Lose My Breath Stray Kids Terancam Diboikot Imbas Gandeng Charlie Puth, Masa Lalu Dikuliti!

Kolaborasi Stray Kids dengan Charlie Puth terancam diboikot, masa lalu penyanyi Amerika tersebut diungkit
KPOPCHART.NET - Baru-baru ini Stray kids mengumumkan perilisan single digital barunya, dikonfirmasi rilis pada 10 Mei mendatang.
Single tersebut berjudul "Lose My Breath", kolaborasinya dengan Charlie Puth yang merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika.
Pengumuman tersebut tentu tak lepas dari antusias penggemar, tak luput pula dari reaksi nan beragam.
Beragam pendapat memenuhi kolom komentar media sosial Stray Kids, termasuk mereka yang mengutarakan kekecewaan karena kolaborasinya.
Bahkan sejumlah penggemar Stray Kids berencana memboikot kolaborasi tersebut, berharap ada "Lose My Breath"yang dirilis tanpa Charlie Puth.
Baca Juga: Hyunjin Stray Kids Jadi Model Cover Majalah Ini dan Berkolaborasi dengan Brand Ternama Asal Prancis
Alasan boikot tersebut sudah jelas, karena Charlie Puth yang diyakini sebagai sorang zionis, pembela rudapaksa, dan masih banyak lainnya.
Pun sejak Oktober tahun lalu, semakin banyak orang yang sadar akan perang Israel dan Palestina yang sedang berlangsung.
Dan menurut Kementrian Kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas warga Palestina mengalami peningkatan menjadi 33.843 jiwa.
Selain itu, ada sekitar 76.575 orang terlukan akibat serangan Israel di jalur Gaza.
Meskipun begitu masih banyak yang berpihak pada Israel, termasuk keluarga Charlie Puth.
Baca Juga: Stray Kids akan Segera Rilis Digital Single Baru dengan Penyanyi Terkenal Asal Amerika Serikat
Charlie Puth sendiri menunjukan pendiriannya dengan aktif di sosial media, di mana ia menyukai unggahan aktor Noah Schnapp yang terus menyuarakan retorika kebencian, termasuk membagikan stiker tentang "Zionism is Sexy."
Selain itu, Charlie Puth terpantau berbagi unggahan dari pendukung dan selebritas pro Israel lainnya, seperti Ben Platt dan Dawne "The Rock" Johnson.
Meski Charlie Puth belum membuat pernyataan pribadi, dengan berbagi pandangan tentang zionis tentang orang lain ia dipercaya mendukungnya.
Di sisi lain, Koreaboo mengatakan bahwa Charlie puth sudah menjadi pendukung terbuka Israel sejak 2015.
Karena hal itu, sejumlah netizen memutuskan berhenti menjadi penggemarnya.
Baca Juga: Stray Kids Dirumorkan akan Rilis Album Baru pada Musim Panas Bulan Juni, Berikut Detail Informasinya
Semakin meluas, teman-teman Charlie Puth juga merupakan zionis, dalam hal ini ada Asaf Rodeh yang tidak hanya menjabat sebagai direktur musik sekaligus gitaris, melainkan juga bertugas di IDF.
Setelah bulan Oktober, Atlantic Records yang merupakan label rekaman Charlie Puth membagikan pernyataan hanya sebagai solidaritas dengan Israel.
Pandangan Charlie Puth tentang berbagai isu sosial ini bukan hal yang baru, dan sejak 2016 ia dianggap islamofobia berdasarkan unggahannya di Facebook.
Tak hanya itu, Charlie Puth diklaim memiliki sejarah yang lebih bermasalah karena "pembela rudapaksa", mengikuti dukungannya terhadap Dr. Luke ketimbang Kesha, bintang pop Amerika.
Menurut Koreaboo, Kesha menuduh Dr. Luke melakukan pelecehan sejak awal hubungan profeional mereka, tetapi disangkal.
Jejak digital lama di Facebook menunjukan bahwa Charlie Puth pendukung Donald Trump.
Donald Trump merupakan mantan Presiden AS dan dikenal sebagai politsi sekaligus pengusaha yang bermasalah dan kontroversial lantaran tuduhan melakukan pelecehan seksual dan lebih banyak kejahatan.
Kini penggemar Stray Kids memiliki reaksi berbeda, di mana ada pendapat tetap menayangkan lagu Stray Kids karena Charlie Puth diduga sudah mendapat bayaran.
Pada akhirnya, banyak penggemar Stray Kids yang bosan dengan pilihan JYP untuk idol mereka lantaran ikatan yang bermasalah, sehingga masih banyak pula yang berencana melanjutkan aksi boikot.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.