Ambisi Korsel KWebtoon Layaknya Netflix, hingga Dukungan Dananya untuk Menyokong Industri Dalam Negeri

Rencana Korsel memperluas efek Korean Wave global setelah KWebtoon sukses di pasar Jepang, serta mempersiapkan dan memudahkan industrinya.
KPOPCHART.NET- KWebtoon merupakan harta karun terpendam dengan tingkat pertumbuhan 3 kali lebih tinggi dibanding Kpop maupun Kdrama ungkap reporter KBS.
Strateginya untuk KWebtoon mulai dari revisi undang-undang, membentuk talenta berbakat bukan hanya diproduksi, tapi tau industri, dan hak kekayaan intelektual.
Korea Selatan berambisi membesarkan KWebtoon seperti halnya game, Korean pop, dan drama.
Ambis Korsel K-content ini layaknya Netflix dibidang komik online.
Tahun ini kuncurun dananya hingga ₩1 miliar (~Rp11,8 miliar menurut kurs 29/01/2024).
Kementerian terkait berusaha secepat mungkin melaksanakan promosi besar-besaran supaya impeknya segera dirasakan.
Pasca 24 jam pengumuman arah pendanaan, saham komik dan webtoon mengalami peningkatan mulai dari 3-12 %.
Korsel juga berencana membuat festival komik dan webtoon skala Internasional untuk mengapresiasi insan kreatif dibalik pembuatan KWebtoon.
Senin, 15 Januari 2024 Badan Promosi Kartun (Manhwa Yeongsang jinheung-won-i) mengadakan proyek pelatihan menghasilkan 1.100 komikus, serta 200 karya kemudian dipilih 20 karya terbaik.
Kini marak konten webtoon yang dibuat video seperti drama, film, maupun animasi yang membentuk segmen pembaca baru.
Pada akhirnya kesuksesan adaptasi, berdampak pada meningkatnya permintaan KWebtoon tersebut.
Di-2022 market size atau pembeli potensial mencapai ₩2,624 triliun (~Rp30,95 triliun) dan penjualan di luar negeri sekitar Rp1,18 miliar.
Reporter Yoo Seo-young menarasikan di MBC News, Webtoon keuntungannya terus naik, tetapi kreator-nya jam kerja mereka relatif panjang, pendapatannya pun mengalami penurunan.
Dan menutupnya dengan, keseimbangan harus terjadi antara pengembangan industri dan melindungi komikus.
Baca Juga: Sam Kim Dikonfirmasi Akan Gelar Konser Tunggal di Jakarta, Berikut Harga Tiketnya!
Dilansir dari Yonhap News, sebenarnya jam kerja komikus sudah lebih singkat 1 jam dibanding tahun lalu, sekitar 9,5 jam perhari.
Meningkatnya Industri webtoon menyebabkan semakin ketatnya persaingan, pendapatan komikus menjadi relatif menurun.
Faktanya 67 % komikus tau terkait kontrak standar, tetapi yang menerapkan sekitar 16,4 %-nya saja.
Bersumber dari Segye Ilbo, FYI pendapatan komikus diperoleh dari pendapatan utama disebut minimum profit guarantee.
Baca Juga: PLN x PT KAI Bikin Beli Oleh-oleh Khas Jakarta Makin Mudah, Sediakan Vending Machine UMKM!
Bagi hasil, jika karyanya berhasil maka komikus menerima lebih banyak uang, pendapatan pengiklanan, biaya hak cipta, biaya naskah, serta distribusi ke luar negeri.
KWebtoon juga akan diuntungkan jika pemerintah Korsel jadi mengeluarkannya dalam "sistem harga tetap". Pihak industri webtoon akan lebih leluasa memberikan diskon yang sebelumnya diatur maksimal 10 %.
Direktur Eksekutif Asosiasi Budaya Penerbitan Korea menyampaikan kepada Hankyoreh, Jika diterapkan persaingan diskon akan dimulai, konsumen cenderung menimbang keuntungan diskon yang didapat dan tidak berniat membaca buku fisik.
Hal ini berdampak tidak adanya kesempatan bagi penulis buku baru, serta jumlah dan keragaman buku akan menurun.
Perlu juga diperhatikan platform KWebtoon kecil, mereka bersaing dan berusaha keras menjaga pembacanya.
Mulai dari Jaedam Media yang menawarkan berlangganan webtoon pendek dan menengah, serta dengan bayar bulanan pembaca bisa menikmati beragam ganre.
Platform Lee Man-bae memperluas dengan cara aktif membuat konten video di YouTube, basisnya mencapai 134.000 subscriber.
Platform independent seperti DillyHub memberikan kesempatan bagi penulis menjual langsung karyanya kepada pembaca dan menetapkan harga sendiri, keuntungannya akan dibagi untuk penulis dan DillyHub.
Sementara itu beberapa platform harus tutup.
Kisah lainnya, kreator yang menang gugatan dari penyebaran ilegal, tapi tidak pernah menerima kompensasinya.
Perusahaan besar seperti Kakao juga menang atas gugatan, mereka memperjuangkan hak penulis.
Baca Juga: Penyanyi Solo Muda dan Cantik, GYUBIN Resmi Debut Dengan Single Berjudul Really Like You
Berakhir sama, kompensasi tidak juga diterima, penyebabnya sulit menghitung kerugian yang sebenarnya.
Diperparah faktor sebaran konten ke luar negeri menyebabkan dana di situs ilegal tersebar disana.
Pemerintah Korea sedang mendalami peraturan negara-negara besar terkait hak cipta dan membentuk tim khusus untuk mempermudah deteksi pelanggaran penyebaran konten secara ilegal.
Sejumlah 150 website non resmi sebenarnya sudah ditutup atau ditangguhkan.
Industri ini sangat menggiurkan, Kakao Entertainment sukses di pasar Jepang.
Dibawah anak usaha Kakao Piccoma berhasil menempati posisi pertama penjualannya di Play Store, ditambah lagi pembelian di dalam aplikasi menghasilkan lebih dari ¥100 miliar (~Rp10,69 trilliun) di-2023.
Perusahaan lainnya seperti Webtoon Naver diposisi ke-7, bahkan Piccoma berhasil mengalahkan aplikasi game.
Mereka menyebutkan rahasianya dengan menyediakan konten bagus yang populer dan mengutamakan kenyamanan pengguna.
Saat ini, Kakao sedang memperkuat pasar komik besar lainnya seperti Amerika Serikat dan Prancis melalui Tapas Entertainment dan French Piccoma.









Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.