acara, ikut berpendapat bahwa meskipun penghargaan tidak selalu penting, namun pada titik tertentu penghargaan bisa terasa mengharukan karena menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras mereka.
"Semua orang benar-benar menangis saat itu," ujar Mingyu, membenarkan perkataan Jaehyung.
Joshua, member lainnya, bercerita bahwa kemenangan tersebut membuatnya banyak merenung tentang masa lalu.
"Dulu ketika kami masih kecil, kami berpikir 'ayo menangkan penghargaan!'" cerita Mingyu.
"Namun tujuan kami berubah menjadi 'ayo lakukan ini secara konsisten', dengan keyakinan 'jika kami melakukannya, kami akan mendapatkannya suatu hari nanti'."






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.