Di Korea Selatan 43.268 Orang Melakukan Percobaan Bunuh Diri, Ternyata Begini Solusi Mereka

Korea Selatan posisi pertama angka bunuh diri diantara negara OECD, meningkat diumur 20-an, dan tertinggi pada lansia. Begini solusinya?...
KPOPCHART.NET- Korea Selatan lekat dengan stigma “Jasal gonghwagug” atau Republik bunuh diri, negara tertinggi jumlah bunuh diri diantara negara OECD.
Bunuh diri makin kompleks, hingga terduga yang belum tentu salah, memilih mengakhiri hidupnya.
Menyendiri, mengisolasi diri, serta tidak bekerja setelah pensiun, berujung meningkatnya angka bunuh diri di Korea Selatan.
Baru-baru ini diberitakan oleh media lokal Korea Selatan, sejumlah 43.268 orang di-2022 mencoba mengakhiri hidup ataupun melukai diri.
46 % diantaranya merupakan remaja hingga usia 20-an. Hal tersebut disebabkan rusaknya hubungan dan kesulitan mendapat pekerjaan di masa COVID-19.
Keputusan mengakhiri hidup, berujung kesedihan yang mendalam kepada orang disekitar.
Seorang Ibu menceritakan kepada Sin Dong-ah, media Korea Selatan. Anaknya pergi izin keluar kelas, dan tidak kembali. Mayatnya ditemukan 2 hari setelahnya di tepi sungai, beserta surat wasiat bernada pesimisme terhadap masa depannya.
Sepanjang hidupnya, hingga kini Beliau merasa bersalah dan terus mempertanyakan alasannya untuk tetap hidup.
Teman sekolah almarhum melanjutkan keperguruan tinggi dengan ingatan dan kepedihan yang mendalam.Terus menyalahkan dirinya. "Jika saja aku sedikit lebih hangat, jika sekali saja aku memeluknya, dia pasti masih disini", ujarnya.
Upaya Korea Selatan mengurangi angka bunuh diri
1. Pahlawan Pemadam Kebakaran
Ada kasus, petugas damkar Kim Hong Gyu (35) mengevakuasi orang yang ingin bunuh diri. Bapak A (disamarkan) hendak melompat dari kamar apartemennya.
Penyelamatan dilakukan pihak damkar. Dalam eksekusinya, tim sampai di lokasi pertama menyiapkan bantalan udara penyelamatan. Sebagai langkah antisipasi jika orang tersebut melompat.
Staf pusat pencegahan bunuh diri mengecoh dan mengajak bicara Bapak A.
Sedangkan tim lainnya membuka akses apartemen secara hati-hati. Sehingga orang yang berniat bunuh diri, tidak melompat ataupun melakukan hal ekstrim.
Dalam kasus yang diliput media Edaily, damkar masuk melalui jendela. Bapak A berhasil diselamatkan dan setelahnya meminta maaf berkali-kali kepada petugas damkar.
2. Lampu tembak di luar apartemen
Pemerintah daerah Yeongdong-gun, Korea Selatan menerapkan lampu yang memantul ke tembok luar apartemen.
Bertuliskan “Kami ada disisi Anda”, “Bagikan perasaan sedihmu bersama”, atau “Aku ingin mendengar ceritamu”. Beserta nomor hotline konseling yang dapat diakses 24 jam.
Dengan itu harapannya keputusan untuk mengakhiri hidup dapat anulir dan kembali menaruh harapan untuk melanjutkan hidupnya.
Pemasangan dilakukan pada Kamis, (11/01/2024) di tiga lokasi yaitu Komisi Pemilihan Umum Yeongdong-gun, Rumah Kesejahteraan Senior Yeongdong-buyong, dan Apartemen Kaiser.
3. Hotline "109"
Mari selamatkan satu nyawa (1), tanpa bunuh diri (0), selamatkan (9)
Di mulai tahun ini, Korea Selatan menerapkan nomor hotline khusus untuk pencegahan bunuh diri. Saat seseorang membutuhkan pertolongan ataupun konsultasi, Ia dapat menghubungi nomor tersebut.
4. Media punya peran penting
Dilansir dari Yunhap News, Profesor Na Jong-ho menyarankan pemberitaan bunuh diri sebisa mungkin tidak menjelaskan detail cara kematiannya.
Ia mencontohkan kasus di-2018 diberitakan kepulangan seorang publik figur, koki dan penyiar Amerika. Setelah itu ada orang mencoba bunuh diri meniru kematiannya, dibawa ke ruang gawat darurat.
Contoh lainnya di Austria tahun 1978 jumlah orang bunuh diri di kereta bawah tanah meningkatkan pesat. Dibuat pedoman untuk menahan pemberitaan tersebut, kasusnya menurun hingga 78 %.
Ia juga menyampaikan ketakutannya akan efek werther atau peniruan bunuh diri yang disebabkan oleh liputan media (secara mendetail).
5. Love Happiness Village
Seorang laki-laki lanjut usia, Ia baru saja pensiun. Istrinya menyarankan untuk menikmati hidup, berkumpul dengan kawannya, atau berjalan-jalanlah ke taman.
Ia (suami) memilih sendiri dan pada akhirnya mengurung diri. Alasannya, karena malu dan banyak hal dipikirannya.
Sang suami menyatakan dirinya depresi dan ingin mencari pekerjaan. Walau dengan gaji tak seberapa.
Setelah mendapatkan pekerjaan, suaminya nampak jauh lebih baik.
Dilansir dari Ohmy News, di Korea Selatan kasus bunuh diri lansia terhitung tinggi. Diperparah jika hidup sendiri dan kesulitan ekonomi.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengumumkan warga lansia pengumpul kertas ataupun limbah bekas di-2023 ditaksir hingga 40.000 orang dengan usia rata-rata 76. Pendapatan mereka dibawah upah minimum.
Pemerintah Kota Seosan membentuk perkumpulan, eksekusi dari program "Love Happiness Village" untuk mengurangi angka bunuh diri dikalangan lansia.
Baca Juga: Pyo Ye Rim Korban Bullying Real Life The Glory Ditemukan Meninggal Dunia Karena Bunuh Diri
6. Melakukan tes dan program "Mindfulness" di sekolah
Program Mind EASY Test mulai diterapkan pada Maret tahun ini.
Siswa sekolah dites skrining untuk mengetahui apakah anak tersebut mengalami krisis emosional dan akan digunakan sebagai bahan konseling.
Korea Selatan juga berencana membuat program pendidikan mindfulness yang akan diujikan di-2025. Tujuannya agar siswa dapat mengembangkan sikap positif dan mengelola emosi mereka.











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.