Profesor Ini Respon Keras Kritik yang Dilontarkan Tiongkok untuk Visual Wajah di Film Exhuma: Kebiasaan

Seorang Profesor memberikan suaranya terkait kritik 'Exhuma' yang menampilkan visual aksara yang dianggap mengina, respon keras jadi sorotan
KPOPCHART.NET - Seorang Profesor bernama Seo Gyeong Deok memberikan respon keras terkait kritik pihak Tiongkok terhadap visual wajah dalam film "Exhuma".
Rabu ini (13/03), seperti kita tahu visual aksara Hanja ini muncul tak hanya di wajah Kim Go Eun, namun pada ketiga karakter utama lain yang dimainkan Lee Do Hyun, Choi Min Sik, dan Yoo Hae Jin.
Seperti laporan Ten Asia, Seo Gyeong Deok menyampaikan responnya terkait kritik tersebut.
Ia menyampaikan, akhir-akhir ini drama dan film Korea telah menerima banyak perhatian dari orang-orang di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, rasa rendah diri dari netizen Tiongkok tampaknya semakin meningkat dari hari ke hari.
"Tentu saja, kritik yang sehat itu baik. Namun, saya ingin memberikan satu nasihat kepada netizen Tiongkok.
Mulai sekarang, saya berharap mereka berhenti memata-matai konten Korea secara diam-diam," Jelas Profesor.
Seo Gyeong Deok juga menegaskan prilaku pihak Tiongkok yang selalu memalukan.
Ia berkata, saat ini pengunduhan ilegal dan 'mencuri tontonan' konten populer marak terjadi di kalangan orang-orang di seluruh dunia.
Contohnya seperti The Glory, Squid Game, dan Extraordinary Attorney Woo Young Woo yang kian hari makin menjadi sebuah kebiasaan.
Baca Juga: Exhuma Kena Kritik Netizen China, BTS Hingga Jang Wonyoung IVE Ikut Terseret Gegara Hal Ini!
Profesor juga menyampaikan terkait hak keaslian dari para aktor yang juga banyak di langgar Tiongkok.
"Mereka dengan bebas menggunakan hak potret para aktor, membuat dan menjual barang-barang palsu dan menggunakannya sebagai struktur keuntungan mereka."
Yang paling penting, Profesor juga menyampaikan jika mereka bahkan secara diam-diam mencuri dan tanpa malu-malu memberikan ratingnya.
Kali ini Prosefor menyampaikan jika Ia tidak mengatakan apa pun tentang konten Korea.
“Sebaliknya, belajarlah untuk menghormati budaya negara lain terlebih dahulu,” tegasnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.