Exhuma Disebut Menghina Budaya Cina, Pemirsa Tiongkok Protes dengan Ukiran Aksara Hanja di Wajah, K-Netz: Kok Ngatur?
Raih kesuksesan box office di dalam dan luar negeri, Exhuma kini menuai protes dari pemirsa Tiongkok yang mengundang reaksi geram K-Netz.
KPOPCHART.NET – Menjadi film Korea terlaris di awal tahun, “Exhuma” kembali jadi perbincangan hangat usai menuai protes dari pemirsa Tiongkok.
Film misteri okultisme garapan sutradara Jang Jae Hyun tersebut saat ini telah tembus 8 juta penonton di dalam negeri dan masih akan tayang di beberapa negara hingga akhir bulan Maret.
Baru-baru ini, film yang dibintangi Choi Min Sik, Yoo Hae Jin, Kim Go Eun dan Lee Do Hyun tersebut juga berhasil menjadi salah satu box office hit di Indonesia setelah tembus 1.300.000 penonton pada Senin (11/03).
Baca Juga: Exhuma Ukir Rekor Baru Menjadi Film Korea Pertama Tembus 1 Juta Penonton di Indonesia!
Di luar dari antusiasme yang tinggi terhadap film “Exhuma”, protes dilayangkan oleh pemirsa Tiongkok yang menyebut bahwa film tersebut telah menghina budaya Cina.
Pasalnya, dalam “Exhuma” terdapat adegan dimana para tokoh mengukir aksara hanja di wajah yang bertuliskan kitab suci agama Buddha untuk melindungi diri dari serangan roh jahat.
Usai menjadi hits, beragam poster yang terinspirasi oleh adegan tersebut dibuat oleh para fans dengan gambar idola mereka dan menaruh aksara hanja di wajah seperti dalam poster resmi “Exhuma”.
Hal tersebut menuai kontroversi dan protes pemirsa Tiongkok yang menganggap bahwa menulis aksara Hanja di wajah termasuk penghinaan terhadap budaya Cina, ditambah lagi banyak fans yang asal menulis karakter tersebut tanpa mengetahui makna dibaliknya.
Menanggapi protes tersebut, di komunitas online Theqoo, netizen Korea turut membahas dan memberikan reaksi dalam beberapa komentar berikut:
“Ya kalo menyinggung tinggal skip aja hahaha ngapain repot-repot ngomelin orang dari negara lain?”,
“Ini kan tidak menyinggung di Korea Selatan. Kok malah ngatur harus ngapain?”,
“Saya menulis Sutra Berlian di kuil, tetapi saya bahkan tidak tahu kitab suci Buddha, jadi apa gunanya? Apakah menulis di wajah seseorang di Cina merupakan hal yang menyinggung atau tidak, apa hubungannya dengan negara kita?”,
“Bahkan lebih memalukan lagi jika Anda bersikeras bahwa budaya orang lain adalah budaya Anda, haha”,
“Orang Cina ngomong gini padahal mereka yang suka nempelin kata-kata Korea yang gak masuk akal di produk mereka agar terlihat seperti orang Korea. Kami telah menggunakan Hanja selama ribuan tahun dengan cara kami sendiri, bukan dengan cara orang Cina”,
“Lah saya gak dengar film ini dirilis di Cina. Kok mereka bisa nonton? Hahaha”,
“Cara berpikir mereka sempit banget, dikira Hanja hanya milik mereka, bodoh. Makanya bayar untuk nonton filmnya, pecundang menyedihkan”,
“Hahaha saya bertaruh 500 won nanti bakal keluar film yang sama dalam waktu kurang dari 6 bulan”,
“Gak peduli sih dianggap menghina atau engga di negara mereka hahaha, inget ini film Korea loh??”,
“Masalah mereka apa sih? kayaknya emang cuma mau nyari ribut doang”.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.