Heboh Di Korea! Acara YouTube Yoo Jae Suk Dikecam Komunitas Pria Anti Feminis Karena Hal Ini: Mereka Sangat…

Episode baru acara YouTube Yoo Jae Suk Pinggyego dikecam oleh komunitas pria dan anti feminis Korea Selatan karena pemilihan kata stroller
KPOPCHART.NET - Acara YouTube Pinggyego yang dipandu oleh Yoo Jae Suk telah heboh menuai kecaman dari masyarakat terlebih dari para pria Korea Selatan.
Hal tersebut terjadi setelah Pinggyego menayangkan episode terbarunya yang menghadirkan Yoo Jae Suk dan Jo Se Ho serta Park Bo Young sebagai bintang tamu.
Dipertengahan videonya, Park Bo Young dan Yoo Jae Suk asik membicarakan tentang kereta dorong bayi atau stroller.
Disitu, Park Bo Young dan Yoo Jae Suk menyebut stroller dengan sebutan yu-mo-cha dalam bahasa Korea atau dapat diartikan sebagai mommy stroller.
Namun alih-alih menuliskan kata yang sama, pihak produksi dari Pinggyego memilih untuk menuliskannya dalam caption sebagai yu-a-cha atau baby stroller.
Sebutan yu-mo-cha (mommy stroller) sendiri dianggap sebagai istilah yang merujuk atau menanggap bahwa tanggung jawab penggunaan stroller bayi hanya berada pada perempuan atau ibunya saja.
Sedangkan kata yu-a-cha (baby stroller) yang dipilih oleh tim produksi Pinggyego dianggap sebagai sebuah gerakan feminisme yang menyuarakan bahwa ibu bukan satu-satunya yang bertanggung jawab dalam memegang stroller melainkan juga sang ayah.
Karena kata-kata yu-a-cha itulah akhirnya menyebabkan episode terbaru dari Pinggyego dikecam oleh komunitas pria dan anti feminisme di Korea Selatan.
Mereka bahkan berbondong-bondong memberikan dislike untuk video tersebut yang hingga kini jumlah dislike nya telah mencapai lebih dari 130 ribu.
Topik ini bahkan telah menjadi perbincangan hangat netizen Korea Selatan di berbagai forum komunitas online.
Menanggapi aksi tantrum dari komunitas pria dan anti feminis karena penggunaan kata dengan konotasi feminis ini, netizen Korea Selatan pun kemudian memberikan komentar sinis mereka.
"Wah ini benar-benar semakin buruk"
"Mereka benar-benar bekerja keras terhadap sesuatu yang tidak akan menghasilkan uang untuk mereka"
"Jadi ada 130 ribu laki-laki di tahun 2023 yang kesal pada sebuah program karena mereka hanya ingin perempuan satu-satunya yang jadi pengasuh hahaha"
"Mereka benar-benar yang terbaik dalam melakukan hal-hal yang keji"
"Aku harap mereka semua yang dislike video itu dapat menampilkan diri mereka dengan percaya diri"
"Wah ini sungguh sangat rendah, kenapa mereka tidak memilih hobi yang bisa menghasilkan uang?", dan beragam komentar lainnya.
Sementara itu, di Korea Selatan sendiri masalah gender termasuk feminisme memang sangat sensitif di kalangan masyarakat mereka.
Bagaimana menurut kalian?

















Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.