Bagaimana Nasib Dunia Hiburan Korea Selatan di Masa Mendatang? Ahli Berikan Prediksi dalam 5 Tahun ke Depan

Seorang ahli memprediksikan dunia hiburan Korea Selatan di masa mendatang. Hasilnya K-content akan menurun dalam lima tahun ke depan.
KPOPCHART.NET - Baru-baru ini (28/03), seorang profesor di bidang media, seni dan komunikasi mempublikasikan tulisannya yang berjudul The Competitiveness of K-content and the Risks of Hallyu in the Global OTT era (Daya Saing K-content dan Risiko Hallyu di era OTT Global).
Tulisan tersebut didasarkan pada survei yang dilakukannya kepada Korea Broadcasting Content Export Council, April 2022.
Dikutip dari KBIzoom, setidaknya ada tiga hal penting dalam tulisan tersebut, diantaranya:
Baca Juga: Sukses Buat Banjir Air Mata, Drakor The Midnight Studio Berhasil Masuk Peringkat Top 5 di 77 Negara
Masa depan K-content tidak cerah
Prospek K-content dalam lima tahun yang akan datang tidak sepositif saat ini.
Terkait pertanyaan daya saing K-drama lima tahun ke depan, jawaban positif menurun dari 83,3 persen menjadi 74,1 persen.
Sedangkan dalam hal daya saing K-Pop, tanggapan positif menurun dari 90 persen menjadi 85,2 persen.
Berdasarkan tulisan tersebut, responden menyatakan keprihatinannya atas kelangsungan K-drama dan daya saing K-Pop.
Meskipun begitu, penilaian terhadap daya saing K-content ini masih terbilang tinggi.
Saat ini, K-drama sedang menghadapi krisis, termasuk kurangnya aktor dan staf produksi serta kenaikan biaya produksi.
Di sisi lain, beberapa orang menyatakan industri drama di Thailand dan Turki mengalami perkembangan yang signifikan.
K-pop sangat bergantung pada grup besar
Banyak orang percaya industri K-pop terlalu bergantung pada grup besar, seperti BTS dan BLACKPINK.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Comeback! Dilaporkan Akan Merilis Album Solo Pada Bulan Juni Mendatang
Keseluruhan responden menilai pasar K-Pop memiliki kecenderungan bergantung pada sejumlah kecil grup berprestasi dan sikap bias terhadap artis papan atas.
Sementara pada hal orientasi, beberapa responden melontarkan kritik atas dunia K-pop yang berorientasi pada idola, menunjukkan bahwa realitas K-pop yang berpusat pada idola dapat meninggalkan dampak negatif di kemudian hari dan industri musik Korea berfokus pada kualitas bintang, bukan pada kualitas musik.
Penyelenggara kepentingan industri memerlukan sumber daya manusia dan dukungan pemerintah
Pada akhirnya, kunci dari permasalahan ini adalah sumber daya manusia.
Responden menyatakan perlunya mendapatkan talenta produksi baru, seperti penulis dan aktor, serta perbaikan lingkungan produksi untuk menghalangi penurunan Korean Wave.
Tidak sedikit pula yang menyarankan penambahan staf produksi yang pandai berbahasa Inggris untuk mempercepat perluasan K-content di luar negeri.
Suara lainnya, terdapat responden yang menyarankan untuk meminta dukungan dari pemerintah.
Mayoritas responden menyatakan pemerintah harus memberikan dukungan terhadap K-content untuk menjajaki pasar baru serta memperkuat daya saing.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.