Giselle aespa Berhasil Pukau Netizen dengan Kemampuan Artistiknya yang Menonjol, Ini Fakta yang Ditemukan Penggemar

Behasil memukau Netizen, Kali ini seorang penggemar Korea Giselle asepa mengungkap hasil karya artistik Idolnya tersebut ke muka publik
KPOPCHART.NET - Kali ini Giselle aespa berhasil membuat Netizen terpukau dengan kemampuan artistiknya.
Kekaguman tersebut muncul saat karya seni Giselle aespa dan interpretasi matematikanya mencuat ke publik dan ditemukan.
Hasil karya Giselle aespa kali ini langsung membuat Netizen terkesan dengan visual hasil karya artistik miliknya.
Dilansir KBI Zoom, seorang penggemar Korea baru-baru ini menemukan sebuah lukisan yang digantung di luar kelas matematikanya.
Ia melihat karya tersebut dibuat oleh seorang siswi dengan nama Aeri Uchinaga yang merupakan nama asli Gisella aespa.
Baca Juga: Power Dance Karina aespa Saat Lakukan Dance TikTok dengan Giselle Buat Netizen No Komen: Wow...
Penggemar tersebut pun membagikan gambar dari karya tersebut ke publik untuk bisa dilihat dunia.
Lukisan dengan judul “Hexagonal Curve of Pursuit” ini menampilkan visual garis-garis tajam dan warna tang serasi sehingga membantuk “kurva heksagonal”.
Karya ini pun dibarengi dengan kemampuan Giselle dalam interpretasi matematisnya dalam melahirkan karya tersebut.
Karya Giselle yang membuat Netizen terkesan ini diberi gambaran secara khusus sebagai berikut:
“Pengejaran Kurva Heksagonal, oleh Aeri Uchinaga"
"Saya mendasarkan karya seni saya pada kurva pengejaran. Seperti yang dinyatakan dalam definisi, kurva pengejaran adalah kurva yang dibangun dengan analogi memiliki titik yang mewakili pengejar dan melacaknya, karena pengejar selalu bersinggungan dengan pengejar. Atau lebih mudah untuk dipahami, suatu bentuk diulang dalam suatu bentuk berkali-kali atau tak terbatas dengan menggunakan perhitungan matematis yang akurat."
"Saya memilih untuk menggunakan ini sebagai dasar karena tidak hanya merupakan fenomena matematis, namun juga estetis. Saat pertama kali saya menggambar dan melihat lekukan pengejaran dengan menggunakan segitiga sebagai bentuknya, hal itu mengingatkan saya pada gambar spiritual, seperti mantra, atau konstelasi."
"Saya mengambil inspirasi dari gambar mantra online, dan melukis kurva pengejaran heksagonal yang besar, dan memutuskan untuk menafsirkan konsep mantra ke dalam proyek saya dengan menggunakan warna, dan membaginya menjadi tiga."
"Saya memulai proyek ini dengan menggunakan spidol dan penggaris meteran untuk menggambar kerangka dasar kurva pengejaran heksagonal. Ini akhirnya memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan, tapi setelah itu selesai, saya mencoba mengecat garis dengan cat asli, tapi memutuskan itu akan memakan waktu terlalu lama. Sebagai solusinya, saya langsung melakukan pewarnaan, dan menutupi garis seluruhnya dengan panel warna."
"Untuk mendapatkan suasana tenang dalam proyek saya, saya memilih tiga warna lembut periwinkle, hijau mint, dan biru muda. Di bagian inti segi enam, saya mengecat semuanya dengan warna hitam murni, lalu mengolahnya menjadi abu-abu, lalu akhirnya menjadi warna ungu. Saya menggunakan warna ungu tepat setelah abu-abu karena transisinya lebih mulus dibandingkan warna lainnya."
"Meskipun proyek ini belum selesai, ide dasarnya adalah adanya koleksi tiga warna halus yang dipasang pada kurva pengejaran heksagonal, untuk melepaskan energi yang menenangkan secara spiritual."
"Menurut saya, proyek saya tidak terlalu mirip dengan karya seniman lain yang saya kenal, dari segi karya seni itu sendiri, namun warna dan kesan karya tersebut bisa saja mirip dengan karya seniman yang berbeda, seperti Wassily Kandinsky."
"Cara beliau menggunakan bentuk dan garis untuk membuat outline lukisan Vertiefte Regung (Deepened Impulse), dan mengisi setiap bagian bentuk dengan warna berbeda serupa dengan metode yang saya gunakan. Bedanya, karyanya berlatar belakang konsep kosmis, sedangkan karya saya lebih bernuansa spiritual. Penggunaan garis dan bentuknya juga semuanya melingkar atau membulat pada tepinya, sedangkan milik saya semuanya garis lurus lurus.”
Bagaimana tanggapan kalian mengenai karya dari Giselle aespa ini?

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.