← Kembali ke Blog
Kim Soo HyunPark Sung HoonQueen of TearsKim Ji Won

Akhir Queen of Tears Tuai Kontroversi, Berikut Pendapat Kritikus Budaya Pop Korea: Ini Memberi Kesan Bahwa...

Tika Rizqi Saputri · April 29, 2024
Akhir Queen of Tears Tuai Kontroversi, Berikut Pendapat Kritikus Budaya Pop Korea: Ini Memberi Kesan Bahwa...

Berikut ini adalah pendapat seorang kritikus budaya pop Korea mengenai akhir dari drama Queen of Tears


KPOPCHART.NET - Drama Queen of Tears Berhasil pecahkan rekor tertinggi dalam sejarah tvN.

Nielsen Korea mencatat bahwa rating nasional dari episode 16 drama ini mencapai 24,8 persen.

Meski begitu, banyak penonton yang mengeluhkan alur cerita yang dibuat untuk drama ini.

Baca Juga: OST Terakhir Queen of Tears Dinyanyikan Kim Soo Hyun, Berikut Cerita di Baliknya: Tidak Mudah...

Mereka menganggap bahwa drama ini tak akan setenar ini jika bukan Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won pemerannya.

Pada episode terakhirnya, diceritakan bahwa Baek Hyun Woo (Kim Soo Hyun) bergegas ke vila untuk menyelamatkan Hong Hae In (Kim Ji Won) yang diculik Yoon Eun Sung (Park Sung Hoon).

Nyawa Baek Hyun Woo pun juga selamat meski usai tertabrak mobil dan terluka parah, bahkan setelah terkena tembakan.

Baca Juga: Keberpihakan Orang Tua NewJeans Bikin Kontroversi HYBE dan Min Hee Jin Memanas: Mereka Sungguh...

Hal ini dianggap tidak realistis dan membuat para penonton sulit untuk bersimpati dengannya.

Kemudian pada adegan terakhirnya, timeline tiba-tiba berubah melonjak ke tahun 2074 dan Baek Hyun Woo berubah menjadi seorang lelaki tua dengan rambut beruban.

Drama ini berakhir dengan momen dimana Baek Hyun Woo dan Hong Hae In yang tampak seolah telah pergi ke surga bersama.

Baca Juga: Konflik Min Hee Jin dan HYBE Tak Kunjung Usai, OP Ungkap Kebohongan Bang Si Hyuk di Masa Lalu, Apa Hubungannya?

Tentunya adegan tersebut membuat penonton merasa kesal akan akhir cerita dari drama Queen of Tears ini.

Seorang kritikus budaya pop korea Jeong Deok Hyeon turut menanggapi tentang akhir cerita dari drama tersebut.

Jeong Deok Hyeon berkata, “drama ini mendapat sorotan karena kesegarannya. Namun, kesegaran tersebut hilang karena klise umum dalam drama seperti hilang ingatan dan kecelakaan lalu lintas.”

Menurutnya, penulis drama ini terlalu menyeret cerita dan menciptakan konflik yang sebenarnya tidak diperlukan.

Hal ini terlihat jelas pada alur cerita dimana pemeran utama wanita harus menjalani operasi karena penyakit langka.

Baca Juga: Sukses di Drama Queen of Tears, Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won Kini Lakukan Iklan Kolaborasi?

Namun alih-alih fokus terhadap pemulihannya, drama ini justru memperpanjang konflik dengan menghadirkan alur cerita antara pemain utama pria dan wanita tentang pelaksanaan operasi tersebut.

Permasalahan ini dianggap mirip dengan pola cerita yang telah Park Ji Eun gunakan di drama-drama sebelumnya, sehingga memiliki kesan repetitif dan kurang orisinal.

Di sisi lain, Joeng Deok Hyeon juga mengungkapkan pendapatnya dengan mengatakan, “Park Ji Eun telah menulis banyak drama komedi romantis sejauh ini, dan menunjukkan dunia layaknya sebuah dongeng.”

Baca Juga: Konflik dengan HYBE Memanas, Min Hee Jin Kritik Standard Strategi Pemasaran di Industri Hiburan Korea Melenceng

Drama ini berhasil menarik perhatian banyak penonton dengan klimaksnya yang dramatis dan berulang-ulang.

Meskipun beberapa penonton mungkin merasa kesal dengan alur cerita tersebut, namun hal ini merupakan strategi umum dalam drama.

Strategi tersebut digunakan untuk mempertahankan ketegangan konflik hingga episode terakhir sebelum menampilkan akhir yang bahagia.

Menurutnya, reaksi intens dari para penonton ini memberi kesan bahwa mereka benar-benar terhanyut dalam cerita dari drama tersebut.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan