Tren Remaja Gen Z Korea Selatan, Jadi Pedagang Kaki Lima, Netizen: Di Indonesia...

Tren para Gen Z Korea Selatan yang menjadi pedagang kaki lima ini menarik perhatian para netizen Indonesia
KPOPCHART.NET – Baru-baru ini, sedang menjadi tren para Gen Z remaja Korea Selatan untuk berjualan kaki lima disorot netizen Indonesia.
Netizen Indonesia pun membandingkan dengan generasi Gen Z Korea Selatan dan Indonesia.
Banyak netizen Indonesia yang merasa takjub dengan tren para Gen Z Korea Selatan tersebut.
Baca Juga: Hyeri Bakal Bintangi Drama GL alias Lesbi, Netizen Ungkap Komentar Pro Kontra: Pada Standar Ganda...
Baru-baru ini, di negeri dimana para member BTS dilahirkan, sedang merebak sebuah tren berjualan.
Tren berjualan tersebut berasalah dari para Gen Z yang tanpa malu berjualan kaki lima alias di pinggir jalan.
Lee Do-hyeong (19), akhir-akhir ini disibukkan dengan mengelola sebuah kedai bungeoppang miliknya di Toegye-dong, Chuncheon-si.
Baca Juga: Hyeri Akan Jadi Peran Utama dalam Serial Thriller Misteri Pasangan Lesbi, Friendly Competition!
Dilansir dari Naver Gangwon Ilbo, Lee Do Hyeong bercerita awalnya ia hanya memiliki modal sebesar 500 ribu Won untuk memulai usaha tersebut.
Dari modal tersebut, ia berhasil meraup omset sekitar 3 juta Won setiap bulannya.
“Biaya awal untuk memulai hanya sekitar 500 ribu Won, namun penjualan bulanan dijamin setidaknya 3 juta Won,” kata Lee Do Hyeong.
Ia juga berencana akan menabung dari hasil tersebut untuk membuka usaha lain ketika ia keluar dari wajib militer nantinya.
“Saya berencana untuk mengumpulkan dana melalui bisnis bungeoppang dan mencoba berbagai bisnis setelah saya keluar dari militer,” tuturnya.
Hal yang sama juga terjadi pada Kwon Yong Ju (29), yang berjualan ubi panggang di Seoksa-dong, Kota Chuncheon.
Kwon Yong Ju telah berjualan ubi panggang tersebut sejak Desember tahun lalu.
“Pada hari-hari ketika bisnis sedang bagus, 30 kg ubi jalar dengan cepat dijual dalam 3 jam,” ungkap Kwon Yong Ju.
Ia juga mengatakan bahwa dari penjualan tersebut setidaknya mendapatkan laba bersih sebesar 200.000 Won.
Pemerintah Korea Selatan yang mengetahui minat para Gen Z ini pun juga memberikan fasilitas berupa program pelatihan, pendampingan, dan akses yang lebih mudah kepada kredit usaha kecil.
Usai berita tersebut diunggah ulang oleh akun Twitter @tang__kira, banyak netizen Indonesia yang memberikan komentar mereka.
Beberapa netizen menyebut bahwa di Indonesia juga memiliki banyak anak muda yang berjualan kaki lima.
Contohnya seperti jualan es teh yang marak di berbagai daerah di Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa komentar dari para netizen.
“Yuk millennial indo skrg kita mulai lagi rencana ternak Lele dan budidaya bekicot yg tertunda itu.”
“Emg bisnes tuh sumber rezeki paling besar.”
“Di sini juga aslinya juga bisa jualan Es Teh Jumbo modal 1jt sehari bisa dapet untung bersih 100k- 200k perhari dalam sebulan udeh balik modal tinggal jangan Gengsi ajah.”
“Di Indo udah abis dipalakin sm preman setempat. Pengalaman pribadi. Wkwkwkwk.”
“Di indo juga udah banyak kok, jarang keliatan ajaaa.”
“Tapi jujur aku pernah punya pikiran gini, ntar kalo keluar negeri mau jualan jajanan kaki 5, kayak pisang goreng, ote2, cilok.”
“Bagus sih, di indo juga udah banyak, daripada nyari kerjaan susah mending kegitu, jangan takut gagal dsb.”
“Di sini jg sempet tuh trend buka angkringan. Ujungnya yaa musiman aja.”
“Wahh berarti konsepnya nanti d korea jadi bnyak pedagang kaki lima kaya d indo yaa??”
“Di indo justru udh banyak ga siii”, dan berbagai komentar lainnya.









Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.