Tragis! Seorang Ibu Ditangkap Karena Membunuh Anaknya yang Merupakan Penyandang Disabilitas, Pengadilan Malah Tolak Surat Penahanan?

Kejadian miris kini terjadi disebuah kediaman yang harus merenggut nyawa seorang anak penyandang disabilitas berusia 8 tahun yang dibunuh
KPOPCHART.NET - Dikabarkan seorang Ibu yang berusia 30-an ditangkap pihak kepolisian.
Ia ditangkap karena melakukan upaya pembunuhan kepada anaknya yang merupakan penyadang disabilitas.
Sang Ibu dengan tega menghabisi nyawa anaknya yang baru saja berusia 8 tahun tersebut.
Tanggal 22 November, Kantor Polisi Seoul Barat mengeluarkan pengumuman jika mereka telah menangkap tersangka.
Sosok tersebut merupakan wanita berusia 30-an yang ditangkap dengan tuduhan pembunuhan, kini penyelidikan sedang berlangsung.
Baca Juga: Penguntit V BTS Dikhawatirkan Bertindak Keji seperti Kasus Delusi Cinta yang Berujung Pembunuhan
Dilansir Allkpop, Wanita tersebut mendapat tuduhan atas pembunuhan anaknya yang berusia 8 tahun yang menderita cacat parah.
Ia menyalakan briket arang untuk menghasilkan karbon monoksida di kediaman mereka.
Lokasi pembunuhan tersebut berada di Nokbeon Dong, Eunpyeong Gu, Seoul, pukul 11.00 dua hari yang lalu.
Kedua orang ditemukan oleh petugas perawatan disabilitas saat mereka mengunjungi rumah mereka.
Ibu yang kini menjadi tersangka sempat sadar namun sang anak telah ditemukan tewas.
Ibu korban yang sempat sadar dipulangkan setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Saat melakukan penyelidikan polisi, tersangka menyatakan, "Saya melakukan kejahatan tersebut karena putus asa membesarkan anak cacat sendirian."
Tersangka telah dipastikan membesarkan putranya seorang diri setelah bercerai dengan suaminya.
Ia diketahui mendapat dukungan penghidupan dasar dan layanan dukungan disabilitas.
Surat penahanan yang telah diajukan kini ditolak pengadilan Distrik Seoul dengan alasan ini.
"tersangka tampaknya membutuhkan stabilitas mental karena penyesalan dan percobaan bunuh diri."











Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.